Dua Desa di Jateng Sabet Penghargaan Desa Wisata Terbaik

  • Share
image source : Mytrip123

JatengKita,id- Dua desa di Kota Klaten, dan Kabupaten Wonosobo berhasil menyabet gelar juara di ajang Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, yang diglear oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf). Gelaran tersebut diselenggarakan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Minggu (30/10/2022).

Melalui ajang tersebut, Kemenparekraf memberikan penghargaan kepada 50 desa wisata terbaik melalui dua belas kategori berbeda. Proses seleksi dilaksanakan dengan penilaian ketat terhadap lebih dari 3,419 desa wisata yang terdaftar mengikuti ajang tersebut.

Penilaian dalam proses seleksi sendiri tak hanya ditinjau dari potensi alam, melainkan juga dari segi alam buatan di tiap desa wisata,  tingkat kebersihan hingga tingkat keaktifan pengelola desa wisata dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan wisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan apresiasi kepada 50 desa wisata terpilih yang menjadi simbol kebangkitan Indonesia, dan pembuka tabir baru pengembangan pariwisata serta lapangan kerja.

“Saya mengapresiasi 50 desa wisata terbaik yang menjadi simbol Indonesia bangkit dan membuka suatu tabir baru dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang inklusif. Serta memberikan peluang untuk membuka lapangan kerja,” ujar Sandi sebagaiamana dilansir dari laman resmi Sekretarian Kabinet RI.

1. Desa Wisata Bugisan, Kota Klaten

Desa Wisata Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten berhasil meraih penghargaan pada ajang Anugerah Desa Wisata IndonesiaSA (ADWI) 2022, sebagai juara harapan kedua kategori digital kreatif.

Desa Wisata Bugisan yang identik dengan objek wisata Candi Plaosan ini  memiliki potensi wisata yang tak main-main. Selain karena terletak di area strategis, yakni area pintu keluar Candi Prambanan, Desa Bugisan juga memiliki banyak peninggalan purbakala yang menawan. Salah satu peninggalan sejarah yang paling populer adalah Candi Plaosan. Kemegahan Candi Plaosan dengan stupa yang memadukan corak Hindu dan Budha menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Penghargaan desa wisata terbaik kategori digital kreatif itu otomatis mengkukuhkan Desa Wisata Bugisan sebagai destinasi wisata pilihan nasional. Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Klaten, Sri Nugroho mengatakan bahwa terpilihnya Desa Bugisan menjadi salah satu pemenang desa digital kreatif diharapkan dapat menginsprasi desa wisata lain di Klaten.

2. Desa Wisata Sembungan, Kabupaten Wonosobo

Dalam ajang ADWI 2022 Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo berhasil dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik se-Indonesia untuk kategori desa wisata rintisan lantaran menyabet juara satu dalam ketegori tersebut.

Desa Wisata Sembungan sendiri dikenal sebagai desa tertinggi di pulau Jawa, karena berada di ketinggian 2,300 mdpl. Desa Sembungan tak hanya menawarkan keindahan dan eksotisme alam, melainkan juga kebudayaan daerah yang kaya.

Salah satu objek wisata yang terkenal di desa ini adalah Bukit Sikunir. Wisatawan yang berkunjung di Bukit Sikunir akan tersihir oleh keindahan bentang alam yang memkau, terlebih saat sunrise. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena Bukit Sikunir sendiri dikenal dengan sebutan Golden Sunrise karena keindahahan matahari terbit yang luarbiasa cantiknya. Bahkan saking cantiknya, sunrise di Sikunir terkenal sebagai salah satu yang terbaik di Asia Tenggara lho!

Objek wisata lain yang populer di kalangan para traveler adalah Telaga Cebong dan Curug Si Karim. Sementara itu wisatawan juga dapat mengeksplor keindahan wisata budaya khas daerah berupa tari angguk. Tari tersebut menjadi salah satu warisan budaya setempat yang terus menerus diturunkan dan dilestarikan.

Di samping itu, tujuan penyelenggaraan ajang ADWI 2022 ini selain menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa juga sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia. Terutama kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *