Bus Listrik Buatan Anak Bangsa Siap Wara-Wiri Hari Ini

image source : Tribun-Bali

JatengKita.id- Bus Listrik Merah Putih mulai digunakan sebagai angkutan pengumpan atau biasa disebut shuttle siap wara-wiri mulai hari ini (11/11/2022). Beroperasinya bus listrik tersebut guna membantu pelayanan mobilitas para delegasi dan peserta KTT G20 yang akan berlangsung di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang.

Bus bergaris pelat biru tersebut dijadwalkan akan mulai beroperasi selama periode 11-17 November 2022, dengan jam operasional dari pukul 06.00 WITA hingga pukul 22.00 WITA

Bus listrik yang digadang-gadang ‘Buatan Anak Bangsa’ tersebut rupanya merupakan produk kolaborasi antara Kemenhub, Kemenristek Dikti, INKA (PT. Industri Kereta Api), dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, sendiri telah mengecek kesiapan Bus Listrik Merah Putih pada Kamis (10/11/2022)

“Saya menjajal bus listrik karya anak bangsa, hasil kolaborasi antara Kemenhub, Kemenristek Dikti, INKA, dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Tingkat komponen dalam negeri bus listrik ini sudah lebih dari 50 persen,” kata Menhub sebagaimana dikutip dari CNN.

Tak kurang dari 30 unit bus listrik merah putih yang terdiri dari bus ukuran besar dan sedang akan beroperasi dan melayani penumpang sepanjang kawasan Nusa Dua, daerah Sawangan, Samabe, serta kawasan venue KTT G20 Bali. Selain 30 bus tersebut, terdapat tambahan 11 bus listrik lain yang didatangkakan oleh berbagai pihak, yakni Universitas Indonesia dan sejumlah produsen otomotif dalam negeri.

Rencananya, setelah digunakan dalam perhelatan G20, bus listrik akan digunakan sebagai angkutan massal perkotaan di kota Bandung, Surabaya, dan juga Bali. Teknis operasionalnya sendiri akan dikelola oleh Perum DAMRI melalui program buy the service (BTS) dari Kemenhub.

Penyediaan bus listrik pada hajatan akbar G20 ini otomatis membuktikan komitmen Pemerintah Indonesia untuk mewujudkan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan. Hal tersebut sekaligus menjadi upaya kolaboratif bersama negara-negara di dunia untuk mengatasi krisis energi dan menangani perubahan iklim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *