Gelar World Tour Concert ke-9 Bertajuk Super Show : Road in Jakarta, Super Junior Pantas Sandang “The Last Man Standing”

  • Share
Suara.com
Suara.com

JatengKita.id- Gelaran konser boy group Korea Selatan Super Junior di Jakarta tinggal hitung mundur. Aksi panggung 8 member ini bakal disaksikan puluhan ribu ELF dan Kpopers tanah air di ICE BSD, Tangerang City. Jadi momen yang ditunggu, penjualan tiket konser langsung ludes dalam hitungan menit, lho. Ini membuktikan tingginya antusiasme penikmat hiburan Korea oleh boy group yang mempelopori Korean Wave ini.

Super Junior sendiri tahun ini berhasil comeback dengan album ke-11 “The Road : Keep on Going” dan resmi mengumumkan konser dunia mereka ke beberapa negara di Asia dan mengonfirmasi menggelar konser juga di Amerika. Di konser edisi Jakarta kali ini, salah satu member membocorkan akan ada pertunjukkan spesial. Wah kira-kira show semacam apa ya? Jelasnya, bakal menghibur ELF yang udah lama banget nungguin tingkah kocak para member Super Junior yang usianya nggak lagi bisa dibilang muda tapi masih sangat menghibur dan kompetitif hingga sekarang.

Konser di Jakarta kali ini diprediksi bakal “hangat” banget ya, Guys. Beberapa member diketahui punya hubungan rekanan yang baik dengan selebriti Indonesia, misalnya Siwon dengan Raffi Ahmad, dan Eunhyuk-Ryeowook-Donghae-Shindong dengan Rossa. Belum lagi ELF yang udah diskusi nyiapin fan art. Dengan usia hampir kepala 4, tentu faktor kesehatan dan agresifitas nggak “semuda” dulu. Opera bernyanyi dan menari khas boy group butuh disiasati agar bisa menampilkan performa total bagi penonton. Jadilah kolaborasi yang ciamik antara idol dengan penggemar, sama-sama ingin memberikan kesan terbaik.

Produktivitas dan Soliditas

Super Junior jadi boy group yang sukses dengan merilis 11 album, pencapaian yang fantastis bagi agensi yang menaunginya, yaitu SM Entertainment. Tiap tahun hampir selalu ada album comeback, meskipun nggak full member (karena alasan wamil). Lagu mereka juga banyak yang jadi hits. Selain itu, Label SJ juga kerap memroduksi program variety show khusus Super Junior yang banyak memperlihatkan aktivitas dan sisi lain tiap member di luar panggung.

Menurut salah satu sumber, Super Junior dinobatkan sebagai boy group tersibuk dengan jam terbang sangat padat, grup maupun individu. Dengan demikian, bisa dikatakan mereka sangat produktif. Terlepas dari bagaimana pengelolaan agensi terhadap popularitas boy group ini, masing-masing member memang berkompeten dalam bidang entertain. Komitmen mereka untuk tetap memperpanjang kontrak di agensi bukan satu-satunya alasan bisa bertahan hingga sejauh ini. Itu hanyalah kondisi realitas yang dibalut dengan humor.

Ada satu aspek utama, yaitu soliditas. Dinamika grup yang terjadi selama hampir 18 tahun nyatanya jadi pendewasaan bagi tiap member. Kerjasama tim yang dibumbui dengan kepedulian, pengorbanan, dan pertikaian memberi banyak pelajaran bagaimana caranya bertahan. Satu hal lagi yang jadi kebanggaan ELF adalah karakter masing-masing member. Seperti yang disampaikan Sang Leader, tidak ada member Super Junior yang tidak gila. Fakta tersebut juga diiyakan oleh beberapa selebriti Negeri Ginseng lain tentang rusuhnya member Super Junior saat di variety show. Mereka masih disatukan dengan visi yang sama. Padahal di sisi lain, kompetensi mereka sangat mendukung untuk bersolo karir. Dan bila bicara soal materi, mereka jelas mudah berdiri sendiri ditambah dengan bantuan koneksi. Tapi mereka memilih stay di bawah naungan SM Entertainment dan tetap berkarya bersama atas nama Super Junior.

Eksistensi dan Kompetisi

Persaingan di industri hiburan nggak akan pernah ada habisnya. Super Junior mengukir kesuksesan sedari lama dan berhasil punya “brand” atas prestasi mereka. Menjadi boy group yang sangat populer pada masanya hingga bisa bersaing dengan kompetitor era sekarang jelas bukan hal yang mudah. Mereka harus menyesuaikan minat dan ketertarikan pasar saat ini seperti apa. Di negeri asalnya, brand reputation tiap bulan bisa dibilang selalu ada perwakilan dari member Super Junior. Hal ini membuktikan bahwa eksistensi mereka masih sangat diperhatikan publik.

Keterlibatan member dalam tiap program hiburan jadi salah satu indikator bahwa pengalaman benar berbicara. Berhasil malang-melintang sejak debut di tahun 2005 dan masih aktif hingga sekarang, tiap member sangat kompetitif. Mereka aktif dengan passion masing-masing, mulai dari solo vocal, presenter, direktur video musik, sutradara panggung, komposer, hingga aktor. Tentu mereka punya value dalam kompetisi dunia entertain.

Nah, akhirnya, pelajaran penting yang kita dapat adalah kita dihadapkan pada kondisi dimana kita harus mampu berkompetisi untuk bisa bertahan. Kerjasama tim jadi salah satu kunci keberhasilan untuk bisa mencapai tujuan yang lebih jauh. Meskipun di dalamnya ada dinamika, tapi itulah yang menjadi parameter untuk proses pendewasaan diri. Berjalan dengan komitmen pada visi yang sama, memudahkan untuk tidak dikendalikan oleh dunia. Semangat berkarya, Guys!

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.