Semaraknya Borobudur International Festival, Deklarasi Adat Nusantara Hingga Kesenian Tiga Negara

by
Penampilan kesenian dalam pembukaan Borobudur International Festival (BIF). (Foto: Raka Manggala Syafiie/Jatengkita.id)
Gravatar Image
Ikuti Saya

Dwi Purnawan

Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.
Gravatar Image
Ikuti Saya
Penampilan kesenian dalam pembukaan Borobudur International Festival (BIF). (Foto: Raka Manggala Syafiie/Jatengkita.id)

MAGELANG, Jatengkita.id – Pembukaan Borobudur International Festival (BIF) yang digelar di pelataran Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa tengah, Jumat (28/7) berlangsung sangat meriah. Pada pembukaan tersebut, ditampilkan sejumlah keseniankhas Indonesia, diantaranya tari Babat Alas (Kab. Demak), tari Kethek Ogleng (Kab. Wonogiri), tari Gebyar Tegalan (Kota Tegal), tari Wira Wibara (Prov. NTB) dan deklarasi Masyarakat Adat Nusantara (MATRA).

Tak hanya itu, tarian lain yang dihadirkan adalah ari Topeng Asmoro, tari Pesona Borobudur, tarian dari Tiongkok, tarian dari Jepang, tarian dari India, tari Petik Teh (Kab. Batang), tari Kirana Maheswari (Kab. Lumajang- Jatim) dan tari Kidung Karma Wibangga (Komunitas Seniman Borobudur).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan siap menggelar Borobudur International Festival (BIF) setiap tahun untuk menarik kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur.”Ke depan kami siap untuk menggelar Borobudur International Festival (BIF) setiap tahun,” kata Ganjar pada pembukaan BIF 2017 di pelataran Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa tengah, Jumat (28/7) malam.

Ganjar menuturkan kegiatan seperti inilah yang dibutuhkan untuk menarik wisatawan dengan memberikan ruang dan tempat yang lebih banyak kepada para artis baik internasional, nasional maupun lokal semua bisa berkontribusi dalam BIF.

“Mengapa kegiatan itu perlu ada, menurut saya berbagai kekuatan yang kita miliki dari kebudayaan yang ada, kesenian bisa kita tampilkan, hasil UMKM juga bisa ditampilkan, acara ini juga bisa dibuat relly-relly panjang sehingga bisa menghasilkan suatu daya tarik bagi wisatawan,” katanya.

Esti menuturkan pelaksanaan BIF harus konsisten kalau dua tahunan, maka setiap dua tahun sekali harus diselenggarakan sehingga kalau dari negara tetangga mau berpartisipasi bisa jauh hari merencanakan bahwa acara ini bisa terjadwal dan berlangsung berkelanjutan.”Kami dari kementerian dan lembaga bisa bersama-sama mendukung untuk mempromosikan khususnya kegiatan ini,” katanya.

Menurut dia, kegiatan ini luar biasa, tidak hanya dalam bentuk festival atau pertunjukan tari, tetapi juga diselenggarakan seminar dan pelatihan-pelatihan, tidak hanya berkaitan dengan seni tetapi juga kaitannya desa wisata.”Kegiatan ini memang sangat mendukung dalam pengembangan suatu kawasan karena kaitannya juga dengan desa wisata,” katanya.

Penampilan Kesenian Tiga Negara

Tim kesenian dari tiga negara yakni China, Jepang, dan India tampil pada Borobudur International Festival 2017, kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin. Pada pembukaan Festival Desa Wisata 2017 di Lapangan drh Soepardi Kabupaten Magelang, Urip menyatakan BIF akan dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata pada 28 Juli 2017.

Menurut dia, BIF tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan BIF yang lalu, mengingat sekarang kebijakan dari Pemprov Jateng semua kegiatan yang terkait dengan kepariwisataan didorong sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat di mana pun kegiatan itu diselenggarakan.”Dalam rangka itulah BIF 2017 kami dorong diisi berbagai kegiatan yang bisa menyemarakkannya, sekaligus sebanyak mungkin melibatkan masyarakat di sekitar Borobudur dan Magelang pada umumnya,” katanya lagi.

Ia mengungkapkan rencana ke depan BIF bisa diselenggarakan setiap tahun dengan melibatkan sebanyak-banyaknya masyarakat di sekitar Borobudur.Menurutnya, tujuan penyelenggaraan BIF selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yakni agar wisatawan bisa lebih lama tinggal di Magelang.

“Sekarang lama tinggal untuk wisatawan nusantara singkat sekali, misalnya orang Surabaya datang ke Magelang mengunjungi Candi Borobudur sebentar kemudian pulang lagi. Kami ingin banyak event di sekitar Borobudur sehingga wisatawan yang berrasal dari luar Jateng khususnya dan mancanegara pada umumnya bisa lebih lama tinggal di Magelang,” katanya pula.

Deklarasi Matras

Deklarasi Matras di Borobudur International Festival (BIF). (Foto: Raka Manggala Syafiie/Jatengkita.id)

Dalam pembukaan BIF, Perhimpunan Masyarakat Adat Nusantara (Matra) mendeklarasikan berdirinya organisasi kemasyarakatan sekaligus membentuk pengurus pusat di pelataran Candi Borobudur dalam rangkaian Festival International Borobudur.

Ketua umum Dewan Pengurus Pusat Matra, KPH SP RheindraJais Wiroyudho Alam Syah di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat malam, menyampaikan alasan mengapa deklarasi Matra dilakukan di Candi Borobudur yaitu semata-mata untuk menjaga ketahanan budaya dan adat istiadat.”Jadi pendeklarasian Matra di Candi Burobudur bukan karena candi ini icon agama Buddha, tetapi karena Candi Borobudur merupakan salah satu pusat keagungan budaya nusantara yang sangat terkenal di dunia,” katanya.

Menurut dia, untuk kegiatan Matra ke depan juga akan dilaksankan di tempat-tempat seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Benteng Sumbouko, kraton atau di candi-candi atau pusat-pusat kebudayaan lainnya.”Matra tidak akan menggelar acara-acara besar di hotel. Jadi kami akan memberikan nuansa berbeda dengan forum, asosiasi dan ormas lainnya,” katanya.

Ia menuturkan Matra tidak bersaing dengan dengan forum-forum atau asosiasi kraton yang ada di Nusantara ini.”Salah jika Matra dianggap perkumpulan para raja atau kraton. Matra adalah perkumpulan masyarakat umum dari segala lapisan. Jadi matra bukan wadah berhimpun para raja, namun sebagai rasa hormat kami menempatkan para raja, datu, sultan, pemangku adat dan para ratu sebagai dewan penasihat dan dewan pakar di Matra,” katanya.

Dewan Pengawas Matra I Maddusila Daeng MannyonriKatangka Sultan Alauddin II mengatakan deklarasai matra dengan dilatarbelakngi Candi Borobudur, candi bersejarah yang paling hebat, termasuk 10 keajaiban di dunia.”Saya selaku dewan pengawas menyampaikan ini bukan saja perkumpulan para raja, sultan pemanggu adat, tetapi semua masyarakat adat baik itu raja, sultan, dan pemangku adat kemudian pemerhati adat dan budaya tergabung dalam Matra,” katanya.

About Author: Dwi Purnawan

Gravatar Image
Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *