Lapak Lesehan Pak Sukijo yang Melegenda

by
Nampak pembeli sedang mengantri beli mendoan (Foto: Pratama Widodo)

Perlu kesabaran tingkat dewa kalau mau coba datang kemari. Lapak lesehan Sukijo atau orang menyebutnya wedang ronde pak Kijo atau mendoan Pak Kijo.

Bertahun tahun beliau bersama keluarganya berjualan disini, 100 meter selatan perempatan Karangkobar.

Mulai dari wedang ronde, mie godhog, mie goreng, nasi goreng, sampai mendoan ada dimari.

Beliau mulai menggelar lapaknya dari sore, dan berakhir malam hari. Banyak orang silih berganti untuk sekedar makan ronde, nasi goreng, atau kadang hanya sabar antri untuk beli gorengan mendhoan.

Memang khasnya di daerah pegunungan, udaranya dingin cocok marucok dihibur dengan menyantap mendhoan.

Nah, kesabaran segera diuji ketika harus antri sekurangnya 1/2 jam untuk akhirnya dapat giliran mendoan. Seberapapun banyaknya penggorengan menampung mendhoan, begitu “dientas” seketika amblas tak tersita.

Mulailah para pembeli merayu, ada yang bilang “selek baksone adhemlah, selek ditinggalah” atau main kasih uang dulu biar dikira dapat duluan.

Tidak sedikit orang yang ga sabar tapi ga bikin kapok untuk tidak beli lagi. Keramahan Pak Kijo dalam melayani dan tertunya rasanya yang khaslah yang membuat banyak orang rela antri dimari.

Salut buat beliau, kesabaran dan keistiqomahan berjualan dari sore sampai malam membuat dirinya semakin kebal menahan banyak omongan dari para pembeli.

yuk gaes.. Kalau anda dari bepergian atau menuju arah dieng pas acara Dieng Culture Festival lewat Karangkobar pada malam hari, sempatkan untuk mencoba tantangan kesabaran disini. Kalau masakan tak diragukan lagi, enak semua pastinya.

About Author: Pratama Widodo

Gravatar Image
Bercerita lewat gambar dan tulisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *