Menikmati Kambing Guling-Durian Lokal dari Lereng Gunung Lawu

by
Ini dia kambing guling yang bikin ketagihan. (Foto: Fauzan Sumut)
Gravatar Image
Ikuti Saya

Dwi Purnawan

Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.
Gravatar Image
Ikuti Saya

AKHIR pekan kemarin, Jumat (7/12/2018) hingga Ahad (9/12/2018) menjadi salah satu momen istimewa. Karena untuk pertama kalinya saya menikmati kambing guling (Kasihan sekali ya). Lebih nikmat lagi, kambing guling tersebut saya nikmati di Lereng Gunung Lawu, bersama teman-teman komunitas blogger dan foto dari seantero nusantara.

Memang sih, selama tiga hari di Vila Qur’an Al-Rasyid, kawasan Tambak, Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, itu sepertinya bukan hanya bertemunya komunitas tersebut saja. Lebih tepatnya tiga hari pesta kuliner di lereng Gunung Lawu.

Saat pesta duren yang ditraktir Anggota DPRD Jateng (baju putih) di Ngargoyoso.

Bayangkan coba, sejak hari pertama, kami dimanjakan dengan pesta 50 durian yang ditraktir langsung Anggota DPRD Provinsi Mister Hadi Santoso. 50 durian lokal, disajikan dengan aneka rasa, aneka jenis, dan semuanya tak ada yang tidak enak. Kecuali tentunya yang tidak suka durian. Tak puas disitu, kami (saya khususnya), menikmati sate kelinci-double sate ayam lereng Lawu yang terkenal lezat.

Udara dingin memang menjadi salah satu penyebab mengapa saat itu kami merasa gampang sekali lapar selama tiga hari itu, juga sering ke toilet.

Dan, momen yang paling ditunggu tiba. Adalah pesta kambing guling. Setelah saya menikmati kuliner ini, saya bahkan menyesal. Menyesal mengapa tidak sedari dulu makan kambing guling. Lezatnya minta ampun dan bikin lupa berat badan sudah melebihi kuota.

Ini dia kambing guling yang bikin ketagihan. (Foto: Fauzan Sumut)

Untuk diketahui, jenis kuliner kambing guling ini adalah masakan bercita rasa dari kawasan timur tengah. Masakan ini berbentuk kambing utuh berikut tulangnya.

Dan mengapa disebut kambing guling? Ya karena bentuk daging yang dimasak adalah porsi besar, sehingga untuk memanaskan di gulingkan alias diwolak walik.

Menurut salah satu juru masak yang sayang sekali belum berkenalan dengan dirinya, cara masak kambing guling bisa dibilang gampang-gampang susah, karena kekurangan dari daging kambing adalah dagingnya berbau prengus, sehingga bila tidak mampu menghilangkan bau prengus dari daging kambing yang dimasak, maka akan mengurangi kelezatan.

Kambing guling biasa dimasak dengan cara memanggang seekor kambing muda yang sudah disembelih dan dibersihkan kotorannya.

Tertangkap kamera ingin nambah saat pesta kambing guling yang bikin ketagihan. (Foto: Fauzan Sumut)

Menurut keyakinan yang sudah saya buktikan, kambing muda ini dimasak dengan kelebihan karena dagingnya yang lebih empuk dan lebih gurih bila dibandingkan kambing dewasa. Saat pesta kambing guling, semakin sedap rasanya saat ditaburi lada hitam, kecap, irisan cabai dan tentunya jangan lupa tomat dan mentimun.

Sedapnya kambing guling bikin lupa diri. Saya sendiri nambah hingga tiga piring tanpa nasi. Rasa dagingnya lembut, mirip sate kambing, tapi ini lebih mantep karena dagingnya lebih banyak. Yang paling penting, tentu daging kambingnya juga empuk dan paling penting tidak berbau.

Sesekali, atau beberapa kali, mungkin Anda perlu menyicipi lezatnya kambing guling. Eh iya, tapi saya belum tahu harganya. Mungkin mahal. Tapi mahal selaras dengan rasanya yang luar biasa. Cocok untuk komunitas Anda.

About Author: Dwi Purnawan

Gravatar Image
Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *