BWF World Tour Finals : Panggung Laganya Atlet Moncer 2023

BWF Final
Seo Seung Jae (kanan) meraih dua medali emas di BWF World Championships 2023 (Foto: AP/Mads Claus Rasmussen)

Jatengkita.id – Desember menjadi bulan penutup kompetisi perhelatan turnamen bulutangkis tiap tahunnya. BWF menggelar World Tour Finals sebagai panggung bagi para atlet badminton peraih poin tertinggi klasemen selama satu musim berjalan. Siapa saja? Simak Selengkapnya.

Turnamen yang sebelumnya bernama BWF Super Series Finals ini mulai berubah formasi sejak 2018 dan menjadi kompetisi dengan total hadiah paling banyak diantara turnamen resmi di bawah naungan BWF.

Tidak seperti pertandingan lainnya yang menggunakan sistem gugur, BWF World Tour Final hadir dengan format kompetisi berbeda, yaitu sistem round-robin dan diawali dengan babak penyisihan grup.

Sistem round-robin merupakan format dimana setiap pemain akan bertemu-tanding dan ini menjadi format yang adil.

Peserta dalam turnamen ini adalah peringkat delapan teratas untuk setiap sektor dengan ketentuan setiap negara hanya boleh mengirimkan dua perwakilan.

World Tour Finals juga memberikan golden ticket bagi peraih emas olimpiade (dimana tahun tersebut bertepatan dengan pelaksanaan olimpiade) dan bagi juara dunia badminton (Badminton World Championship).

Apabila dalam catatan ranking, kedua kategori tersebut tidak masuk dalam peringkat delapan besar, maka peringkat paling bawah yaitu delapan harus tergeser dan tidak bisa berpartisipasi dalam World Tour Finals.

Peserta World Tour Final 2023

Tunggal Putri

Grup A

  1. An Se Young (KOR)
  2. Tai-Tzu Ying (TPE
  3. Gregoria Mariska Tunjung (INA)
  4. Kim Ga-Eun (KOR)

Grup B

  1. Chen Yufei (CHN)
  2. Carolina Marin (ESP)
  3. Han Yue (CHN)
  4. Beiwen Zhang (USA)

Tunggal Putra

Grup A

  1. Kodai Naraoka (JPN)
  2. Shi Yugi (CHN)
  3. Anthony Sinisiku Ginting (INA)
  4. Viktor Axelsen (DEN)

Grup B

  1. Jonathan Christie (INA)
  2. Li Shifeng (CHN)
  3. Anders Antonsen (DEN)
  4. Kunlavut Vitidsarn (THA)

Ganda Putri

Grup A

  1. Chen Qingchen/Jia Yifan (CHN)
  2. Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (JPN)
  3. Apriani Rahayu/Sitia Fadia Silva Ramadhanti (INA)
  4. Liu Shengshu/Tan Ning (CHN)

Grup B

  1. Baek Ha Na/Lee So Hee (KOR)
  2. Nami Matsuyama/Chiharu Shida (JPN)
  3. Jongkolphan Kithitarakul/Rawinda Prajongjai (THA)
  4. Kim So Yeong/Kong Hee Yong (KOR)

Ganda Putra

Grup A

  1. Liang Weikeng/Wang Chang (CHN)
  2. Aaron Chia/Soh Woi Yik (MAS)
  3. Liu Yuchen/Ou Xuanyi (CHN)
  4. Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (JPN)

Grup B

  1. Fajar Alfian/M. Rian Ardianto (INA)
  2. Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae (KOR)
  3. Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (DEN)
  4. Shohibul Fikri/Bagas Maulana (INA)

Ganda Campuran

Grup A

  1. Feng Yanzhe/Huang Dongping (CHN)
  2. Yuta Watanabe/Arisa Higashino (JPN)
  3. Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (MAS)
  4. Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (THA)

Grup B

  1. Zheng Siwei/Huang Yaqiong (CHN)
  2. Seo Seung Jae/Chae Yoo Jung (KOR)
  3. Kim Won Ho/Jeong Na Eun (KOR)
  4. Tang Chun Man/Tse Ying Suat (HKG)

Berdasarkan data di atas, China mendominasi dengan menurunkan maksimal perwakilan di semua sektor.

Disusul Korea, Jepang, dan Indonesia yang masing-masing tidak memiliki perwakilan di sektor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran. Dengan peta kekuatan tersebut, China masih sangat kokoh.

Hasil Akhir

Babak final laga World Tour Finals berlangsung Minggu, (17/12/23) di Hangzhou, China pukul dua siang waktu setempat. Derbi China berhasil ditampilkan oleh pasangan visual Zheng Siwei/Huang Yaqiong VS Feng Yanzhe/Huang Dongping.

Zheng Siwei/Huang Yaqiong berhasil menang secara straight game dan mengoleksi gelar keduanya secara beruntun sejak tahun 2022.

Berikutnya di nomor tunggal putri, dua pemain senior yang sama-sama unggul, bertanding secara ketat. Tai-Tzu Ying berhasil menang setelah mengalahkan peraih emas Olimpiade Rio De Janeiro, Carolina Marin dengan poin 12-21, 21-14, dan 21-18.

Hasil kemenangan ini merupakan raihan yang sama bagi keduanya yang juga dicapai saat World Tour Finals tahun 2020 di Thailand.

Sementara itu, wakil Indonesia Gregoria Mariska Tunjung berhasil menjadi juara ketiga grup setelah mengalahkan Kim Ga Eun dan tidak lolos di babak semifinal.

Meskipun poin pertandingannya berada di bawah lawan, namun Jorji (sapaan akrabnya) berhasil menjadi juara ketiga karena kemenangan head to head atas Kim Ga Eun.

Peraih Female Player of The Year, An Se Young yang digadang-gadang akan mencapai podium tertinggi turnamen penutup ini, akhirnya harus terhenti di babak semifinal setelah Tai-Tzu Ying berhasil revans dari babak penyisihan grup.

Rivalnya, Chen Yufei juga harus kalah secara beruntun dari Carolina Marin. Pertandingan antarperaih emas olimpiade itu berjalan sangat ketat dan wakil China ini hanya mampu menjadi semifinalis.

Menjadi sektor paling kompetitif, nomor ganda putra selalu menampilkan performa yang menghibur penggemar yang sering sulit diprediksi siapa pemenangnya.

Fajar/Rian harus puas menjadi semifinalis setelah dikalahkan oleh pasangan muda China Liang Weikeng/Wang Chang. Sementara Bagas/Fikri sudah kalah lebih dulu di babak penyisihan grup.

Ganda putra paling moncer tahun ini rasanya pantas dianugerahkan pada pasangan Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae. Setelah berhasil menjadi juara dunia, mereka juga memenangi laga dengan tuan rumah secara straight game.

Meskipun lawan berhasil menikung di poin akhir, namun skor kemenangan lebih dulu diraih pasangan Korea ini. Seo Seung Jae sendiri tahun ini menerima penghargaan sebagai Male Player of The Year oleh BWF.

Hal ini jelas layak ia dapatkan, mengingat pencapaiannya tahun ini berhasil memboyong gelar-gelar mayor. Kini, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae bisa mencapai ranking tertingginya ke posisi tiga dunia.

Menjadi Pair of The Year, Chen Qingchen/Jia Yifan juga memenangi babak final melawan Baek Ha Na/Lee So Hee dengan skor 21-16, 21-16.

Performa mereka yang solid dan konsisten tahun ini bahkan hanya sekali diterpa cedera, menjadikan mereka unggul dengan gelar bergengsi Asian Games kedua dan Badminton World Championship keempat kalinya. Wow!

Pasangan Indonesia yang diwakili Apriyani rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti harus terhenti di babak penyisihan grup.

Setelah sempat diberi angin segar akibat mundurnya pasangan Jepang Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara akibat cedera, Apriyani juga harus merelakan posisinya karena beban cedera juga yang belum sembuh total.

Terakhir, di nomor tunggal putra, Viktor Axelsen menang untuk ketiga kalinya di World Tour Finals. Ia mengalahkan wakil tuan rumah Shi Yuqi dalam dua babak langsung.

Shi Yuqi melaju ke babak final setelah mengalahkan wakil Indonesia, Jonathan Christie. Sementara Anthony Ginting, sudah lebih dulu gugur di babak penyisihan grup.

Tahun 2023 menjadi tahun terpuruk bagi Indonesia. Setelah gagal dalam Asian Games, tahun ini tidak ada satupun wakil yang menembus babak final World Tour Finals.

Daftar panjang kebobrokan Indonesia juga ditambah dengan kegagalan di Sudirman Cup. Cabang olahraga yang selalu dielu-elukan karena prestasinya, kini sedang berada di titik terendah nihil prestasi dan entah sampai kapan ini akan berlangsung.

Baca Juga Megawati, Atlet Voli Putri Sang MVP dari Indonesia 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *