Wedang Kacang Ijo Kapuran Legendaris yang Masih Jadi Favorit

Wedang Kacang Ijo Kapuran Legendaris yang Masih Jadi Favorit
(Gambar: rri.co.id)

Jatengkita.id – Kota Semarang dikenal memiliki banyak kuliner legendaris yang masih bertahan hingga sekarang. Di tengah munculnya berbagai kafe modern dan tempat nongkrong kekinian, ternyata masih ada kuliner sederhana yang justru selalu ramai pengunjung setiap hari.

Salah satunya adalah Wedang Kacang Ijo Kapuran yang berada di kawasan Semarang Tengah. Tempat wedangan sederhana ini sudah berdiri sejak tahun 1975 dan tetap menjadi favorit masyarakat hingga sekarang.

Meski hanya berupa tenda kaki lima di pinggir jalan, suasana tempat ini selalu ramai terutama saat sore hingga malam hari. Banyak pelanggan datang bersama keluarga, teman, hingga rekan kerja untuk menikmati suasana santai sambil menyantap wedangan hangat dan aneka gorengan tradisional.

Wedang Kacang Ijo Kapuran menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tidak kalah menarik dibandingkan tempat makan modern. Cita rasa yang tetap terjaga selama puluhan tahun menjadikan tempat ini sebagai tujuan kuliner malam favorit.

  • Lokasi Strategis dan Mudah Ditemukan

Wedang Kacang Ijo Kapuran berlokasi di Jalan Ki Mangunsarkoro No.115, Kelurahan Gabahan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya cukup strategis karena berada di pinggir jalan dan mudah dijangkau dari berbagai wilayah Kota Semarang.

Tempat ini biasanya mulai buka sekitar pukul 14.00 hingga 22.00 WIB. Menjelang malam, suasananya semakin ramai oleh pengunjung yang datang untuk menikmati wedangan hangat setelah beraktivitas seharian. 

Meskipun tempat duduknya sederhana dengan konsep lesehan dan kursi plastik, suasana hangat dan ramai justru membuat banyak orang merasa nyaman. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil melihat aktivitas jalanan Kota Semarang yang tetap hidup hingga malam hari.

wedang kacang ijo kapuran semarang
(Gambar: regional.kompas.com)
  • Wedang Kacang Ijo yang Jadi Menu Andalan

Sajian tradisional ini memiliki cita rasa manis dan gurih dengan tekstur kacang hijau yang lembut. Kuah santannya terasa hangat dan cocok dinikmati saat malam hari atau ketika cuaca sedang dingin.

Selain wedang kacang ijo, tersedia pula wedang kacang tanah dan wedang ketan durian yang tidak kalah diminati pelanggan. Kombinasi rasa manis, gurih, dan aroma khas durian membuat menu tersebut banyak diburu pengunjung.

Harga wedangan juga masih cukup terjangkau, yakni sekitar Rp10.000 per porsi sehingga cocok untuk semua kalangan. Tidak sedikit pengunjung yang menjadikan wedangan ini sebagai menu makan malam ringan karena rasanya mengenyangkan sekaligus menghangatkan tubuh.

  • Aneka Gorengan yang Selalu Jadi Rebutan

Selain menu wedangan, daya tarik utama lainnya adalah aneka gorengan dan jajanan tradisional yang tersusun di meja dagangan. Berbagai gorengan tersebut terlihat menggoda, terutama saat masih hangat dan baru diangkat dari penggorengan.

Pengunjung bisa memilih berbagai menu.

  • Tahu bacem jumbo: Rp.4000
  • Lumpia: Rp.8000
  • Siomay: Rp.6000
  • Kroket risoles: Rp.4000
  • Arem-arem: Rp.4000
  • Bakmi goreng: Rp.4000
  • Sarang burung: Rp.4000
  • Suasana Sederhana yang Penuh Nostalgia

Hal yang membuat Wedang Kacang Ijo Kapuran tetap bertahan hingga sekarang bukan hanya soal rasa, tetapi juga suasana yang ditawarkan. Tempat ini menghadirkan nuansa kuliner tradisional yang sederhana, hangat, dan penuh nostalgia.

Pengunjung duduk berdekatan sambil menikmati makanan hangat di bawah tenda sederhana. Suasana seperti ini mengingatkan banyak orang pada kuliner kaki lima tempo dulu yang akrab dan merakyat.

Tempat ini sering menjadi pilihan untuk berkumpul setelah bekerja, nongkrong bersama teman lama, hingga sekadar melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *