Inspirasi Mbah Sainah Penjual Srabi di Tapen Banjarnegara

by
Sedang membungkus srabi pesanan (Foto: Pratama Widodo)

Namanya Mbah Sainah. Perempuan “sepuh” ini tiap hari berjualan serabi di peritagaan Tapen, Wanadadi Banjarnegara.

Subhanallah.. Beliau ini berjualan mulai dari jam 1/2 5 pagi. Sperti yang sering saya post dibeberapa gambar sebelumnya “ada yg indah disaat sebagian masyarakat masih terpejam”, kalau ini “ada rezeki disaat sebagian penduduk belum beranjak keluar untuk bekerja”.

Pantesan laku keras… La wong cara beliau menjajakan penuh dengan kesabaran dan keramahan. Saya termasuk dalam antrian ketiga terakhir alias hampir tidak kebagian “hihi”.

Dalam antrian itu, saya nyambung dalam pembicaraan ketika sama-sama keluarga yang jadi “korban” kalaban atau tenggelamnya beberapa desa di kecamatan Wanadadi. “Mbah kulo nggih asline mboja ingkang sampun kalaban”, “la kulo nggih malah sing teng bendungane” kata beliau.

Sambil jeprat-jepret mbah Sainah celetuk padaku “dipotreti arep diwei duwit ya mas?”.

Hahaha. Duh dalam hatiku ya cuma bisa berkata “kalau saya kebagian serabinya, baru saya beli dengan uang”

Patutlah kita belajar dari beliau, diusianya yang sepuh masih semangat mencari rezeki yang khalal dan toyib. Kesabaran beliau dan keistiqomahan menjadi teladan bagi kita.

*Ga ada salahnya jika anda hendak bepergian melintasi pertigaan tapen, mampirlah barang sebentar untuk mencicipi serabi mbah Sainah.

 

About Author: Pratama Widodo

Gravatar Image
Bercerita lewat gambar dan tulisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *