Bagnaia Juara Dunia, Quartararo Telan Kecewa sampai Matikan TV

image source : Kompas

JatengKita.id- Francesco Bagnaia resmi menyabet gelar juara dunia usai finis di posisi sembilan pada balapan motoGP Valencia 2022 di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, Minggu (6/11/2022)

Balapan penentuan kemarin (6/11/2022) memang berlangsung menarik. Pasalnya Bagnaia dan Quartararo sejak awal sudah saling berkejar-kejaran memperebutkan posisi lima. Bahkan keduanya sempat bersenggolan. Untungnya kontak tersebut tidak membuat keduanya terjatuh, hanya saja winglet kiri Quartararo patah dan terbang ke sisi lintasan.

Beberapa lap kemudian, Bagnaia berhasil maju di posisi empat setalah Marc Marques terjatuh. The Baby Alien-julukan Mark Marquez- mengalami highside dan motor miliknya pun terbakar. Beruntung, Marquez bisa bangkit dan menyelamatkan diri.

Bagnaia kemudian perlahan mulai melorot performanya. Pembalap Ducati itu disalip Brad Binder dan Joan Mir untuk berada di posisi ketujuh memasuki lap ke-15. Bagnaia bahkan terlihat enggan mengambil risiko untuk menyalip setelah melorot ke posisi sembilan usai disalip Miguel Oliveira, Luca Marini, dan Enea Bastianini saat memasuki lap 22.

Sementara itu, Quartararo tak bisa berbuat banyak dengan berada di posisi keempat di belakang Rins, Binder, dan Martin. Meski akhirnya berhasil mengasapi Bagnaia di lap pamungkas, namun pembalap bermotor Yamaha tersebut harus menelan pil pahit kekecewaan lantaran poin agregatnya masih selisih 17 poin dari Bagnaia.

Quartararo yang kecewa lantaran gagal mempertahankan gelar juaranya diketahui enggan menonton siaran selebrasi Ducati dan Bagnaia.

“Aku harus mematikan TV di pit karena tak mau melihat perayaan Ducati. Kami kehilangan gelar juara, tapi kami akan kembali,” aku Bagnaia sebagaimana dilansir dari oto.detik

“Tim Yamaha sudah bekerja keras dan tak ada alasan kami tak bisa berjuang menjadi juara dunia pada MotoGP 2022,” tegas Bagnaia saat diwawancara.

Meski sangat kecewa, namun Bagnaia tetap sportif dengan menunjukkan sikap gentleman-nya mengakui keunggulan tim Ducati.

“Anda harus menjadi seorang gentleman. Ketika meraih kemenangan sangat mudah menjadi seorang gentleman, tapi ketika kalah rasanya berat. Namun saya harus tetap melakukannya. Selamat untuk dia (Bagnaia), karena pada paruh kedua musim dia sanggat tangguh,” ucap Quartararo usai balapan sebagaimana dikutip dari Corsedimoto.

“Kita tahu Ducati sangat cepat dan mereka punya motor terbaik. Tapi di Ducati mereka selalu jadi yang terbaik. Dia (Bagnaia) menjalani paruh musim kedua yang sempurna,” lanjut Quartararo.

Sebagaimana diketahui, Quartararo perlu menyabet juara satu di balapan pamungkas kemarin demi mematahkan skor agregat Bagnaia yang terlanjur telah melambung tinggi. Namun demikian, usaha dan sportifitas Quartararo harus diacungi dua jempol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *