10 Nama Desa Unik di Indonesia, Ada Desa Pocong

nama desa unik
Desa Pocong, Nama Desa Unik di Indonesia (FOTO : detik.com)

Jatengkita.id – Indonesia, tidak hanya kaya akan keanekaragaman budaya dan kearifan sosial, Indonesia juga ternyata menyimpan segudang keunikan di dalamnya. Ada nama desa unik apa ya di Jawa Tengah?

Salah satu hal unik yang ada di negara Indonesia ini adalah nama desa yang terdengar horror dan agak berbeda dari yang lainnya. Berikut ini adalah nama – nama unik desa yang ada di Indonesia :

  1. Desa Pocong

Desa yang terletak di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan ini menjadi desa pertama yang memiliki nama unik serta horror.

Di balik nama desa ini ada kisah mistis di dalamnya, banyak sekali versi yang menyebar di masyarakat tentang asal usul dari desa ini.

Dalam cerita yang berkembang di masyarakat konon katanya desa ini dulunya merupakan hutan belantara yang terkenal angker, hingga seiring berjalannya waktu hutan ini dihuni oleh beberapa penduduk.

Mereka yang pertama kali tinggal di desa ini sering melihat penampakan hantu pocong, maka dari itulah desa ini disebut sebagai desa pocong.

Dalam versi lainnya konon ceritanya, selama 40 hari, setiap malam warga diteror pocong. Warga sampai menutup rumah rapat-rapat dan menaruh jimat agar tidak diteror hantu pocong.

“Ya karena seringnya warga yang dihantui penampakan pocong itulah, yang membuat desa ini dinamakan Desa Pocong,” tutur Masduki, Ketua BPD Pocong, Jumat (23/9/2022).

“Di versi lainnya, konon katanya dulu ada sebuah pohon pucang yang memunculkan sumber air di bawahnya. Dari nama pohon pucang inilah kemudian dibuat lah nama Desa Pocong,” imbuhnya

  1. Desa Dukun

Desa yang satu ini terletak di kecamatan dukun, Magelang, Jawa Tengah. Mungkin yang ada dipikiran kalian saat membaca nama desa yang satu ini adalah masyarakat di desa ini bekerja sebagai dukun, namun itu salah.

Rupanya tidak. Kasi Kesra Pemerintah Desa Dukun Yantyo pernah menggali informasi dari tokoh-tokoh masyarakat sekitar. Ia mendatangi sesepuh di kampung-kampung. Salah satunya Sujadi (almarhum). Seorang mantan Kepala Dusun Tegalsari.

“Jadi Dukun itu singkatan, kudu rukun. Bukan yang dimaksud dukun ‘orang pintar’, atau sejenisnya. Tapi kalau dulu dukun bayi ada, karena zaman dulu belum ada bidan,” jelasnya.

  1. Desa Siluman

Desa siluman merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Pabuaran, Subang, Jawa Barat. Nama yang diberikan desa ini cukup unik yaitu siluman, namun dibalik keunikan namanya tentu ada cerita di baliknya.

Bisa dinamai desa siluman karena konon katanya dulu ada sebuah aliran sungai yang dinamai Cisiluman. Dari cerita turun temurun pula wilayah siluman dijadikan sebagai tempat persembunyian para pejuang saat dikejar oleh penjajah.

Setiap pejuang yang bersembunyi di wilayah tersebut tak akan lagi dikejar musuh.

  1. Desa Kebocoran

Berjarak sekitar 5,9 kilometer dari alun-alun Purwokerto, desa ini memiliki 1.500 kepala keluarga. Desa yang satu ini memiliki nama yang unik yaitu “kebocoran” namun di balik keunikan namanya ini ternyata menyimpan kisah berdarah di dalamnya.

Dikisahkan Raden Banyak Cokro tengah berpetualang di kaki Gunung Slamet. Ia pun bertemu adiknya, Raden Banyak Ampar.

Sayangnya keduanya tidak akur sehingga justru mereka berkelahi. Raden Banyak Cokro pun kalah setelah ditusuk oleh Raden Banyak Ampar. Darah yang keluar dari rubuh Raden Banyak Cokro pun terus mengalir tanpa henti seperti bocor.

Selain berdasarkan cerita tersebut, nama Kebocoran juga diyakini karena desa tersebut memiliki banyak sumber air yang melimpah dan konon belum pernah kekurangan air meskipun di musim kemarau.

  1. Desa Koplak

Dusun Koplak berada di Ngemplak, Umbulmartani, Kecamatan ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sejarahnya, tempat ini merupakan tempat persinggahan atau tempat istirahat gerobak alias koplakan.

Gerobak ternyata merupakan transportasi yang sering digunakan masyarakat setempat di zaman sebelum kemerdekaan.

Karena tempat ini menjadi tempat singgah gerobak, membuat tempat ini diberi nama koplakan atau koplak.

  1. Desa Kandang Sapi

Desa Kandangsapi merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Jenar, Kabupaten Srage, Jawa Tengah.

Nama “Kandang Sapi” memiliki cerita asal usul yang menarik. Konon, pada zaman dahulu, desa ini terhuni oleh masyarakat yang mayoritas bermata pencaharian sebagai peternak sapi.

Mereka menjaga dan menggembalakan ternak sapi mereka di padang rumput yang luas dan subur di sekitar desa.

Nama “Kandang Sapi” kemudian muncul karena keterkaitan erat antara desa ini dengan aktivitas peternakan sapi yang menjadi sumber penghidupan utama warganya.

  1. Desa Tutup

Desa Tutup adalah sebuah desa di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa tengah. Berdasarkan cerita beredar yang turun temurun, nama Desa Tutup disematkan menjadi nama desa ini, karena dulu sekali terdapat pohon yang bernama Pohon Tutup tumbuh di desa ini.

Di sisi lainnya, desa ini memang masih terkesan tertutup karena banyak masyarakat yang sampai saat ini belum mengetahuinya.

  1. Desa Kasmaran

Mendengar nama Desa Kasmaran yang memiliki kata “Kasmaran”, pasti juga bisa membuat kamu gagal paham.

Paling tidak saat mendengar nama Desa Kasmaran ini, sepintas akan membuat orang yang mendengarnya langsung berfikir tentang fase sedang kasmaran atau seperti mencintai atau mengagumi seseorang.

Desa Kasmaran merupakan salah satu dari beberapa desa yang berada di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Menurut cerita, nama Desa Kasmaran ini kuat berkaitan dengan peristiwa perebutan wilayah antara Kerajaan Sumedang Larang dengan Pangeran Darma, pemimpin daerah Indramayu pada zaman dahulu.

Konon katanya, Pangeran Darma saat itu memikirkan strategi unik untuk merebut kembali sebagian wilayah kerajaannya yang sudah direbut Kerajaan Sumedang Larang.

Waktu itu Pangeran Darma memiliki siasat dengan cara merubah penampilannya menjadi seorang wanita cantik yang kemudian membuat raja kerajaan Sumedang Larang terpikat dan jatuh hati.

Kelemahan raja Kerajaan Sumedang Larang inilah yang kemudian dimanfaatkan Pangeran Darma, sampai akhirnya berhasil merebut kembali daerah kekuasaan kerajaannya.

Dari kisah kasmaran sang raja dan pengeran inilah kemudian menjadi inspirasi penduduknya untuk memberikan nama desa tersebut menjadi Desa Kasmaran.

  1. Desa Pacarpeluk

Kabupaten Jombang memiliki desa yang unik namanya, desa tersebut yaitu desa pacarpeluk. Menurut para sesepuh desa, Desa Pacarpeluk semulanya adalah hutan belantara yang tak berpenghuni hingga seorang pengembara bernama Mbah Wonoyudho datang.

Pengembara yang berasal dari Jepara itu ingin membabat hutan untuk dijadikan sebuah pemukiman.

Salah satu dusun di Desa Pacarpeluk namanya diambil dari pohon atau kembang yang banyak dijumpai Mbah Wonoyudho saat melakukan pembabatan hutan.

Pohon tersebut adalah pohon pacar yang biasa digunakan untuk kutek. Oleh karenanya, tercetuslah nama Dusun Pacar.

Beberapa waktu kemudian ada pengembara lain datang dan diangkat menjadi menantu oleh mbah wonoyudho dan memperluas area pemukiman.

Saat ditengah melakukan pembabatan , mereka bertemu seorang pemuda yang sedang bertapa di bawah pohon mangga.

Kupluk kuncir menghiasi kepala pemuda itu dan bekal nasi yang dikepeli kemudian dimakan dengan cara dipuluk.

Karena kejadian itu, wilayah sebelah utara Desa diberi nama Dukuh Peluk yang tak lain diambil dari istilah nasi sak kepel-kepel terus dipuluk.

Pembabatan hutan tak berhenti dilakukan meski setelah Mbah Wonoyudho wafat. Wilayah pemukiman dan areal persawahan diperluas lagi hingga menyentuh hutan di sebelah timur agak ke selatan Dusun Pacar.

  1. Desa Sumberdukun

Terakhir Desa Sumber Dukun yang ada di kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Desa ini mendapatkan namanya dari penemuan sumber mata air oleh seorang dukun di wilayah tersebut.

Nama desa ini merupakan bentuk penghargaan terhadapdukun yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Meskipun nama ini memiliki konotasi mistis, desa ini menawarkan keindahan alam dan budaya yang menarik untuk dijelajahi.

Gimana ni sedulur Jateng, apakah di daerah kalian ada nama-nama desa yang tak kalah unik lainnya?

Writer: Zulma Amalia - MahasiswaEditor: Ida HP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *