Pecel Pakis, Kuliner Khas Kudus yang Melegenda

by

KUDUS, Jatengkita.id – Siapa yang tidak kenal dengan makanan satu ini, iya pecel. Sangat tidak asing di telinga kan, bahkan sering kita temui di daerah manapun. Eits, tapi kali ini ada pecel yang beda dari pecel yang lainnya, yupp ini adalah pecel pakis, khas Kota Kudus.

 

 

Sekilas memang terlihat sama seperti pecel pada umumnya, aneka sayur-sayuran yang disiram dengan bumbu kacang kental. Nah kalau biasanya pecel menggunakan sayur seperti bayam, kangkung, turi, cipir, touge, kalau di Kudus, ditambah dengan tanaman pakis.

Rasanya jelas beda dong, sensasi kriuknya pakis sangat memanjakan lidah deh pokoknya, langsung ketagihan sekalinya mencoba.

Kenapa ya sayurnya pakai tanaman pakis? Konon ceritanya jaman dahulu masyarakat di Desa Colo, Kecamatan Dawe, atau kawasan lereng gunung muria hanya memanfaatkan tanaman pakis yang tumbuh di daerah tersebut. Siapa sangka seiring berjalannya waktu malah justru menjadi kuliner khas Kudus, tentu saja karena memang hanya ada di Kudus.

Kalau dulu pecel pakis ini hanya bisa di dapatkan di daerah pegunungan muria sana, sekarang di sekitaran Kota Kudus sudah banyak warung yang menjual pecel pakis ini. Jadi bagi wisatawan yang diburu waktu tidak perlu susah mencarinya.

Harganya juga sangat terjangkau, cukup hanya Rp. 5.000 saja per porsinya, kecuali kalau di tambah dengan teh hangat, bakwan, krupuk, atau lauk lainnya ya.

 

Ternyata tanaman pakis yang bahkan seperti tanaman tak berguna tersebut punya kandungan yang cukup lengkap dan baik untuk kesehatan loh. Kandungan yang ada dalam tanaman pakis antara lain, Vitamin A, Vitamin C, Niasin, Fosfor, Flavanoids. Selain itu pakis juga bisa digunakan sebagai obat sakit perut seperti sembelit. Bisa juga digunakan sebagai pengobatan pada parasit internal seperti cacing.

Wah ternyata tidak salah ya masayarakat disana memanfaatkan tanaman pakis untuk dibuat hidangan pecel.

Namun harus pas juga memasaknya, kalau terlalu cepat merebusnya akan membuat lidah kita gatal, kalau terlalu lama malah akan jadi pahit rasanya, jadi harus pas, cukup 1 jam saja merebusnya.

Kapan nih mau mampir ke Kudus? Saya traktir pecel pakis deh nanti.. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *