Jangan Lewatkan, Warna-Warni Langit September di Solo dalam “Festival Payung Indonesia”

by
Gravatar Image
Ikuti Saya

Dwi Purnawan

Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.
Gravatar Image
Ikuti Saya

SOLO, Jatengkita.id – Festival Payung Indonesia (FPI) kembali digelar di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/9/2017) hingga Minggu (17/9/2017). Pada tahun ini, menjadi tahun keempat Festival Payung Indonesia diadakan. Festival tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta tersebut akan mengambil 3 hari dalam kalender bulan September, sama seperti festival yang diadakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Mengusung tema ‘Sepayung Indonesia’ Festival Payung kali ini menampilkan pameran 127 Payung Rajut, karya perajut dari berbagai kota di Indonesia, yaitu Lhokseumawe, Medan, Lampung, Tangerang, Depok, Sukabumi, Purwokerto, Kudus, Malang, Semarang, Yogyakarta, Magelang, Madiun, Bali, Surabaya, Jakarta, Boyolali, Pati, Sukoharjo, Makassar, Klaten, dan Pacitan.

Tema Sepayung Indonesia menggambarkan masyarakat Indonesia walau banyak suku, agama, dan ras dengan budayanya masing-masing, namun tetap dalam satu payung, Indonesia.

FPI juga menjadi ruang ekspresi persahabatan antarbangsa. Setelah kunjungan Delegasi Thailand ke FPI 2015, pada tahun 2016 dan 2017, FPI sudah mulai berkunjung ke Bo Sang, Chiang Mai, untuk berbagi dan bertukar ide dan pengalaman. Dan akhirnya mengkristal dalam format hubungan sister festival (festival bersaudara). Pada kesempatan ini pula, akan di-launching logo sister festival — antara Festival Payung Indonesia dan Bo Sang Umbrella Festival (Chiang Mai, Thailand).

Acara yang digelar di pusat Kota Surakarta ini awalnya diinisiasi atas kesadaran berbagai pihak untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan budaya payung di Indonesia. Tentunya, penggunaan, nilai seni, dan filosofi payung di setiap daerah berbeda-beda. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang paham jika ternyata kesenian dan kreativitas payung sangat menarik untuk digali. Pastinya, FPI 2017 akan sangat menarik untuk kita saksikan bersama.

Ini Jadwal Acara  Festival Payung Indonesia 2017

Jumat, (15/09/2017) pukul 15.00 – 17.00 WIB.

  1. Fashion Show kain lurik & Payung dari Pedan Klaten
  2. Flash Mob-BKKT UNS
  3. Sanggar Kembang Lawu
  4. Musik Drum Bloeng (Kendal)
  5. Demo Lukis Payung Anak-anak
  6. Arak-arakan Payung (Pembawa payung besar, BKT-UNS, Lurik Payung Prasojo, Red Batik).
  7. Pameran Payung Tradisi: Delegasi Thailand, Kaliwungu-Kendal, Juwing-KJaten, Tasikmalaya, Malang, Sawehlunto, Banyumas, Jogjakarta, Gianyar, Kab. Kampar Riau.
  8. Pameran Payung Kreasi: Lukis Payung Batik Blitar, Payung Sibori Kreativita Bina Hasta Jakarta, Payung Ecoprint-Ninik Debora Yogyakarta.
  9. Pameran Lukis Payung Sepayung Indonesia bersama 29 Pelukis Indonesia.
  10. Pameran WASTRA: Lurik Prasodjo Pedan Klaten & Tenun Ikat SUMBA TIMUR.
  11. Pameran Payung Rajut karya perajut dari berbagai kola di Indonesia: Lhokseumawe, Medan, Lampung, Tangerang, Depok, Sukabumi, Purwokerto, Kudus, Maiang, Semarang, Yogyakaita, Magelang, Mediun, Bak, Surabaya, Jakarta, Boyolali, Pati, Sukoharjo, Makassar, Kiaten, Pacitan.
  12. Pameran & Workshop Payung dari Thailand
  13. Lomba Foto On The Spot Festival Payung Indonesia #sepayunndonesia\
  14. Pameran Fotografi:

PEMBUKAAN FESTIVAL PAYUNG INDONESIA
Jumat, (15/09/2017) pukul 19.00 WIB.di Pendopo Ageng Pura Mangkunegaran

  1. Konser Bengawan Solo Orkestra ( opening musik )
  2. Fashion Show Uzi Fauziah ( Solo)
  3. Tari Srimpi Moncar – Kematren Langenprojo Pura Mangkunegaran
  4. Pembukaan Festival Payung Indonesia
  5. Sanggar Sri Gemala Laksrnana (Kep Riau)
  6. Launching logo sister festival Indonesia-Thailand.

Sabtu, (16/09/2017)

  1. Sarasehan dengan  topik ‘Desa Perajin Payung Sebagai Destinasi Wisata”
  2. Workshop Tari
  3. Tari Tradisi Makassar oleh Ida El Bahra Art Management.
  4. Umbrella Fashion Show

Minggu, 17 September 2017

  1. Lomba Lukis Payung Anak.
  2. Metta Budaya, Pentas tari Sanggar Yayasan Kembang Setaman, Semarak Cancira Kirana, Sarwi Retno Budoyo.
  3. Workshop Fotografi oleh Darwis Triadi.
  4. Black Voodoo, Sanggar Tengku Agung (Prov Riau), Sanggar Ajisaka Prawita (Grobogan).
  5. Pergelaran Pembuka Saka Gallery Kemlaka & Pesona Nusantara
  6. Gelar Pentas Maestro Tari Indonesia Dariah (Banyumas), Ayu Bulantrisna Djelantik (Bali), Rusini(Solo), Retno Maruti(Jakarta), Didik Nini Thowok (Yogyakarta), dan Ibu Hj. Munasiah Daeng Jinne (Makassar).
  7. Anugerah Payung Indonesia kepada Perajin Payung & Maestro Tari.

About Author: Dwi Purnawan

Gravatar Image
Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *