Ada! Gerakan Menutup Aurat di Semarang [VIDEO]

by

Pengguna hijab bagi kaum muslimah mulai banyak di kalangan perempuan muda, mulai dari sekolah menengah atas (SMA) hingga universitas. Ini yang melandasi ratusan muslimah muda mendatangi acara Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) dengan tema pakaian berwarna ungu. Acara tersebut digelar tepatnya di depan Masjid Baiturrahman Semarang, Minggu (19/2/2017).

Gerakan menutup aurat 2017 semarang

Aksi ini digawangi oleh Solidaritas Peduli Jilbab (SPJ) Semarang, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang, Hijabers Semarang, Puskomda Semarang, Lazis Baiturrahman. Acara yang terdiri dari beberapa agenda yaitu long march, bagi-bagi jilbab dan flyer, serta aksi tutorial jilbab syar’i ini didedikasikan khusus mengajak bagaimana cara berjilbab sesuai dengan syariat islam untuk kaum hawa.

Menurut Ketua Lembaga Semi Otonom Pemberdayaan Perempuan (LSO PP) KAMMI Semarang Najla Annisa, aksi ini selain untuk mengingatkan agar umat Muslim menutup aurat, juga sebagai pengalihan isu terhadap perayaan Valentine Day yang dirayakan setiap 14 Februari.

“Dengan ini para aktivis juga ingin merubah pandangan masyarakat bahwa 14 Februari sebagai hari menutup aurat bukan Valentine Day,” katanya.

Selain ajakan untuk menutup aurat, aksi tersebut juga mengajak masyarakat untuk Tolak Free Sex, Tolak Komunitas Pro LGBT, serta Gerakan Rangkul Korban LGBT dengan pengumpulan tanda tangan.

“Antusias masyarakat yang hadir sangat baik. Hal ini menggambarkan dukungan penuh terhadap ‘Gerakan Menutup Aurat’ sebagai salah satu langkah menuju peradaban lebih baik,” ujarnya.

Saat di temui Adieba Warda Hayya, Sekertaris One Day One Juz Semarang (ODOJ) yang mendukung acara GEMAR atau Solidaritas Peduli Jilbab (SPJ) menjelaskan beberapa tujuan acara tersebut diadakan.

“kami disini mendukung SPJ untuk menyiarkan Jilbab Syar’i,” ujarnya.

Acara GEMAR ini didukung oleh beberapa organisasi besar antara lain, Peduli Jilbab Semarang, Forum Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Semarang, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang, Lembaga Zakat (LAZIS) Baiturrahman, ODOJ Semarang, Muslim Designer Community (MDC) Chapter Semarang dan Komunitas Film Maker Muslim (KFMM) Semarang.

“Yang menginisiasi acara ini adalah SPJ. SPJ yaitu komunitas besar yang sekalanya sudah nasional,” lanjutnya.

Acara GEMAR diadakan setiap 14 Februari, tiap tahunnya tergantung pada, jika hari tersebut merupakan hari libur nasional.

“Dikarenakan tanggal 14 Februari kemarin tidak weekend, maka jadwal GEMAR di adakan pada Cara Freeday saat ini,” ujarnya.

Selain itu kegiatan tersebut tidak hanya untuk perempuan, namun kaum laki-laki juga ikut diwajibkan untuk menutup aurat nya. Jelas Ketua KAMMI Kota Semarang Muhammad Hafis Darus dalam wawancaranya.

“Gerakan menutup aurat ini, bukan hanya kewajiban untuk perempuan, tetapi kewajiban laki-laki juga,” jelasnya.

Ia mengharapkan kaum wanita dapat menutup auratnya, karena dengan menutup aurat, mereka dapat aman dari kejahatan seksual saat ini.

“Saya berharap wanita dapat lebih menjaga auratnya, karena menjaga aurat mendapatkan banyak kelebihan, terutama bagaimana kita mencegah kejahatan seksual terhadap wanita,” katanya.

About Author: rakamsi

Gravatar Image
bermanfaat, atau hilang tanpa nama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *