3 Tips Ampuh Ubah Kebiasaan Toxic

stalking
Ilustrasi Stalking (FOTO : everydayhealth.com)

Jatengkita.id – Setiap orang tentu memiliki kebiasaan dalam hidupnya masing-masing, mulai dari kebiasaan baik maupun kebiasaan kurang baik.

Kebiasaan baik seperti menjaga kesehatan fisik dan mental dengan cara berolahraga dengan teratur, mengonsumsi makanan sehat, dan melakukan kegiatan bermanfaat lainnya.

Tetapi sayangnya, pastilah ada suatu hal yang menghalangi kita untuk mencapai tujuan tersebut, hal tersebut karena biasanya disebabkan oleh kebiasaan buruk atau toxic yang tumbuh secara alami.

Meskipun tidak sering namun kebiasaan yang tidak baik alias buruk perlu di ubah lho, meskipun sulit tapi cobalah untuk memberikan solusi agar permasalahan tersebut dapat teratasi, karena kebiasaan yang kurang baik pastinya akan berdampak besar untuk diri kita, sehingga perlu adanya perubahan untuk mengatasi permasalahan tersebut agar tidak terjebak lebih lama.

Lakukan beberapa langkah kecil terlebih dulu untuk mengatasi kebiasaan buruk demi dapat mengubah kebiasaan buruk menjadi baik, kamu bisa melakukan beberapa kebiasaan kecil agar dapat  mengubah seiring dengan perubahan yang kita lakukan.

Tentunya kita juga perlu mengenali diri sendiri, jangan sampai kebiasaan toxic mengendalikan situasi.  Jika kamu memiliki kebiasaan toxic seperti bermalas-malasan, berada di lingkungan buruk, berfikir negatif dan lain sebagainya, maka cobalah pikirkan kebiasaan baik apa yang bisa menggantikannya agar bisa jadi solusi.

Menghilangkan kebiasaan buruk lebih mudah diungkapkan dari pada dilakukan. Hal ini karena kita tak kunjung melakukan perubahan yang seharusnya sudah mulai di terapkan, apalagi jika sudah merasa nyaman maka perubahan tak akan kunjung datang. Sehingga hal itulah yang membuat diri kita tergiring ke dalam lembah kebiasaan buruk yang kompulsif.

Pastinya kita memerlukan suatu strategi yang dilakukan sebagai langkah atau cara menghilangkan kebiasaan buruk tersebut secara bertahap.

Agar kualitas hidup menjadi lebih baik. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencapai perencanaan asalkan ada usaha, dan pastinya harus efektif dalam menghilangkan kebiasaan buruk, agar membuat perasaan lebih bahagia. Penasaran?

Berikut tips menghilangkan kebiasaan buruk yang bisa kamu praktikkan dengan mudah:

  1. Mengurangi Stalking dengan Berolahraga

Di era sekarang ini banyak istilah-istilah gaul yang bermunculan melalui media sosial salah satunya yaitu stalking. Istilah stalking adalah hal yang sudah tidak asing terutama bagi kaum muda aktivitas stalking adalah hal yang cukup umum.

Stalking merupakan aktivitas menyelidiki atau memata-matai seseorang lewat sosial media seperti instagram dan lainnya.

Sebutan di internet tentang stalking adalah cyberstalking. Tujuannya adalah untuk mencari tahu informasi pribadinya atau menyelidiki urusan orang yang lain.

Setiap orang akan merasa tidak nyaman dan terganggu jika merasa di stalking. Sayangnya,  banyak orang yang melakukan stalking terutama bagi mereka dari kalangan milenial dan gen Z sebagai pengguna terbesar.

Terlepas dari istilahnya yang digunakan melalui media sosial tersebut, stalking merupakan aktivitas penguntitan yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, perlunya langkah bijak dalam penggunaaan media sosial sehingga bisa di manfaatkan kearah yang lebi baik. Karena stalking menjadi salah satu perilaku yang kurang baik dan perlu di tinggalkan.

Apalagi hal tersebut tujuannya untuk menyelidiki urusan yang tidak penting pastinya hanya akan merugaikan diri kita sendiri.

Adapun dampak yang bisa timbul dari kebiasaan stalking media sosial diantaranya adalah: memicu negatif thinking, banyak pekerjaan terbengkalai, kehidupan sosial terganggu, banyak waktu terbuang, dan  kesempatan berharga banyak yang terlewat.

Oleh karena itu, mengalihkan kebiasaan buruk stalking ini dengan menyibukkan diri dengan kegiatan yang lebih baik dan lebih positif seperti berolahraga.

Jadi, jika kamu memiliki waktu senggang dari pada tiduran sambil bermain ponsel membuka mendos dan akhirnya stalking, maka baiknya berolahraga agar kondisi fisik dan mental menjadi segar.

Dengan berusaha menyibukkan diri melalui kegiatan lain akan  membuat kamu lebih produktif dan pastinya mampu meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik.

  1. Berubah dari Toxic Friend menjadi Mentor friend

Saat ini banyak orang yang tidak sadar jika dirinya sedang berada di dalam linkungan toxic friendship. Teman yang seharusnya memberikan rasa nyaman, aman, dukungan, menghilangkan rasa kesepian, justru tidak bisa memberikan rasa bahagia.

Teman yang toxic justru akan membuat mental kita tidak sehat. Hubungan seperti ini dapat merusak banyak hal termasuk menghancurkan harga diri. Memiliki teman yang kurang baik tidak akan memberikan manfaat apa pun bagi diri sendiri.

Baca Juga Jauhi Lingkungan Toxic, Jaga Kesehatan Mentalmu! 

Setiap orang tentu ingin memiliki teman yang diharapkan mampu memberikan dukungan sosial dan emosional serta meredakan perasaan kesepian. Meski begitu, faktanya banyak hubungan pertemanan seringkali tidak sesuai harapan.

Salah satunya memiliki toxic friend atau teman  racun yang justru bisa terasa menjengkelkan bagi kita. Menghabiskan waktu dengan teman model racun sepert ini tidak akan membuat kamu merasa antusias, bersemangat, bahkan terinspirasi.

Namun, justru melakukan hal yang sebaliknya. Karena mereka hanya membuat kita sedih dan lemah secara fisik dan mental.

Jadi lebih baik hindari hubungan yang seperti ini dan beralihlah mencari mentor friend agar kualitas hidupmu lebih baik. Dengan memiliki teman pembimbing  yang senantiasa memberikan kita arahan, bimbingan, tujuan hidup. Bahkan memberikan tuntunan kepada kita agar kita bisa meniti masa depan yang lebih baik maka kita akan termotivasi. Mentor friend berkembang menjadi teman terpercaya, penasihat, guru, dan orang bijak, sehingga membuat diri kita maju dan berkembang.

  1. Kurangi Overthingking Perbanyak Action

Secara umum overthinking didefinisikan sebagai perilaku atau kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan.

Overthinking adalah keadaan dimana seseorang berulang kali memikirkan sesuatu atau situasi yang sama hingga membawa pengaruh buruk pada hidupnya. Pada dasarnya overthinking adalah berpikir secara berlebihan, yang jika terus dilakukan dapat menjadi kebiasaan toxic.

Banyak faktor yang menjadi penyebab munculnya overthinking pada diri seseorang. Dan penyebabnyapun setiap orang akan berbeda-beda, jika kamu termasuk orang yang mudah sekali overthingking, yaitu kebiasaan bergumul dalam pikiran,  pastinya membuat diri kamu menjadi cemas dan sulit untuk tidur.

Seseorang yang sering kali overthinking, ia akan selalu khawatir, cemas terutama ketika terjadi masalah, bukannya bersikap tenang dengan keadaan untuk mencari jalan keluar, justru ia hanya bisa cemas karena berbagai fikiran melayang di dalam pikirannya. Sehingga bagi orang yang selalu overthinking rasanya pasti sulit untuk tenang.

Perlu diketahui bahwa  terus menurus resah dan khawatir justru tidak akan membuat kamu menjadi pribadi yang damai, karena ketika kita berfikir berlebihan, tubuh akan mengalami lonjakan kortisol. Artinya bahwa overthinking bisa berdampak negatif pada kesehatan.

Jadi jika seseorang selalu overthingking maka dapat memicu dampak negatif bagi kesehatan tubuh dan juga mentalnya. Oleh sebab itu, kita perlu mengatasi overthingking untuk tingkatkan produktivitas melalui tindakan yang dilakukan.

Jalan hidup setiap orang memang tergantung dari bagaimana pilihan yang diambil oleh setiap individu itu sendiri. Lakukan sesuatu yang membuat kamu menjadi pribadi yang baik dengan berfikir tenang namun disertai tindakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *