Mengenal Lebih Dekat Hendra Setiawan, The Daddies yang Makin Bersinar

  • Share
AARHUS, DENMARK - OCTOBER 17: Mohammad Ahsan(L) and Hendra Setiawan of Indonesia pose with the trophy after the Thomas Cup final match against China Team during day nine of the Thomas & Uber Cup on October 17, 2021 in Aarhus, Denmark. (Photo by Shi Tang/Getty Images)

Jatengkita.id – Hendra Setiawan adalah seorang atlet bulu tangkis asal Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa dengan segudang prestasinya hingga ke kancah dunia. Pemain bulu tangkis kelahiran Pemalang, 25 Agustus 1984 ini, mengawali perjalanan kariernya di ganda putra dengan Markis Kido hingga pernah mencapai rangking ke-2 dunia IBF. Adapun beberapa gelar juara yang pernah diperoleh yaitu, juara dunia 2007 Malaysia, juara Hongkong Super Series 2007,  juara China Super Series 2007 dan juara Malaysia Super Series 2008 ganda putra Kido/Setiawan.

Foto : Victor Indonesia

Kemudian di tahun 2008 kembali berpasangan dengan Markis Kido pada ajang Olimpiade Beijing dan berhasil mendapatkan medali emas. Setelah mereka beradu melawan pasangan ganda putra dari China Cai Yun dan Fu Haifeng dengan tiga set pertandingan. Namanya juga kembali harum dengan menorehkan juara pada ajang bergengsi Asian Games bersama Markis Kido pada tahun 2010.

Pada SEA Games 2011 Hendra Setiawan dan Markis Kido kembali lagi dipasangkan namun setelah di babak final langkah menjadi juara untuk memperoleh medali emas harus pupus karena dikalahkan oleh Mohammad Ahsan dan Bona Septano. Kesempatan di Macau Open 2011 juga harus berakhir hingga kuarter final setelah dikalahkan oleh pasangan ganda putra Indonesia Hendra Gunawan dan Alvent Yulianto.

Sepanjang tahun 2011, tepatnya pada tanggal 9 Oktober 2011 merupakan hari bersejarah juga bagi Hendra Setiawan karena resmi mempersunting kekasihnya, Sandiani Arief. Hingga kini pasangan tersebut telah dikaruniai tiga orang anak dengan nama Richele Setiawan, Richard Setiawan dan Russel Howard Setiawan.

Perjalanan kariernya di tahun 2012 antara Hendra Setiawan dan Markis Kido harus berpisah. Lalu Hendra dipasangkan dengan Mohammad Ahsan, awal prestasi yang diraihnya adalah semi finalis pada YONEX Denmark Open 2012. Lanjut ke tahun 2013 Ahsan/Hendra mendapatkan dua gelar super series di Djarum Indonesia Superseries Premier dan juara Maybank Malaysia. Satu tahun setelahnya mereka bertanding di All England 2014 dan berhasil menjuarainya di cabang ganda putra setelah berhadapan dengan Jepang dengan perolehan skor 21-19 dan 21-19.

Usianya yang kini tidak muda lagi yaitu 37 tahun, pemain bulu tangkis dengan julukan The Daddies ini masih aktif sebagai atlet bulu tangkis. Tercatat pula pada Olimpiade Tokyo 2020 yang diadakan di Jepang pasangan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan berhasil meraih juara dengan skor kemenangan 2-1. Mengalahkan tim tuan rumah yaitu Keigo Sonoda dan Takeshi Kamura.

Ditambah lagi dengan pencapaian tim Indonesia yang dapat merebut kembali Piala Thomas. Akhirnya setelah menanti selama 19 tahun tim Indonesia berhasil membawa pulang Piala Thomas 2020. Pertandingan final yang diadakan di Ceres Arena, Aarush, Denmark pada hari Minggu, 17 Oktober 2021 itu Indonesia berhasil mengalahkan China dengan skor 3-0.

Hal itu tentu sebuah hadiah istimewa untuk Hendra Setiawan karena trofi Piala Thomas menjadi saksi perjalanan kariernya sebagai pelengkap dalam meraih piala mayor. Empat gelar juara dunia sudah disabet Hendra Setiawan pada tahun 2007, 2013, 2015 serta 2019 ditambah dengan peraih medali emas pada Olimpiade 2008.

Gelar mayor beregu pertama yang diraih oleh atlet asal Pemalang ini juga merupakan perjuangan tim Merah Putih. Sebuah proses panjang yang dilalui oleh Ginting, Jonatan Christie dan Fajar/Rian. Meskipun Jojo harus melawan Li Shi Feng dengan tiga set permainan. Hal itu sudah cukup untuk merebut trofi kejuaraan dan menjadikan trofi pelengkap sebagai gelar beregu mayor pertama untuk Hendra. Walaupun pada saat Piala Thomas ini Hendra dan Ahsan hanya bermain sekali di laga perdana melawan Aljazair.

Sebenarnya pada tahun 2010 hampir saja Hendra meraih gelar mayor bersama Markis Kido namun perjuangan itu gagal dipatahkan oleh ganda China dengan pertarungan tiga set. Saat itu China unggul atas Indonesia dengan tiga kali menang dalam tiga set. Hal serupa juga dialami saat pertandingan di tahun 2016, Hendra berpasangan dengan Ahsan namun harus kalah melawan Denmark dengan perolehan 2-3. Namun, kini kegagalan demi kegagalan yang dialami telah dibayar lunas dengan berhasil melengkapi gelar mayornya. Kata bahagia yang terucap setelah penuh peluh perjuangan dan doa panjang yang dipanjatkan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *