Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

SEMARANG, Jatengkita.id – Baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan tersebarnya kabar seorang pasien yang suspek cacar monyet di Jawa Tengah. Menanggapi dugaan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan pihaknya masih memantau hingga hari ini Kamis, (04/08/2022).

“Kita masih pantau terus sampai hari ini. Kemarin ada yang bercirikan seperti itu, tapi masih didalami,” terang Ganjar.

Dilansir dari Jatengprov.go.id, Ganjar juga menjelaskan, pasien suspek cacar monyet tersebut dalam pantauan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Ganjar menegaskan, pasien tersebut statusnya bergejala namun belum dapat dipastikan positif cacar monyet.

Foto : Jatengprov.go.id

“Kita belum berani menentukan apakah itu monkeypox atau bukan, tapi kita lagi pantau,” ujarnya.

Ganjar juga menjelaskan sebelumnya ada kasus yang sama, namun ternyata hasilnya aman. Meski demikian Ganjar berharap pemerintah pusat memperketat pintu masuk ke Indonesia, untuk mengantisipasi wabah cacar monyet yang muncul di sejumlah negara asing.

“Kami meminta, karena ini pasti ada pengaruh dari luar, maka pintu masuk Indonesia masih butuh pengetatan-pengetatan dan checking menggunakan banyak peralatan agar kita bisa aman,” tegasnya.

Selain itu Ganjar meminta agar seluruh komponen masyarakat tetap waspada namun tidak panik, tetap menjaga pola hidup sehat dan tetap memerhatikan protokol kesehatan.

Wabah cacar monyet dikonfirmasi pada 6 Mei 2022 di Inggris, yang diawali pada saat penduduk Inggris bepergian ke Afrika. Selama berada di sana, penduduk menunjukkan genjala dan tanda klinis yang konsisten dengan cacar monyet pada tanggal 29 April 2022.

Lantas apa saja gejala dan tanda cacar monyet atau monkeypox ini?

Gejala dan tanda cacar monyet atau monkeypox

Dilansir dari laman resmi Kementrian Kesehatan, gejala cacar monyet ditandai dengan masa inkubasi. Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) adalah 5 sampai 13 hari atau 5-21 hari.

Selanjutnya ada dua periode, pertama, masa invasi, berlangsung 0-5 hari terjadi demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa  di leher, ketiak atau selangkangan.

Kedua, masa erupsi. Terjadi 1 sampai 3 hari pasca demam, terjadi ruam pada kulit,  wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata.

Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulapapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya butuh waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Dari negara-negara yang melaporkan kasus monkeypox hanya sekitar  10% pasien dirawat di rumah sakit. Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca masa inkubasi selesai.

Cacar monyet atau monkey atau monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium. Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus Monkeypox ini.

Lalu, Bagaimana penularannya?

Penularan Cacar Monyet

Penularan cacar monyet dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia. Penularan dari hewan ke manusia bisa terjadi melalui kontak langsung antara hewan dan manusia. Umumnya melaui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang terdapat cacar seperti muka atau tubuh hewan. Selain itu, penularan tersebut juga bisa melalui daging hewan yang tidak dimasak secara matang.

Sedangkan, penularan cacar monyet dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan, maupun badan. Atau melalui kontak langsung dan juga droplet.

Demikian penjelasan mengenai gejala cacar monyet dan penularannya, sebagaimana himbaun dari Gubernur Jawa Tengah, masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap menerapkan pola hidup sehat serta memerhatikan protokol Kesehatan sebagaiman mestinya. Sehat selalu dhulur 😊

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published.