Fakta Menarik dibalik Megahnya Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

image source: travel kompas

JatengKita.id- Satu lagi yang menarik dari Kota Solo. Masjid Raya Sheikh Zayed. Masjid dengan dominasi warna putih ini berdiri megah di Jalan A Yani Nomor 128, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo. Masjid  Raya Sheikh Zayed merupakan hibah dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden RI, Joko Widodo. Kendati demikian, pembangunan masjid didedikasikan untuk umat Islam di seluruh dunia, khususnya Indonesia dan menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan UEA.

Berikut adalah fakta menarik Masjid Raya Sheikh Zayed Solo:

1. Berarsitektur Khas Timur Tengah-Modern

Arsitektur Masjid Raya Sheikh Zayed begitu kental akan nuansa khas Timur-Tengah modern. Bangunannya terlihat semakin mewah dengan balutan warna putih dan emas. Setidaknya terdapat 82 buah kubah, serta emapt buah menara masjid. Faktanya Masjid dengan ketinggian maksimal 75 meter ini merupakan replika dari masjid yang bernama sama di Abu Dhabi.

Meski kesan arsitektur khas timur-tengah terasa begitu kental, namun terdapat juga ornamen dengan sentuhan khas budaya Indonesia yakni batik. Hal itu bisa kamu temui pada corak lantai masjid yang memiliki hiasan motif batik jenis kawung.

2. Mampu Menampung 10,000 Orang

Dilansir dari Detik Jateng, Masjid Raya yang memakan biaya pembangunan sebesar tiga ratus miliar ini dikabarkan mampu menampung hingga 10,000 orang. Angka tersebut merupakan estimasi apabila jamaah memenuhi masjid hingga ke pelataran masjid. Sementara untuk daya tampung bangunan inti masjid mencapai 4,000 orang di dua lantai.

3. Ditujukan Sebagai Pusat Edukasi

Selain menjadi pusat ibadah, Masjid dengan empat menara tersebut juga ditujukan sebagai pusat edukasi dengan semangat islam moderat. Hal tersebut direalisasikan dengan penyediaan area Islamic Center di kawasan masjid. Lebih lanjut, Islamic Center secara khusus akan difungsikan sebagai sarana kajian tafsir, pengembangan dunia keislaman, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), serta madrasah.

Selain menjadi markas pendidikan dan pengajaran Islam, Islamic Center juga menjadi tempat pengembangan ekonomi syariah dengan menjual produk halal market.

4. Fasilitas

Bangunan masjid yang berdiri di atas tanah seluas 3,6 hektar ini memiliki beragam fasilitas penunjang mewah untuk menjamin kenyamanan dan mendukung ibadah serta kegiatan pembelajaran Islam. Fasilitas tersebut diantaranya: perpustakaan seluas 20 meter persegi, ruang VIP (Very Important Person), ruang pengelola, taman, basement untuk tempat wudhu pria dan wanita serta lahan parkir yang mampu menampung 28 armada bis.

5. KH. Abdul Rozaq Shofawi sebagai Imam Besar Masjid Raya Sheikh Zayed

Pegasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muayyad Solo, mendapatkan kehirmatan untuk menjadi imam besar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. KH. Abdul Rozaq Shofawi akan dibantu oleh KH Abdul Karim Ahmad Al Hafidz atau yang akrab dipanggil Gus Karim sebagai wakil imam masjid. Gus Karim sendiri merupakan pengasuh Ponpes Al-Quraniy Azzayadiy. Beliau juga mahsyur dikenal sebagai guru tafsir Al-Qur’an dan Fiqih Presiden Joko Widodo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *