10 Film Tentang Perjuangan Indonesia

by

Jatengkita.id – Semarang. Rakyat Indonesia akan kembali memperingati hari kemerdekaannya. Hari di mana pernyataan sikap untuk merdeka, bersatu dan berdaulat di tanah sendiri. Terbebas dari segala bentuk penjajahan bangsa lain, baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, pertahanan dan keamanan. Pernyataan tersebut dalam bentuk teks Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan tepat pada tanggal 17 Agustus 1945.

Jatengkita.id mempunyai cara khusus untuk mengenang jasa pahlawan yang telah berjuang untuk meraih kemerdekaan Bangsa Indonesia, salah satunya dengan media film. Cukup banyak film yang mempunyai latar belakang perjuangan pada era 80-90 an, mulai dari film soerabaia 45, Bandung Lautan Api, sampai film Naga Bonar. Namun, pada kesempatan ini kami akan mengulas beberapa film yang mempunyai latar belakang perjuangan kemerdekaan yang diproduksi  10 tahun terakhir.

  1. Jenderal Soedirman
Sumber: wikipedia.org

Film yang disutradarai oleh Viva Westi ini rilis pada tahun 2015 dan dibintangi oleh Adipati Dolken. Film ini menceritakan tentang salah satu tokoh bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yaitu Jenderal Soedirman. Jenderal Soedirman menjadi salah satu tokoh bangsa yang sangat berperan dalam memperebutkan kemerdekaan RI. 

Film Jenderal Soedirman bercerita tentang penghianatan Belanda yang menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menghentikan gencatan senjata atau perdamaian yang telah disepakati sebelumnya. Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simon Hendrik Spoor Panglima Tentara Belanda memimpin Agresi militer ke II menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi ibukota Republik.

Film diakhiri dengan kerjasama antara TNI dan rakyat yang memenangkan perang. Dengan ditanda tangani Perjanjian Roem-Royen, Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia seutuhnya.

  1. Guru Bangsa: Tjokroaminoto
Sumber: wikipedia.org

Film ini merupakan kisah dari salah satu tokoh sejarah Indonesia, HOS Tjokroaminoto. Setelah lepas dari era tanam paksa di akhir tahun 1800, Hindia Belanda (Indonesia) memasuki babak baru yang berpengaruh ke kehidupan masyarakatnya. Yaitu dengan gerakan Politik Etis yang dilakukan oleh pemerintah Belanda. Tetapi kemiskinan masih banyak terjadi. Rakyat masih banyak yang belum mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial antar etnis dan kasta masih terlihat jelas. HOS Tjokroaminoto yang lahir dari kaum bangsawan Jawa dengan latar belakang keislaman yang kuat, tidak diam saja melihat kondisi tersebut. Walaupun lingkungannya adalah keluarga ningrat yang mempunyai hidup yang nyaman dibandingkan dengan rakyat kebanyakan saat itu. Ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan dan ikut merasakan penderitaan sebagai rakyat jelata. Selain itu, HOS Tjokroaminoto juga menjadi pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) beliau juga menjadi guru beberapa pemuda yang kelak menjadi tokoh-tokoh besar Indonesia dengan berbagai ideologi berbeda seperti Soekarno, Kartosuwiryo, Alimin, Musso hingga Tan Malaka.

 

  1. Soekarno
Sumber: wikipedia.org

Film yang menggambarkan kisah perjuangan Soekarno, tokoh proklamator kemerdekaan Indonseia ini diproduksi oleh Hanung Bramantyo.  Film yang rilis pada 11 Desember 2013 ini telah memenangkan ajang ASEAN Intertanional Film Festival and Awards 2015. Sederet artis ternamaan ikut membintangi film seperti Ario Bayu, Maudy Koesnaedi, Lukman Sardi dan Sujiwo Tejo.

Film yang menceritakan semangat nasionalisme ini diawali dengan mengajak penonton untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Hal ini semakin mengingatkan kita sebagai bagian dari jati diri bangsa yang menghargai dan mencintai bangsa Indonesia yang besar ini.

Film ini dibuat dengan urutan kronologis beralur maju. Hanya sedikit di bagian awal film yang sempat flash-back ke masa kecil Soekarno saat masih bernama Kusno, termasuk prosesi pergantian namanya menjadi Soekarno. Untuk kemudian alurnya terus maju hingga ke akhir film.

  1. Sang Pencerah
Sumber: wikipedia.org

Sang Pencerah adalah sebuah film yang mengisahkan pada suatu kampung terbesar di yogyakarta yakni kampung Kauman, dengan Masjid besar sebagai pusat kegiatan Agama yang dipimpin seorang penghulu serta diberikan gelar Kamaludiningrat pada tahun 1868. Bukan hanya itu saja film yang digaraf oleh Ram Punjabi ini telah mendapatkan dukungan dari pimpinan pusat Muhammadiyah keluarga besar kyai Haji Ahmad Dahlan, warga Kauman dan kota Gede Yogyakarta.

Film ini dirilis pada tahun 2010, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1432 H dan mendapatkan perhatian yang sangat besar dari masyarakat Indonesia dengan jumlah penonton sebanyak 1,2 juta penonton.  Film arahan Hanung Bramantyo ini sangat kental dengan nilai toleransi beragama. Atmosfer era 1800-an pun sangat terasa dalam film yang rilis pada 2010 ini. Meskipun masih jauh dari era kemerdekaan, namun semangat perjuangan lepas dari penjajahan di film ini sangat kental terasa.

  1. Sang Kyai
Sumber: Wikipedia.org

Sang Kyai  adalah film drama Indonesia tahun 2013 yang mengangkat kisah seorang pejuang kemerdekaan sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur yakni Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari. Film ini dibintangi oleh Ikranagara,Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken.

Film yang mengisahkan tentang penjajahan Jepang Tahun 1942 yang melarang pengibaran bendera merah putih, melarang lagu Indonesia Raya dan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Sekerei. Tokoh ulama kharismatik yaitu K.H Hasyim Asyari menolak melakukan Sekerei karena tindakan itu menyimpang dari aqidah Islam. Sebagai umat Islam hanya boleh menyembah kepada Allah SWT. Karena tindakan berani itu, K.H Hasyim Asyari ditangkap Jepang.  Harun, Salah satu santri KH Hasyim Asyari menghimpun kekuatan santri untuk melakukan demo menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari. Tapi cara tersebut malah menambah korban berjatuhan. Sedangkan salah satu putranya “KH Wahid Hasyim”, mencari jalan damai dan berhasil memenangkan diplomasi yang berhasil membebaskan KH Hasyim Asyari.

  1. Merah Putih
Sumber: wikipedia.org

Film merah putih merupakan sebuah film nasionalisme, persatuan, persahabatan, dan toleransi agama untuk bersama-sama berjuang mempertahan kemerdekaan, yang di mulai oleh kehidupan 5 pria di Sekolah Tentara Rakyat. Mereka adalah Amir (Lukman Sardi), Marius (Darius), Tomas (Donny Alamsyah), Soerono (Zumi Zola) dan Dayan (Rifnu Wikana). Tujuan mereka satu, mempertahankan kemerdekaan indonesia dari tangan belanda yang di pimpin oleh Van Mook ke jantung kota jawa tengah.

Film ini menceritakan kisah 5 orang Pejuang Indonesia yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Amir seorang muslim yang mempunyai istri bernama Melati, Marius seorang anak priyayi yang kaya raya, kemudian ada Surono yaitu teman Marius yang masih memiliki seorang kakak perempuan bernama Senja, ada juga Thomas seorang kristen dari Sulawesi yang ingin jadi perwira karena keluarganya mati dibunuh oleh tentara-tentara Belanda, dan yang terakhir adalah seorang pemeluk agama Hindu dari Bali yang tidak disebutkan namanya.

  1. Darah Garuda
Sumber: wikipedia.org

Darah Garuda adalah film ke 2 dari sebuah trilogy MERAH PUTIH. Film ini merupakan fiksi sejarah yang mengambil perang gerilya di tahun 1947 sebagai inspirasi. Epik penuh dengan action yang tegang dan dipotret dengan brilian oleh aktor-aktor berbakat papan atas Indonesia, film DARAH GARUDA menceritakan pengalaman tersebut.

Walaupun memiliki latar belakang yang berbeda dan kadang ada konflik yang menajam karena perbedaan dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama keempat lelaki muda itu mampu bersatu melawan Belanda. Mereka dipersatukan oleh rasa kebangsaan dan patriotisme. Dengan berani mereka melancarkan sebuah serangan terhadap kamp tawanan milik Belanda, dan berhasil sekaligus menyelamatkan para perempuan yang mereka cintai.

Pada suatu saat, para kadet ini memperoleh sebuah tugas yang sangat rahasia. Melakukan serangan gaya komando di daerah Jawa Barat, menggempur sebuah lapangan udara vital untuk melawan kezaliman yang telah dilakukan Jendral Van Mook pada Agustus 1947. Ketika sedang berada didalam hutan, mereka bertemu dengan kelompok lain yang ternyata adalah kelompok separatis. Kelompok ini dapat menjadi sekutu baru para kadet tetapi juga berpotensi diantara mereka ada pengkhianat karena menjadi mata-mata kolonial Belanda. Terkepung, baik oleh musuh dari luar maupun dari dalam, para pejuang harus bersatu dan saling percaya karena mereka berjuang demi satu tujuan: Kemerdekaan Indonesia.

  1. Hati Merdeka
Sumber: wikipedia.org

Film yang merupakan sekuel terakhir dari trilogi Merah Putih ini bercerita tentang keadaan Indonesia di tahun 1949 yang walaupun sudah memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1945 tapi masih terus diserang oleh pasukan Belanda yang masih ingin menjajah. Tokoh-tokoh utamanya juga masih seperti film-film pendahulunya yaitu Kapten Amir, Letnan Tomas, Letnan Dayan, Letnan Marius dan seorang pejuang wanita bernama Senja, tetapi ada sedikit perubahan yaitu Letnan Dayan menjadi bisu karena lidahnya dipotong ketika menjadi tawanan Belanda. Film ini mendapatkan respon positif dari berbagai negara, karena dianggap penyempurna trilogi film Merah Putih.

  1. Battle of Surabaya
Sumber: wikipedia.org

Film ini rilis pada tahun 2015, disutradarai oleh Aryanto Yuniawan dalam bentuk animasi.     Film berlatar belakang sejarah Perang 10 November 1945 ini bercerita tentang seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Musa yang membantu orang tuanya mencari nafkah dengan menjadi tukang semir sepatu di Surabaya. Pada saat itu keadaan Indonesia sangat tidak aman karena masih dalam suasana perang. Indonesia yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 masih harus bertempur dengan tentara Inggris yang mengatas namakan pasukan sekutu.

Film ini kabarnya mendapat dukungan Walt Disney Pictures. Walaupun begitu, baik dari animasi, cerita, dan soundtracknya tetap melibatkan orang-orang asli Indonesia. Dalam posternya, tertulis bahwa ada 5 penyanyi Indonesia yang menjadi pengisi suara di film ini. Kita sebagai rakyat Indonesia patut berbangga dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas karya anak bangsa yang satu ini. Karena film ini termasuk karya animasi anak negri yang sanggup menembus pasar global. Bahkan film animasi ini sudah menyabet 10 penghargaan internasional.

  1. Kartini
Sumber: filmbioskopindo.com

Yang terakhir yaitu film Kartini. Film yang rilis pada tanggal 19 April 2017 ini juga disutradarai oleh Hanung Bramantyo, dan dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo, Acha Septriasa, Ayushita, dan Reza Rahadian.

Film ini bercerita tentang perjuangan Kartini yaitu salah satu pahlawan wanita paling populer di Indonesia. Kartini memperjuangkan kesetaraan antara kaum laki-laki dan kaum wanita pada awal tahun 1900-an. Karena pada masa itu, wanita tidak diperbolehkan berpendidikan tinggi, termasuk juga kaum wanita dari golongan ningrat atau bangsawan yang diharapkan hanya menjadi seorang Raden Ayu.

Nah, itulah beberapa film yang mengisahkan tentang perjuangan Indonesia dengan latar memperjuangkan ataupun mempertahankan kemerdekaan. Semoga kita bisa belajar dari para pendahulu kita yang telah berjuang untuk Indonesia. Semoga dengan film ini bisa menambah jiwa nasionalisme para pemuda Indonesia yang akan senantiasa berkontribusi untuk Bangsanya. Merdeka!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *