Jatengkita.id – Candi Borobudur merupakan kunjungan wajib kalau ke Magelang. Tidak hanya warga Jawa Tengah atau Indonesia, tapi warga dari berbagai manca negara banyak yang berkunjung ke Candi Borobudur. Tapi, apakah teman-teman tahu ada relief Candi Borobudur yang disembunyikan?
Candi Borobudur merupakan candi yang dibangun sekitar tahun 800 Masehi pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Kerajaan Mataram Kuno. Kejaaiban dunia ini terletak di wilayah Magelang, Jawa Tengah.
Sejarah Singkat
Candi Borobudur ditemukan oleh Sir Stamford Raffles sekitar tahun 1814. Kondisi pada saat ditemukan pertama kali dalam keadaan yang berantakan dan kemungkinan mengalami kerusakan akibat dari letusan gunung berapi yang ada di sekitarnya.
Ciri khas candi yang bercorak Agama Buddha dapat dilihat dari bentuk bangunan dan ornamentasi candi, seperti stupa dan juga Arca Bodhisatwa. Selain stupa dan arca, terdapat berbagai jenis ornamen-ornamen dan relief-relief yang mengandung makna kehidupan.
Penemuan candi ini mendorong para peneliti Belanda untuk melakukan kegiatan penelitian. Salah satunya yaitu, J.W. Ijzerman pada 1885, menemukan adanya relief yang ada di kaki Candi Borobudur.
Relief juga terkait dengan ajaran agama, seperti Hindu dan Buddha. Relief digunakan dalam bangunan keagamaan, terutama candi, untuk memberikan pelajaran agama kepada pengikutnya. Pada Candi Borobudur terdapat salah satu relief yakni, Relief Karmawibhangga.
Dengan menggunakan konteks masyarakat masa itu, relief tersebut menjelaskan pelajaran hukum karma. Penamaan relief Karmawibhangga berdasarkan pada pengertian “karma” yaitu perbuatan atau tingkah laku dan “wibhangga” yang bermakna gelombang atau alur perjalanan.

Namun saat pembangunan ulang candi, agar struktur candi lebih kuat maka untuk menahan beban ditambahkan selasar dan undag. Keduanya berfungsi sebagai penguat bangunan. Penambahan selasar dan undag dilakukan pada masa pembangunannya di abad VIII M.
Hal ini juga mendasarkan pada Prasasti Kayuwungan/Karang Tengah (824 M). Kemudian pada 1800-an ditemukan kembali oleh Inggris. Kondisi candi sebagian tertimbun tanah dan vegetasi banyak yang rusak. Kerusakan itu secara tidak sengaja memperlihatkan bagian bawah candi yang awal.
Proyek rehabilitasi tetap harus dijalankan, maka relief-relief yang akan ditutup karena rekonstruksi selasar di dokumentasi terlebih dahulu.
Makna Relief Karmawibhangga
Relief Karmawibhangga adalah representasi visual dari kitab Mahakarmawibhangga. Kitab suci ini membahas hukum sebab akibat dalam kehidupan manusia. Pada dasarnya, setiap panel relief menggambarkan cerita-cerita yang ada dalam kitab.
Setiap panel telah dipotong dengan hati-hati oleh pematung. Panel kanan menunjukkan sebab atau perbuatan, dan panel kiri menunjukkan akibat atau hasil dari perbuatan tersebut. Hubungan antara relief dan kitab aslinya diperkuat oleh inskripsi Sansekerta yang ditemukan padanya.
Bernet Kempers (1976) menyatakan bahwa relief Karmawibhangga menunjukkan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Kuno, terutama pada abad ke-8 dan ke-9. Adegan panel relief ini mengandung banyak data.
Informasi berupa adanya kegiatan keagamaan, kegiatan sehari hari, peristiwa kejahatan (hubungan sebab-akibat), dan juga tradisi besar sebagai tradisi besar penetapan Sima oleh penguasa wilayah di masa Mataram Kuno.






