Inspirasi dari Perempuan Pebisnis dan Pendakwah Pecinta Ilmu

by

SEMARANG – jatengkita.id  “Yang utama dalam pendidikan anak adalah teladan dan do’a, lingkungan yang kondusif, pendidikan yang menguatkan aqidah, da’wah dan akhlak mulia.” Ujar Ibu Umi Hasanah saat ditemui jatengkita.id di Semarang.

Ibu dengan 7 orang putra dan putri ini adalah seorang pengusaha biro perjalanan ibadah umroh di Kota Solo. Aktivitas beliau sehari-hari selain sebagai ibu rumah tangga juga sebagai pendakwah dan pebisnis. Setiap hari waktu beliau adalah untuk keluarga, mengisi taklim dan mengelola bisnisnya.

Bu Umi mengaku ‘berkenalan’ dengan dunia dakwah sejak tahun 1987 dan sejak saat itu beliau rajin mengikuti setiap kegiatan dakwah. Taklim dan urusan da’wah lainnya selalumenjadi prioritasnya, bahkan beliau hampir tak pernah izin mengisi taklim maupun mengikuti majlis ilmu lainnya. beliau hanya izin ketika ada hal yang urgent dan tak bisa menggeser jadwal taklim.

Bagi beliau, menuntut ilmu adalah keharusan. Terlebih dalam majlis taklim selain sebagai tempat untuk menimba ilmu juga sebagai sarana untuk saling menegakkan ukhuwah islamiyah dan saling memenuhi janji untuk datang kembali ke majlis taklim berikutnya.

Sebagai seorang pendakwah, tentu waktunya terbagi dan kewajibannya sebagai seorang da’i menuntutnya untuk banyak berkontribusi. Inilah yang beliau dan suami, Listyo Nugroho Allahu yarham pahamkan kepada anak-anak bahwa dakwah adalah bagian dari aktivitas keluarga. Anggota keluarga dipahamkan bahwa di antara bagian aktivitas keluarga adalah berdakwah, sehingga tidak ada pemisahan antara keluarga dan da’wah.

Memiliki 7 orang putra dan putri tak mengurangi kontribusinya untuk da’wah dan masyarakat. Selalu ada support dari keluarga untuk aktivitas da’wah beliau. Keluarga juga saling mendukung dan menentukan skala priorotas terhadap aktivitas sehari-hari dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Seperti Ramadhan tahun ini, beliau didapuk untuk mengajar baca tulis Al-Qur’an untuk ibu-ibu sekitar perumahan di masjid. Kegiatan belajar membaca Al-Quran ini masih berlanjut hingga sekarang setiap ahad pagi.

 

Ustadzah Umi Hasanah dan keluarga

 

Mengenai pendidikan anak, beliau mengatakan bahwa yang paling utama adalah teladan dari kedua orangtua. Saat ini marak kekerasan terhadap anak. Dan menurut beliau, anak melakukan kekerasan karena pernah diperlakukan keras atau menyaksikan kekerasan. Untuk itu anak-anak harus diberi asupan yang positif.

Ibu (perempuan) sebagai pendidik utama bagi anak pun harus berkiprah bersama masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu dan kebaikan-kebaikan serta menghidupkan suasana religi di masyarakat. Agama harus menjadi landasan di setiap aktivitas dan menjadi rujukan setiap individu dalam berbuat segala sesuatu.

Perempuan juga harus cerdas dan mendukung suami dalam kebijakan-kebijakan-nya yang postifi. Sangat banyak laki-laki yang saat mengambil kebijakan dipengaruhi oleh perempuan di sekitarnya. Apa jadinya jika si pemberi pengaruh ini justru memberikan pengaruh buruk? Tentu masyarakat pun akan terkena imbas buruknya. Untuk itu, perlu ada ‘gerakan menshalihatkan perempuan’ agar kebijakan yang diambil laki-laki selaras dan sejalan dengan syariat islam, apapun posisi laki-laki itu.

Tak bisa dipungkiri, perempuan pun bisa berkiprah dalam sektor penentu kebijakan ataupun sektor publik lainnya sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Namun, ia tak bisa melepaskan diri dari peran utamanya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Pun, harus ada supporting system yang kuat agar aktivitasnya bisa seimbang.

Sudah saatnya perempuan berkiprah tanpa meninggalkan apa-apa yang menjadi kewajibannya. Beliau berharap jika keluarga penda’wah di Indoenesia bisa seimbang dalam urusan-urusannya, maka akan menjadi keluarga yang kuat dan semoga menjadi keluarga bahagia di dunia dan di akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *