Serunya Rafting Menyusuri Derasnya Aliran Jeram Sungai Serayu

by
Gravatar Image
Ikuti Saya

Dwi Purnawan

Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.
Gravatar Image
Ikuti Saya

Jatengkita.id – Sungai Serayu di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah adalah salah satu destinasi wisata arung jeram atau rafting paling menantang di Jawa Tengah. Dan pada Minggu (23/9/2018), Jatengkita.id berkesempatan menjajal derasnya aliran jeram Sungai Serayu, berikut dengan bebatuan paling menantang di Jawa Tengah.

Arena arung jeram Serayu sendiri cukup dikenal karena mempunyai beberapa kelebihan dibanding beberapa lokasi lain, diantaranya sungai lebar, rute panjang dan debit air yang merata sepanjang tahun. Selain itu, lokasi arung jeram Sungai Serayu sangat mudah dicapai, karena terletak di tepi jalan utama Wonosobo-Banjarnegara-Purwokerto.

Usai menginap di The Pikas Resort sejak Sabtu (22/9/2018), tim Jatengkita.id memulai petualangan menyusuri Sungai Serayu pada Minggu pagi, sekitar pukul 09.30 WIB dengan start point di Desa Bojanegara, Banjarnegara. Base camp sendiri menjadi titik finish arung jeram ini, yakni di The Pikas Resort.

Sebanyak 22 peserta pagi itu dibagi dalam lima perahu, dimana masing-masing perahu didampingi satu river guide. Dan sebelum menikmati derasnya sungai Serayu, terlebih dahulu mendapat instruksi dari guide, semacam Standart Operasional Procedure (SOP) sebelum ber-arung jeram.  Guide menjelaskan SOP keselamatan dan cara-cara berarung jeram yang baik, setelah sebelumnya kami memakai perlengkapan seperti life vest, helm, dan dayung.

Tak ketinggalan, dua perahu tim rescue diterjunkan untuk mengawal petualangan rafting Sungai Serayu. Petualangan kami hari itu bertambah seru dengan adanya dua perahu milik tim rafting Kabupaten Wonosobo yang juga sedang berlatih menghadapi kejuaraan Rafting.

Mendengarkan instruksi dari instruktur sebelum rafting.

Di perahu nomor 4, kami didampingi river guide atau instruktur bernama Mbak Siti. Mbak Siti merupakan warga setempat, dan dengan didampingi beliau, kami cukup menikmati detik demi detik petualangan menyusuri 14 kilometer sungai Serayu, yang kami tempuh sekitar 2 jam perjalanan.

Saat berbincang dengan Siti, dia menuturkan di aliran Sungai Serayu yang melintasi tiga Kecamatan di Banjarnegara ini ada beberapa titik jeram yang cukup ekstrem dan menjadi titik paling asyik sekaligus paling menantang. Yang pertama adalah jeram welcome, sekitar 100 meter setelah titik pemberangkatan.

Di jeram ini perahu akan terombang-ambing melintasi jeram tersebut. Sayangnya kondisi musim kemarau membuat debit air sedikit berkurang, sehingga bisa diartikan semacam kurang menantang.

“Memang cuaca kemarau membuat debit air lebih sedikit, namun Sungai Serayu adalah sungai paling stabil, sehingga bisa digunakan untuk rafting di semua waktu, untuk waktu arung jeram paling dahsyat dan menantang adalah sekitar bulan November-Desember,”kata Siti, saat berbincang dengan Jatengkita.id.

Di beberapa jeram ekstrem tersebut memang mengharuskan para penumpang perahu ekstra waspada. Pasalnya selain jeram yang deras, juga bongkahan batu yang banyak menyebabkan para penumpang perahu untuk berpegangan pada tali. “Boom,” begitu instruksi Siti saat melewati jeram. Yang artinya kami diminta untuk masuk ke dalam perahu, memposisikan dayung pada posisi tegak lurus agar tak mengenai penumpang lainnya.

Menikmati jeram deras di Sungai Serayu

Ketika air dalam kondisi tenang, kami juga diminta Siti sebagai komandan perahu untuk mengayuh dayung secara bersama untuk memacu perahu. Di area landai peserta agak santai, bisa sambil beristirahat setelah menguras tenaga dalam mengendalikan perahu melaju.

Siti sebagai instruktur selalu memberi aba-aba guna mengendalikan laju perahu, yang sebenarnya pengendali utama ada di bagian belakang yang biasanya tempat ini diisi oleh instruktur.

Tak ketinggalan, di kondisi air yang tenang, kami juga menikmati mencebur ke dalam sungai, yang cukup dalam, kira-kira sekitar 4 meter.

Tapi jangan khawatir, bagi yang tidak memiliki skill berenang, mencebur ke sungai sudah dilengkapi dengan pelampung dan helm safety. Dalam kesempatan tersebut, Siti juga menjelaskan cara mengangkat dari sungai setelah tercebur.

“Yang tercebur ke sungai menghadap ke arah berlawanan dengan perahu, kemudian memegangi bagian depan pelampung, sementara yang menolong memegangi bagian belakang pelampung, kemudian yang berada di sungai menghentakkan agar mendapat energi dorongan sehingga terangkat ke perahu,”demikian penjelasan Siti.

Petualangan 2 jam mengarungi sungai Serayu sendiri telah melewati sdikitnya 15 titik jeram, enam diantaranya adalah jeram yang cukup ekstrem. Tak jarang, perahu pun nyangkut di bongkahan batu besar di jeram yang ganas.

Namun demikian hal itu justru menjadi hal paling mengasyikkan sepanjang perjalanan menyusuri Sungai Serayu. Salah satu peserta arung jeram menyebutkan sensasi saat berada di derasnya jeram itu seperti saat naik kuda atau nak delman.

Kemeriahan di dalam arena arung jeram semakin mantap ada yang menjerit histeris, ada yang bermain air dengan saling lempar air menggunakan dayung.

Tak hanya itu, beberapa di antara kelompok kami, kelompok Werewolf misalnya, mendekati kelompok lain ada yang tarik-tarikan, dorong-dorongan, untuk menguji kekompakan dan kekuatan diantara kelompok, dan saat itu pula apabila tidak siap maka ketika lengah peserta bisa terjatuh dari perahu.

Namun sebenarnya, ketika peserta terjatuh entah karena hempasan ombak air, atau perahu menabrak batu, maka peserta tidak perlu panik, cukup diam saja maka tubuh akan mengambang, dan saat itu instruktur langsung menarik baju pelampung dengan gagang dayung, dengan demikian peserta selamat.

 “Sungai Serayu ini sendiri adalah satu diantara titik rafting paling menantang di Jateng, selain Sungai Progo, Elo di Magelang, kemudian di Pekalongan dan Pemalang,”ujar Siti.

Di sungai Serayu, kata Siti, ada tiga operator arung jeram, dengan berbagai pilihan paket, yakni paket 14 kilometer, 16 kilometer dan 26 kilometer. “Untuk yang 26 kilometer itu bisa menempuh 6 jam perjalanan, dan biasanya hanya saat kondisi debit air tinggi,”tandas dia.

Paket 14 kilometer yang kami pilih ini memiliki grade 3+. Paket ini cocok sekali bagi pemula yang sudah pernah melakukan pengarungan namun jam terbangnya belum tinggi dan ingin merasakan sensasi baru dalam menghadapi jeram-jeram sungai. Pengarungan dimulai dari Desa Bojanegara dan finish di daerah The Pikas Adventure Resort.

Untuk paket arung jeram Sungai Serayu dengan skala medium juga tersedia dengan menempuh jarak 16 km dengan durasi waktu sekitar 3,5 jam dengan start dari Desa Randengan dan finish di The Pikas Adventure Resort.

Menikmati jeram deras di Sungai Serayu

Ada juga paket arung jeram Sungai Serayu yang menawarkan pengarungan dengan durasi sekitar 4 jam dan menempuh jarak 18 km dengan rute pengarungan dari Desa Tunggoro dan finish di The Pikas Adventure Resort.

Sedangkan yang terjauh sekaligus terlama yakni 26 km dengan durasi pengarungan sekitar 5,5 jam dengan rute dari Desa Belimbing, Kabupaten Wonosobo, pengarungan akan berakhir di Desa Singamerta, Kabupaten Banjarnegara.

“Tarif untuk menyewa peralatan rafting sesuai dengan jarak yang akan ditempuh, untuk 14 kilometer jam tarif yang dipatok adalah perorang sebesar Rp 230 ribu dan satu perahu diisi oleh 5 – 6 orang dengan 1 orang instruktur,”kata Siti.

Tak terasa perjalanan 2 jam kami selesai begitu tiba di jembatan penyeberangan The Pikast. Agak sedikit kecewa sih, tapi petualangan 2 jam itu menjadi salah satu hal yang paling mengesankan. Meskipun badan terasa capek dan kulit menghitam, tapi guratan kepuasan menempel di wajah-wajah kami.

Bagaimana, Anda tertarik menikmati petualangan Sungai Serayu?

About Author: Dwi Purnawan

Gravatar Image
Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *