Borobudur Masuk 3 Besar Iconic Adventure Dunia

by

jatengkita.id, MAGELANG – Hallo Sedulur! Dilarang galau lho, wong Indonesia khususnya Jateng makin bersinar dimata dunia, uwong jateng nya kok malah mlempem, ojo yo ojo yo…

Iki lho, coba dibaca deretan 15 Iconic Adventures versi Situs yang kerap memuat artikel dan foto geografi, sejarah, dan budaya terkemuka di dunia, National Geographic :

1. Machu Picchu, Peru
2. Petra, Jordania
3. Borobudur, Indonesia
4. Acropolis, Yunani
5. Tembok Besar, China
6. Sigiriya, Srilanka
7. Plitvice Lakes National Park, Kroasia
8. Mammoth Cave National Park, Kentucky
9. Provence’s Lavender Route, Perancis
10. Avenue of the Baobabs, Madagascar
11. Potala Palace, Lhasa, Tibet
12. Amber Fort, Jaipur, India
13. Sydney Harbour Bridge, Australia
14. Menara Miring Pisa, Italia
15. Reichstag, Berlin, Jerman

Dalam situs tersebut ternyata nomor 3 nya adalah Candi Borobudur. Coba deh cek disini. Didalam websitenya NatGeo mengumpulkan 15 lokasi alam dari seluruh dunia yang untuk menikmatinya perlu upaya khusus, namun setelah mencapai lokasi akan mendapatkan kepuasan. Sebagaimana dalam kalimat judulnya “15 Iconic Adventures Worth the Effort”.

Berikut tulisan tertera dibawah foto candi borobudur

On the island of Java, Maha-yana Buddhist pilgrims climb the 95-foot-high, multitiered structure (the single largest Buddhist temple on Earth) as a symbolic journey to enlightenment. Apex views of surrounding volcanoes are breathtaking, but the nearly 3,000 bas-reliefs deserve a closer look.

 

Candi Borobudur Nomor 3 dari 15 Iconic Adventures versi NatGeo

Sekilas National Geographic

National Geographic sendiri sebelumnya disebut National Geographic Magazine, adalah majalah resmi National Geographic Society. Majalah ini telah diterbitkan semenjak tahun 1888, sembilan bulan setelah pendirian National Geographic Society. Majalah ini biasanya memuat artikel yang terkait dengan geografi, sejarah, dan budaya dunia.

Majalah ini diterbitkan setiap bulan dan tersedia dalam edisi cetak maupun daring. Pada tahun 2011, majalah National Geographic telah beredar di seluruh dunia dalam tiga puluh enam bahasa dengan sirkulasi global sebesar 8,3 juta. Sirkulasinya di Amerika Serikat tercatat sekitar 5 juta per bulan.

Candi Budha terbesar di dunia yakni Borobudur pernah terkenal dan masuk dalam tujuh keajaiban dunia. Tak sampai disana, candi yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), kini dinobatkan oleh National Geographic sebagai top 3 Iconic Adventure Dunia.

Yayasan National Geographic didirikan di Amerika Serikat pada tanggal 27 Januari 1888 oleh 33 orang yang tertarik meningkatkan pengetahuan geografi mereka. Gardiner Greene Hubbard menjadi presiden pertama dan kemudian digantikan oleh menantunya, Alexander Graham Bell. Yayasan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umum tentang geografi dunia dan pada akhirnya mensponsori penerbitan majalah bulanan National Geographic.

Yayasan National Geographic yang berkantor pusat di Washington, D.C., Amerika Serikat, adalah sebuah institusi pendidikan dan ilmiah nonprofit terbesar di dunia. Yang menjadi perhatian Yayasan National Geographic meliputi Geografi, arkeologi dan ilmu alam, kampanye lingkungan hidup dan konservasi sejarah, serta studi tentang sejarah dan kebudayaan dunia. Logo Yayasan National Geographic adalah bingkai potret berwarna kuning – berbentuk persegi panjang – yang muncul di tepi halaman depan majalah National Geographic dan logo channel TV National Geographic Channel. National Geographic juga memiliki website yang menonjolkan konten ekstra dan even-even di seluruh dunia.

National Geographic saat ini telah terbit di 60 negara dalam 30 bahasa dengan oplah lebih dari 9,5 juta eksemplar per bulan.

Kembali ke Candi Borobudur yang Memukau NatGeo

Desain dan detil candi Budha terbesar di dunia yang rumit, dengan relief yang kaya cerita dan filosofi, serta kemegahannya, ternyata tak kalah dengan popularitas Machu Picchu di Peru dan Petra di Jordania.

Machu Picchu di Peru menempati urutan pertama 15 Iconic Adventures NatGeo

Seperti dikutip Republika Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada NatGeo, yang menempatkan Borobudur di posisi terhormat. Karena karya budaya penuh legenda yang sudah diakui UNESCO itu memang hebat.

“Kalau yang memberikan peringkat dan menilai hebat, kelas dunia, atas karya heritage yang kelas dunia juga, maka Itu semacam konfirmasi, bahwa bahwa borobudur memang sudah jadi ikon dunia,” kata Arief Yahya.

Sebanyak 2.672 ukiran relief dan 600 patung dan stupa Buddha yang ada di sana juga dinilai sebagai keajaiban karya manusia. Tak bisa ditemui di belahan dunia manapun. Ditambah lagi, Borobudur sudah ditetapkan ke dalam situs warisan dunia UNESCO sebagai cagar dunia sejak 1991 silam.

Tentang 7 Keajaiban Dunia

Tujuh Keajaiban Dunia biasanya menunjuk ke Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Pencetus awal daftar ini adalah Antipater Sidon, yang membuat daftar struktur dalam sebuah puisi (sekitar 140 SM).

‘Aku telah menyaksikan tembok Babilonia yang perkasa yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di tepi sungai Alfeus, aku telah melihat taman gantung, dan Kolosus (patung kolosal) Dewa Matahari, dan gunung buatan dari piramida yang menjulang tinggi, serta makam raya Raja Mausolus; namun ketika aku melihat kuil Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, ‘Tengoklah, selain Olympus, Matahari tidak pernah lagi melihat apapun yang sedemikian agung.’
—Antipater, Greek Anthology IX.58)
Sejarawan Herodotus, orang pintar Callimachus dari Kirene (kira-kira 305 SM – 240 SM), teknisi Filon dari Bizantium telah membuat daftar yang lebih awal namun tulisan-tulisan ini tidak ada yang terselamatkan, kecuali hanya sebagai referensi.

Menpar Arief Yahya pun menetapkan Borobudur sebagai “Mahakarya Budaya Dunia” atau World Cultural Masterpiece. “Begitu diangkat oleh National Geographic ini menaikkan pamor Borobudur yang sebentar lagi Perpres dengan Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Borobudur akan disahkan Presiden Jokowi,” kata Menteri Arief.

Borobudur memang akan menjadi taruhan besar, untuk pengembangan destinasi 10 Bali Baru. Cultural-nya bagus, world class, tapi performance-nya masih jauh dari Angkorwat.

Presiden Jokowi juga mempromosikan serius di Hongkong, 1 Mei 2017. Presiden juga pernah menginjakkan kakinya di kompleks candi Borobudur itu, sejak 29 Januari 2016.

Di Museum Masam Tussauds Hongkong, Presiden juga menyebut nama “Borobudur”, untuk dijadikan backgrop atas patung lilinnya. Presiden Jokowi sudah ground breaking bandara New Jogja International Airport di Kulonprogo 27 Januari 2017.

Rakor tingkat menteri di UGM Bulaksumur soal Borobudur juga sudah dilakukan oleh Menkomar Luhut B Pandjaitan, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi, MenPUPR Basuki. Keputusannya percepatan BOP Borobudur dengan segala solusinya.

Dengan predikat baru, top 3 Iconic Adventure dunia tersebut, maka secara otomatis akan membuat Borobudur semakin nge-hits di level dunia.

“Ini sebuah kebanggaan besar. Borobudur semakin memperkuat kepercayaan diri untuk percepatan membangun pariwisata sebagai leading sector dan core economy bangsa. Kami akan terus pantau perkembangan Borobudur,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dirinya tahu persis, bahwa ulasan National Geographic sangat penting artinya. “Ini akan mendrive pembaca setia National Geographic untuk mencari informasi seputar Borobudur. Ujung-ujungnya travelers akan makin banyak yang datang ke sana,” katanya.

Dan saat ini, Borobudur sedang dikembangkan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Standar yang digunakan juga mengacu pada standard dunia. “Jika ingin menjadi global player, kita harus menggunakan global standard. Dan Borobudur punya itu,” jelas Arief.

Candi Borobudur termasuk 7 Keajaiban Dunia ??

Situs-situs yang mengklaim bahwa Borobudur termasuk “Tujuh Keajaiban Dunia” sebagian besar ditulis oleh orang Indonesia. Merujuk pada situs Wikipedia, Borobudur memang tidak termasuk dalam tujuh keajaiban dunia. Pada beberapa situs lainnya pun tidak semuanya mencantumkan nama Candi Borobudur. Bahkan pada situs wonderclub.com, Borobudur dianggap sebagai keajaiban yang terlupakan “The Forgotten Wonders”. Seperti juga pada situs dari profesor teknik sipil University of South Florida, Borobudur ditempatkan pada kategori Forgotten Wonder bersama beberapa peninggalan bersejarah dunia lainnya. Seperti diketahui, peninggalan yang masuk pada kategori “yang terlupakan” itu biasanya adalah situs yang kurang dikenal oleh para sejarawan dan arsitek dunia.

Barangkali, masyarakat di tanah air sudah saatnya menyadari fakta bahwa sedari dulu Candi Borobudur memang tidak dikenal sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia pada literatur internasional. Hanya saja sejak dulu bangsa Indonesia menyebutnya dalam buku-buku pelajaran di sekolah-sekolah sebagai “Tujuh Keajaiban Dunia” (versi indonesia). Namun, meski begitu, Candi yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) hingga saat ini tetap masih diakui sebagai warisan budaya dunia.

Sejarah dan Detail Bangunan Candi Borobudur

Borobudur tetap dianggap “ajaib” meski hasil ‘polling’ sebuah lembaga swasta di Swiss tidak lagi memasukkan candi Dinasti Syailendra itu sebagai ‘keajaiban dunia’. Candi Budha paling terkenal itu dibangun pada abad ke-8 hingga abad ke-9 Masehi yang dibangun terbagi dalam tiga bagian, yaitu dasar piramida dengan teras datar konsentris, stupa yang penutupnya terdiri dari tiga platform sirkular, dan puncaknya berupa stupa monumental. Candi Borobudur sudah mulai dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.

Candi itu tersusun dari kurang lebih 55.000 M3 batu yang dipahat dan bila relief-relief di Borobudur disusun berderet, maka panjangnya bisa mencapai 2900 meter. Pantas bila kemudian “kompetisi” pemilihan keajaiban dunia yang diadakan Bernard Weber itu memunculkan banyak reaksi keras terutama dari UNESCO dan beberapa negara yang memiliki warisan budaya yang dinilai ajaib tetapi tidak termasuk dalam daftar tujuh keajabian dunia yang dihasilkan dari pemilihan tersebut, misalnya saja Mesir yang memiliki Piramid.

UNESCO secara tegas menanggapi tidak memiliki keterkaitan apapun dalam proses dan hasil pemilihan tujuh keajaiban dunia baru itu. Banyak pihak menganggap sistem pemilihan tujuh keajaiban dunia itu tidak layak dan tidak valid karena hasil didapatkan hanya berdasarkan voting layaknya sebuah acara reality TV show. Kebesaran peninggalan sejarah amat tidak layak bila hanya ditentukan dari sebuah voting tanpa ada kriteria-kriteria tertentu yang ilmiah dan obyektif dalam menilainya. Seperti diketahui, UNESCO sendiri tidak terpaku pada patokan jumlah keajaiban dunia sebanyak tujuh. Organisasi dunia itu hanya memberikan istilah ?World Heritage? (peninggalan -sejarah/kebudayaan- dunia).

Dosen sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sumargono, mengatakan, kriteria ‘polling’ yang dilakukan melalui inisiatif pribadi Bernard Weber tersebut tidak begitu jelas dan belum bisa dijadikan patokan. “Yang pasti, UNESCO masih mengakui Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia,” katanya. Kredibilitas ‘polling’ tersebut memang perlu dipertanyakan karena kriterianya tidak jelas. Meski demikian, kata dia, hasil ‘polling’ itu setidaknya bisa menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia dan tetap menjaga kelestarian candi Budha tersebut.

Target kunjungan wisata Borobudur tahun 2007 sebanyak 1,384 juta dan hingga Juni 2007 telah terealisasi 831.368 orang. Pada tahun 2006 wisatawan yang ditargetkan 2,150 juta hanya terealisasi 1,243 juta orang karena terjadi bencana alam gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi. Seven wonders SMS Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik meminta masyarakat Indonesia untuk tetap menganggap Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, sebagai keajaiban dunia.

 

Barangkali ada yang mau lihat keindahan candi Borobudur dari atas, monggo, hehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *