Ban Tanpa Udara Siap Diproduksi, Selamat Tinggal Ban Bocor!

image source: Michelin North America

JatengKita.id- Pemilik kendaraan bermotor sudah lazim menemui kendala perihal ban. Mulai dari ban kempes, ban bocor, ban meletus, hingga struktur ban yang halus sehingga menyebabkan kendaraan tergelincir. Biaya perbaikan ban memang tidak seberapa, namun intensitas kerusakan yang tergolong sering cukup menguras ongkos tambahan.

Banyaknya kekurangan dan resiko ban konvensional, membuat beberapa produsen ban memutar otak untuk mengembangkan inovasi ban tanpa udara. Inovasi tersebut tentu menjanjikan masa depan cerah di bidang komponen pendukung industri otomotif.

Perusahaan ban asal Prancis, Michelin baru-baru ini bangga mengumumkan targetnya untuk memproduksi ban tanpa udara mulai tahun 2024 mendatang. Inovasi ban besutan Michelin tersebut dinamai Unique Puncture-proof Tire System (Uptis). Michelin bahkan berani menggandeng produsen otomotif General Motor demi bisa merealisasikan impiannya untuk menjual produk secacra massal ke publik pada tahun 2025.

Nyatanya bukan hanya Michelin yang memiliki ambisi untuk memproduksi ban tanpa udara. Perusahaan ternama Bridgestone juga tengah mengembangkan produk serupa bernama QuietTrack.

Jadi seperti apa ban tanpa udara itu?

Ban tanpa udara memiliki struktur unik pada bagian dinding yang berfungsi sebagai penyangga antara bagian tapak ban (lapisan yang menyentuh aspal) dengan pelek.

Nah, struktur unik tersebut-lah yang menggantikan fungsi tekananan udara dalam ban. Struktur tersebut berfungsi sebagai peredam guncangan, sehingga akan membantu suspensi meredam daya kejut ketika menghantam lubang atau jalan yang tak mulus.

Berapa lama ketahanan ban tanpa udara?

Dilansir dari CNN Indonesia, pihak Michelin mengungkapkan bahwa tidak ada cara untuk mengetahui umur ban tanpa udara. Namun yang jelas, pengguna ban tanpa udara perlu mengecek kondisi ban maksimal setiap lima tahun sekali.

Di lain sisi, Michelin menegaskan bahwa ban tanpa udara mampu bertahan tiga kali lebih awet daripada ban konvensional. Selain itu, pengguna dapat lebih berhemat dengan hanya mengganti lapisan tapak luar yang telah aus tanpa mengganti struktur di bagian dalamnya.

Keunggulan lain

Michelin mengklaim bahwa pengemudi tak perlu membawa ban serep selama perjalanan sebab tak akan bocor. Selain itu ban tanpa udara juga diklaim lebih ramah lingkungan karena material pembentuknya dapat didaur ulang.

Berapa harganya?

Michelin membeberkan bahwa ban tanpa udara buatannya, Uptis akan dibanderol dalam kisaran harga US$40 hingga US$65 atau sekitar Rp622 ribu sampai Rp1 juta per ban (kurs Rp15.568). Sedangkan, Perusahaan Bridgestone, akan memasarkan produknya, QuietTrack dengan harga yang lebih mahal, yakni US$133 per ban atau sekitar Rp2 juta.

Harga tersebut tidaklah terbilang sangat mahal jika menyadari ragam keunggulan yang ditawarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *