Profil Atlet Indonesia Yang Berlaga di Olimpiade Tokyo 2020

  • Share

jatengkita.id – Olimpiade menjadi salah satu pesta olahraga terbesar di dunia yang selalu ditunggu pelaksanaanya. Ajang olahraga 4 tahun sekali ini menarik minat berbagai kalangan di seluruh dunia, khususnya para pecinta olahraga. Pada tahun ini negara Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade, dengan Tokyo sebagai pusat pelaksanaan berbagai pertandingan. Seharusnya Olimpiade Tokyo dilaksanakan pada tahun 2020, namun karena masa pandemi yang belum membaik menjadikan pelaksanaannya mundur menjadi tahun 2021.

Pelaksanaan Olimpiade Tokyo dimulai dari tanggal 23 juli-8 Agustus 2021 dengan diikuti oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Indonesia mengirimkan perwakilan atlet sebanyak 28 orang yang bertanding diberbagai cabang olahraga.  Pada hasil akhir penyelenggaran Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia berhasil menempati posisi ke-55 klasemen perolehan medali.

Dengan perolehan satu medali emas, satu medali perak dan tiga medali perak. Medali emas diperoleh oleh ganda putri badminton Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Medali perak dipersembahkan lifter putra Indonesia, Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg. Sedangkan perolehan medali perunggu disumbangkan oleh lifter putri Windy Cantika Aisah di kelas 49 kelas, lifter putra Rahmat Abdullah pada kelas 73 kg, dan tunggal putra badminton Anthony Sinisuka Ginting.

Dengan perolehan medali, sudah sepatutnya kita bangga dengan perjuangan para atlet yang sudah mengharumkan nama bangsa. Berikut daftar ke-28 atlet Indonesia yang bertanding di ajang Olimpiade Tokyo 2020,

Bulu Tangkis

Tunggal Putra

  1. Anthony Sinisuka Ginting
Foto : Sports Tempo

Anthony Sinisuka Ginting atau yang akrab dipanggil Ginting ini merupakan kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996. Ginting mengasah kemampuan bulu tangkisnya dengan bergabung dengan klub SGS PLN Bandung sebelum akhirnya bergabung dengan timnas bulu tangkis di bawah naungan PBSI. Saat ini Ginting menempati peringkat lima dunia.

2. Jonathan Christie

Foto : Bola.net

Jonathan Christie yang akrab disapa Jojo ini merupakan atlet kelahiran 15 September 1997. Pria yang mulai terkenal setelah ikut membintangi film “King” di tahun 2009, memulai karir bulu tangkisnya dengan bergabung dengan klub Tangkas Intiland Jakarta. Pada tahun 2018, Jojo berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan meraih medali emas di Asian Games 2018. Pada saat ini Jojo menempati rangking tujuh dunia.

Tunggal Putri

Gregoria Mariska Tunjung

Foto : Liga Olahraga

Gregoria Mariska Tanjung merupakan atlet kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 dan merupakan atlet termuda Indonesia dari cabang bulu tangkis yang berhasil maju ke ajang Olimpiade Tokyo 2020. Pada tahun 2017, Gregoria berhasil menjadi juara dunia junior dengan mengalahkan Han Yue asal China dengan tiga gim panjang. Pada saat ini Gregoria menempati rangking 23 dunia.

Ganda Putri

  1. Greysia Polii

Greysia Polii merupakan salah satu atlet bulu tangkis yang rekam jejaknya sudah tidak diragukan lagi. Perempuan kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1987 ini menempati peringkat empat pada sektor ganda putri dengan pasangannya, Apriyani Rahayu. Sebelumnya pada tahun 2016, Greysia sempat menempati peringkat dua dunia bersama pasangannya, Nitya Krishinda sebelum pada akhirnya Nitya harus gantung raket akibat cedera parah pada bagian kakinya.

2. Apriyani Rahayu

Apriyani Rahayu merupakan atlet kelahiran Konawe, 29 April 1998. Apriyani mengasah kemampuannya dengan bergabung bersama klub Jaya Raya Jakarta. Sebelum dipasangkan dengan Greysia Polii, Apriyani sempat berpasangan dengan beberapa atlet lain, seperti Rosyita Eka Putri, Rinov Rivaldy, Fachriza Abimanyu, dan Jauza Fadhila Sugiarto. Apriyani memiliki sejumlah prestasi membanggakan, seperti meraih medali perunggu di ajang Asian Games 2018 dan medali emas Sea Games 2019.

Ganda Putra

  1. Kevin Sanjaya Sukamuljo
Foto: Ensiklopedia Indonesia

Kevin Sanjaya Sukamuljo merupakan pria kelahiran Banyuwangi, 2 Agustus 1996. Dipasangkan dengan Marcus Fernaldi Gideon, Kevin-Marcus mendapat julukan “the Minions”. Bersama dengan Marcus, Kevin menorehkan sejumlah prestasi membanggakan, seperti juara turnamen All England 2017 dan 2018 dan medali emas pada ajang Asian Games 2018. Pada saat ini Kevin menempati rangking pertama dunia bersama Marcus Gideon.

2. Marcus Fernaldi Gideon

Foto : BadmintonIndonesia.org

Marcus Fernaldi Gideon merupakan salah satu atlet bulu tangkis yang sepak terjangnya sudah tidak diragukan lagi. Atlet kelahiran Jakarta, 9 Maret 1991 ini sempat berganti beberapa pasangan, sebelum akhirnya pada tahun 2015 mulai berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo di sektor ganda putra.  Saat ini Marcus dan Kevin menempati peringkat satu dunia ganda putra. Marcus memiliki sejumlah prestasi gemilang, seperti perolehan juara Australia Open 2016, India Open 2016, serta China Open 2016. Bersama dengan Kevin Sanjaya, Marcus juga  berhasil menjuarai All England 2017 dan juga juara Japan Open 2017.

3. Mohammad Ahsan

Foto : Victor Indonesia

Mohammad Ahsan merupakan kelahiran Palembang, 9 Juli 1987. Berpasangan dengan Hendra Setiawan, Hendra-Ahsan mendapat julukan “the Daddies” karena keduanya sudah berstatus menjadi ayah. Ahsan dipasangkan dengan Hendra mulai tahun 2012 dan sudah menorehkan berbagai prestasi gemilang, seperti juara Asian Games 2014 Korea dan All England tahun 2019. Pada saat ini the Daddies menempati peringkat dua dunia pada sektor ganda putra.

4. Hendra Setiawan

Foto : Victor Indonesia

Hendra Setiawan merupakan kelahiran Pemalang, 25 Agustus 1984. Hendra mengawali karir pada tahun 2007. Pada tahun 2008 bersama almarhum Markis Kido, Hendra berhasil menjadi juara di ajang Olimpiade Beijing dengan mengalahkan pasangan tuan rumah Chai Yun dan Fu Haifeng. Bersama Ahsan, Hendra menorehkan banyak prestasi membanggakan dan berhasil menempati peringkat dua dunia ganda putra.

Ganda Campuran

  1. Praveen Jordan
Foto : Victor Indonesia

Praveen Jordan atau yang akrab disapa Ucok ini merupakan kelahiran Bontang, 26 April 1993. Pada tahun 2014 Ucok memulai pelatihannya di Pelatnas Cipayung dan memperkuat timnas bulu tangkis Indonesia. Saat ini Ucok dipasangkan dengan Melati Daeva pada sektor ganda campuran, setelah sebelumnya berpasangan dengan Debby Susanto. Ucok memiliki sejumlah prestasi membanggakan selama karirnya, mulai dari juara All England 2016, juara Korea Terbuka 2017, medali emas Sea Games 2015 serta All England pada tahun 2020 bersama Melati Daeva. Pada saat ini Ucok menempati peringkat empat dunia ganda campuran bersama Melati Daeva.

2. Melati Daeva Oktaviani

Foto : Victor Indonesia

Melati Daeva Oktaviani merupakan kelahiran Serang, 26 Oktober 1994. Wanita yang akrab disapa Meli ini pernah menjuarai kejuaran dunia BWF di tahun 2012 bersama Edi Subaktiar. Meli aktif mengikuti bulu tangkis mulai dari tahun 2007 dan bergabung dengan PB Djarum setahun kemudian. Bermula dari hobi bermain bulu tangkis, kini Meli mampu menjadi salah satu atlet unggulan Indonesia bersama Praveen Jordan.

Atletik

  1. Lalu Muhammad Zohri
Foto : IDN Times

Lalu Muhammad Zohri merupakan atlet kelahiran Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, 1 Juli 2000. Zohri merupakan atlet lari 100 meter yang berhasil mendapatkan medali emas dan menjadi juara dunia pada ajang Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 di Tampere, Finlandia. Zohri berhasil menorehkan catatan waktu 10,18 detik dan mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

Catatan waktu tersebut berhasil memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri, yaitu 10,25 detik. Zohri aktif mengikuti berbagai perlombaan lari internasioanal dan berhasil menorehkan sejumlah prestasi membanggakan. Ia bergabung ke pelatnas pada tahun 2017 dan menjadi salah satu atlet unggulan Indonesia pada cabang atletik lari.

2. Alvina Tehupeiory

Foto : Media Indonesia

Alvina Tehupeiory merupakan atlet kelahiran Maluku, 5 April 1995. Sprinter Indonesia ini pada tahun 2019 berhasil memecahkan rekor nasional 20 tahun Irene Joseph untuk 200 meter. Alvina memiliki sejumlah prestasi membanggakan, seperti juara satu lari 400 Meter PON XIX Jabar 2016 dengan torehan waktu 23,75 detik atau 11 detik lebih cepat dari rekor lama Irene Joseph. Alvina juga merupakan atlet kebanggaan TNI asal Kodam XVI/Pattimura. Alvina mulai menyukai dunia atletik sejak 2009 dan terus menorehkan beragam prestasi.

Panahan

  1. Riau Ega Agatha Salsabila
Foto : NYSN

Riau Ega Agatha Salsabila merupakan atlet kelahiran Blitar, 25 November 1991. Riau mulai menekuni olahraga panahan sejak umur 10 tahun dan memiliki sejumlah prestasi gemilang. Prestasi pertamanya dengan menjadi peringkat ketiga ajang Asian Grand Prix di Filipina. Riau juga berhasil mendapatkan 1 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu pada ajang Kejuaraan ATM Malaysia Terbuka. Pada ajang Piala Dunia Panahan China, Riau berhasil mendapatkan medali perunggu. Pada ajang Sea Games 2015, Riau berhasil mendapatkan medali perak pada nomor beregu recurve putra. Yang paling mengejutkan pada ajang Olimpiade Rio de Janeiro tahun 2016, Riau mampu mengalahkan pemanah peringkat satu dunia sekaligus pemain terbaik Korea Selatan, Kim Woo Jin dengan skor 6-2. Meski pada akhirnya langkah Riau harus terhenti di babak perdelapan final setelah kalah dari pemanah Italia, Mauro Nespoli.

2. Arif Dwi Pangestu

Foto : Sportstars.id

Arif Dwi Pangestu merupakan salah satu atlet pemanah recurve Indonesia yang lahir pada tanggal 25 Maret 2004. Arif pernah berkompetisi di Kejuaraan Pemuda Panahan Dunia 2017 Rosario, Argentina dalam kategori individu putra. Pada ajang Sea Games 2019, Arif sukses memenangkan medali emas dalan kategori beregu putra bersama Riau Ega Agatha dan Hendra Purnama. Arif berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 setelah mampu menembus partai puncak Final Olympic Qualification Tournament di Charlety Stadium, Paris bersama dengan tim panahan putra merah putih.

3. Alviyanto Bagas Prasatyadi

Foto : NOC Indonesia

Alviyanto Bagas Prasatyadi merupakan atlet panahan asal Klaten kelahiran 18 Februari 1992. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Bagas berlaga pada nomor beregu putra dan individual putra. Bagas tergabung dengan klub panahan Smartku. Selain aktif di klub, Bagas juga sempat belajar memanah di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PLPP) Panahan Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2018, Bagas berhasil mendapatkan medali perak pada ajang uji coba panahan Asian Games 2018 di nomor beregu putra bersama Riau Ega dan Oka Bagus. Di tahun yang sama pula, Bagas berhasil memperoleh medali emas pada Kejuaraan Nasional Panahan 2018 di nomor beregu campuran.

4. Diananda Choirunisa

Foto : Nasional Tempo

Diananda Choirunisa merupakan satu-satunya atlet wanita di cabang olahraga panahan pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 mewakili Indonesia. Sebelum berlaga di Olimpiade, Dian memiliki sejumlah prestasi gemilang, seperti bertanding di ajang Sea Games 2017 ketika baru berumur 20 tahun dan berhasil mendapatkan dua medali emas pada kategori individu dan mixed recurve. Pada tahun 2015, Dian berkompetisi di World Archery Championship, Kopenhagen, Denmark. Atlet kelahiran Surabaya, 16 Maret 1997 ini juga pernah mendapatkan medali emas di PON Jawa Barat tahun 2016 sebagai perwakilan Jawa Timur. Berkat dedikasinya yang tinggi, Diananda turut mengajar di Srikandi Archery School, Surabaya semenjak tahun 2004.

Menembak

Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba

Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba merupakan atlet penembak senapan angin Indonesia kelahiran 27 Mei 2001. Vidya pernah berlaga di ajang Sea Games 2019 Filipina dan berhasil meraih dua medali emas. Vidya mulai menekuni menembak semenjak duduk dibangku kelas tiga SD. Vidya mampu mengukir sejarah sebagai atlet menembak pertama Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 melalui babak kualifikasi.

Rowing

  1. Mutiara Rahma Putri
Foto : Sport tempo

Mutiara Rahma Putri merupakan salah satu atlet dayung Indonesia kelahiran Jambi, 7 Juli 2004. Mutiara pernah mendapatkan medali emas pada cabang olahraga dayung rowing kelas W1X (Women Single Scull) di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV tahun 2019 di Situ Cipule, Krawang, Jawa Barat. Pada ajang Sea Games 2019 Filipina, Mutiara berhasil meraih medali perunggu pada cabang olahraga rowing kelas ringan satu pedayung. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Mutiara turun di nomor lightweight women double sculls (LWX2) atau dayung kelas ringan ganda bersama Melani Putri.

2. Melani Putri

foto : detik.com

Melani Putri merupakan salah satu mahasiswa aktif berprestasi asal Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Pada kualifikasi Olimpiade Rowing Zona Asia di Jepang, Melani bersama Mutiara Rahma Putri berhasil finish pada posisi keempat dengan catatan waktu 7 menit 35,71 detik dan berhasil lolos maju ke ajang Olimpiade Tokyo 2020. Atlet kelahiran Karawang, 21 Juli 2000 ini, memiliki sejumlah prestasi yang luar biasa, seperti perolehan satu emas dan dua perunggu di PON 2016. Melani juga berhasil mendapatkan dua emas pada Porprov Jabar 2018. Pada ajang South East Asia Rowing Federation (SEARF) 2017 di Vietnam, Melani berhasil memperoleh medali perunggu di kelas Double Scull dan Single Scull.

Surfing

Rio Waida

Foto : NOC Indonesia

Rio Waida merupakan peselancar asal Bali kelahiran 25 Januari 2000. Namanya mulai dikenal setelah berhasil menempati posisi keempat pada ajang First Leg Billabong Grommet Attack di tahun 2015. Pada tahun 2016 di Rio, ia berhasil menjadi juara di kompetisi Quicksilver Young Guns Surf tahun 2016. Pada ajang Sea Games 2019, Rio berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia.

Angkat Besi

  1. Eko Yuli Irawan
Foto : Bola.net

Eko Yuli Irawan merupakan atlet angkat besi kelahiran Lampung, 24 Juli 1989. Eko mulai bergabung ke klub dan menekuni dunia angkat besi saat berusia 11 tahun. Eko pernah mendapatkan medali perak di ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016 kelas 62 kg dengan total angkatan 312 kg. Eko juga pernah menjadi juara di Kejuaraan Dunia Junior 2007 Praha, Republik Ceko dan terpilih menajdi lifter terbaik. Pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, Eko turun bertanding di kelas 61 kg dan berhasil meraih medali perak.

2. Deni

Deni merupakan atlet angkat besi Indonesia kelahiran Bogor, 26 Juli 1989. Deni mulai menekuni angkat besi semenjak duduk di bangku SMK. Deni memiliki sejumlah prestasi membanggakan, seperti perolehan medali emas pada ajang Sea Games 2019 di kelas 67 kg dengan total angakatan 315 kg. Pada tahun 2011 Deni berhasil meraih medali emas pada laga olahraga Summer Universiade. Pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, Deni bertanding pada kelas 67 kg.

3. Rahmat Erwin Abdullah

Foto : Celebrities.id

Rahmat Erwin Abdullah merupakan kelahiran Makassar, 13 Oktober 2000. Pada awalnya Rahmat menekuni dunia tinju sebelum akhirnya terjun sebagai atlet angkat besi. Rahmat berasal dari keluarga yang menekuni dunia angkat besi, dimana sang ayah merupakan pelatih timnas dan merupakan mantan lifter, begitu juga dengan sang ibunda. Pada ajang Sea Games 2019 Rahmat berhasil mendapatkan medali emas di kelas 73 kg, dengan total angkatan 322 kg. Pada ajang Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat berlaga di kelas 73 kg putra dan berhasil mendapatkan medali perak.

4. Windy Cantika Aisah

Foto : Skor.id

Widya Cantika merupakan atlet angakat besi asal Bandung kelahiran 11 Juni 2002. Mengikuti jejak sang ibunda (Siti Aisah) yang juga seorang mantan atlet angkat besi, Widya menorehkan sejumlah prestasi gemilang. Pada ajang Sea Games 2019, Widya berhasil mendapatkan medali emas di kelas 49 kg. Widya juga pernah mendapatkan 3 emas di Kejurnas PPLP 2018. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Widya bertanding pada kelas 49 kg putri dan berhasil mendapatkan medali perak.

5. Nurul Akmal

Nurul Akmal merupakan atlet kelahiran Aceh, 12 Februari 1993. Nurul memiliki sejumlah prestasi membanggakan, seperti medali perak dalam lomba +90 kg putri di Pesta Olahraga Solidaritas Islam 2017 di Baku. Nurul juga pernah mendapatkan medali emas pada test event Asian games 2018. Pada ajang Qatar Cup 2019 Nurul berhasil mendapatkan satu medali perak dan dua medali perunggu dalam lomba +87 kg. Pada Olimpiade Tokyo Nurul berlaga pada kelas +87 kg dan mendapat kehormatan membawa bendera Indonesia bersama peselancar Rio Waida di upacara pembukaan olimpiade.

Renang

  1. Aflah Fadlan Prawira
Foto : Sport Tempo

Atlet renang yang terkenal dengan rekor kecepatannya ini merupakan kelahiran Cirebon, 13 November 1997. Pada ajang Asian Games 2018, Fadlan berhasil meraih rekor nasional pada nomor 1500 meter gaya bebas putra dengan catatan waktu 15 menit 24.59 detik. Pada pertandingan Singapore National Age Group Swimming Championship (SNAG) 2019, Fadlan berhasil menorehkan catatan waktu terbaik sekaligus memecahkan rekor nasional nomor 400 meter gaya bebas dan memperoleh medali emas.  Pada Olimpiade Tokyo 2020, Fadlan turun pada laga 400 meter dan 1500 meter gaya bebas putra.

2. Azzahra Permatahani

Foto : Popbela.com

Azzahra merupakan salah satu atlet renang putri Indonesia dengan sejumlah prestasi gemilang. Atlet asal Pekanbaru kelahiran 7 Januari 2002 ini, berhasil membawa medali emas di ajang ASEAN Games 2014 Singapura. Dalam ajang Indonesia Open Aquatic 2019, Azzahra pernah memecahkan rekor nasional baru pada nomor 200 meter gaya ganti putri dengan catatan waktu 2 menit 16,71 detik. Azzahra juga berhasil mendapatkan medali perak dalam gaya ganti 400 meter individu putri pada ajang Games Solidaritas Islam 2017. Pada  Olimpiade Tokyo 2020, Azzahra bertanding pada nomor 400 meter gaya ganti perorangan putri.

Itulah profil singkat para atlet  yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Dengan perolehan medali yang ada, sudah sepatutnya kita bangga dan menghargai kerja keras para atlet yang sudah berusaha memberikan usaha terbaiknya. Terima kasih kepada para atlet yang sudah berjuang di Olimpiade Tokyo 2020. Salam Olahraga.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *