Getuk Kurung Klaten, Terpopuler di Indonesia

by
Sumber : staytuning.blogspot.com

jatengkita.id, Klaten – Rupanya tak hanya Magelang saja yang memiliki getuk dengan rasa khas, dan tidak hanya sokaraja saja yang memiliki getuk dengan tampilan unik, di Klaten  ada getuk yang memadukan keduanya rasa yang istimewa juga penampilannya yang tidak seperti getuk biasa. Getuk Yoko buatan Suhardi (64) dan istrinya, Sujiyem (49), warga Dukuh Putatan, Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Klaten mempunyai rasa ngangeni. Pantas saja bila banyak orang luar kota mencarinya.

Getuk yang lebih dikenal dengan nama getuk Kurung itu (sesuai dengan nama desanya) digelar di kios kecil tepi Jalan Karangwuni-Pedan, kira-kira tiga kilometer barat pertigaan Karangwuni Jalan Yogya-Solo. Kios tersebut buka sejak pukul 09.00. Getuk tersebut memiliki varian yang bermacam-macam, ada rasa cokelat manis, ada pula yang berbentuk gulung isi selai nanas. Getuknya diberi warna cerah yang menggugah selerakemudian dihidangkan dengan kelapa parut dan gula halus untuk menambah rasa. tidak hanya menjadi konsumsi masyarakat bawah, getuk kurung ini ternyata menjadi incaran para pejabat di Klaten.

”Bapak-bapak Kodim sering pesan via telepon ke sini bila pesan banyak. Biasanya bila sekarang telepon, besok tinggal ambil. Polisi-polisi dan pejabat juga banyak yang beli getuk,” tutur Sujiyem.

Asal Mula Getuk Kurung

Foto : Twitter Yossy Dante Frantony

Suhardi mengungkapkan, ide untuk membuat getuk muncul ketika dia ikut budhe-nya di Kota Getuk Magelang. Semula, dia kerja di bengkel andong. Setelah banyak mobil, bengkel sepi sehingga dia beralih membuat getuk.

Usaha itu dimulai 1978 ketika anaknya Yoko (dijadikan merek getuk) masih satu tahun. Dengan lima kilogram singkong, Suhardi membuat getuk lindri yang dalam penilaian dia, saat itu rasanya masih kurang enak. Tapi dia terus berusaha memperbaiki rasa. Tiap hari, Suhardi keliling menjajakan getuk dengan sepeda sambil memboncengkan istrinya yang menggendong Yoko kecil sampai malam. Kemudian berjualan di pinggir Jalan Pedan hingga setahun. Lalu membuat gerobak dorong, tapi lantaran tidak laku dia hanya bertahan enam bulan.

Berjualan di barat jalan ternyata kurang laku, lalu pindah ke timur jalan seperti yang sekarang. Ternyata laku dan bertahan sampai sekarang. Hanya sebuah kios tenda di atas parit yang ditutup cor semen.

”Sejak di tempat itu kok ternyata laris sampai sekarang,” ungkap bapak empat anak, dua di antaranya sarjana.

Kini, dalam sehari dia bisa menghabiskan 70 kg sampai satu kuintal singkong dengan omzet Rp 500.000 – Rp 600.000. Ada 6 pegawai yang memban tunya. Dia ingin terus menambah rasa dan penampilan agar tidak ditiru, sebab sejumlah mantan pegawainya yang keluar membuat getuk sendiri.

 

Dari tadi ngomongin getuk, udah pada tau kan getuk itu makanan apa? Nah, Bagi pembaca yang belum pernah makan getuk, nih kita kasih info tentang getuk..

Getuk (bahasa jawa: gethuk) adalah makanan ringan yang terbuat dengan bahan utama ketela pohon atau singkong. Getuk merupakan makanan yang mudah ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembuatan getuk dimulai dari singkong di kupas kemudian kukus atau perebusan, setelah matang kemudian ditumbuk atau dihaluskan dengan cara digiling lalu diberi pemanis gula dan pewarna makanan. Untuk penghidangan biasanya ditaburi dengan parutan buah kelapa. (wikipedia)

 Tentang Singkong

adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  Singkong mengandung energi sebesar 154 kilokalori, protein 1 gram, karbohidrat 36,8 gram, lemak 0,3 gram, kalsium 77 miligram, fosfor 24 miligram, dan zat besi 1,1 miligram.  Selain itu di dalam Singkong juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,06 miligram dan vitamin C 31 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Singkong, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 85 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Singkong :

Nama Bahan Makanan : Singkong
Nama Lain / Alternatif : Ketela Pohon / Ubi Kayu
Banyaknya Singkong yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Singkong yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 75 %
Jumlah Kandungan Energi Singkong = 146 kkal
Jumlah Kandungan Protein Singkong = 1,2 gr
Jumlah Kandungan Lemak Singkong = 0,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Singkong = 34,7 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Singkong = 33 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Singkong = 40 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Singkong = 1 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Singkong = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Singkong = 0,06 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Singkong = 30 mg
Khasiat / Manfaat Singkong : – (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : S
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.

Sejarah dan Filosofi Getuk

Sejarah Gethuk berawal pada jaman penjajahan Jepang, konon pada masa itu beras yang merupakan makanan pokok Indonesia, merupakan barang langka yang sulit untuk di temukan, sehingga penduduk lokal (asli) Magelang berupaya mengganti makanan pokok mereka dengan ketela, yang saat itu banyak terdapat di sekitar rumah dan mudah ditemukan di pasar. Pionirnya adalah mbah Ali Mohtar yang berasal dari Desa Karet, Magelang yang pertama kali membuat getuk, ia mencoba berinovasi dengan ketela sehingga menjadi satu makanan yang menarik untuk dihidangkan dan tak membosankan untuk dimakan.

Filosofi dari getuk singkong adalah melambangkan kesederhanaan dan mempergunakan potensi yang kita miliki secara aktif dan kreatif sehingga membuat kita lebih mandiri dalam berbagai macam situasi. Pada dasarnya Getuk Singkong itu melambangkan kesederhanaan, nrimo ing pandum, qona’ah, apa adanya, dan jauh dari sikap konsumerisme atau gagah-gagahan semata. Di saat-saat bangsa sedang dilanda krisis ekonomi yang berimbas pada fluktuasi harga barang dan sembako, dan berujung pada rendahnya daya beli masyarakat, maka rakyat diajak untuk mengeratkan tali pinggang meskipun hanya dengan mengkonsumsi singkong. Dalam kondisi yang demikian, singkong pun bisa menjadi pilihan yang tepat untuk bertahan karena memang harganya yang murah meriah dan bisa didapatkan di mana saja.Siapapun tentu kenal baik dengan singkong. Tanaman ‘kaum alit’ ini boleh dikatakan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Bukan semata umbinya yang bercita rasa khas, kemudian filosofi tentang singkong telah mengajarkan kepada kita bahwa kesederhanaan dan kerendah-hatian dan dibarengi dengan berbagai macam potensi diri yang memadai, akan menjadikan hidup kita lebih acceptable di segala ruang dan waktu. Jadi, janganlah gengsi bersentuhan dengan singkong di tengah-tengah modernitas.

Macam-macam Getuk

Berdasarkan cara pengolahannya getuk dikenal ada dua macam:

  1. Getuk, pada saat singkong yang sudah masak pada waktu suhu masih panas ditaburi potongan-potongan kecil gula jawa sehingga berwarna coklat tidak merata tumbukan getuk ini bentuknya kasar.
  2. Getuk lindri, adalah dengan cara singkong masak digiling halus dengan gula pasir, dibubuhi pewarna makanan dan vanili dan setelah itu dicetak kecil-kecil memanjang dan dirapatkan memanjang ini serupa dengan mie hingga berbentuk memajang dengan ketebalan sekitar 2cm lebar 4cm, setelah itu dipotong-potong berbentuk panjang sekitar 5cm dan lebar 4cm.( wikipedia)

Berdasarkan bahannya, getuk dibedakan menjadi beberapa macam antara lain :

  • Gethuk Singkong
  • Getuk Pisang
  • Gethuk Ubi
  • Gethuk Talas

7 Getuk Terpopuler di Indonesia

Diantara sekian banyak getuk yang ada di indonesia, disini disebutkan ada 7 getuk yang terpopuler di Indonesia, apa saja kah itu…

1. Getuk Goreng

Getuk goreng adalah penganan khas Sokaraja yang manis dan gurih, dibuat dari singkong dan dibumbui gula kelapa. Getuk goreng ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1918 oleh Sanpirngad, seorang penjual nasi keliling di daerah Sokaraja. Pada saat itu getuk yang dijual tidak laku, sehingga beliau mencari akal agar getuk tersebut masih bisa dikonsumsi. Kemudian, getuk yang tidak habis dijual pada hari itu dia goreng dan dijual lagi. Ternyata, makanan baru tersebut digemari oleh para pembeli. Saat ini getuk goreng dapat dengan mudah ditemui di sepanjang jalan di Sokaraja. Getuk yang digoreng juga bukan lagi getuk yang tidak laku dijual, melainkan sengaja dibuat untuk digoreng.

2. Getuk Lindri

Getuk lindri dikenal karena rasanya yang lembut enak. Warnanya berwarna-warni memikat dan bercita rasa manis. Disajikan dengan taburan kelapa parut yang gurih. Getuk lindri adalah kue tradisional dari Jawa Tengah yang berbahan dasar singkong. Selain rasanya yang istimewa, getuk lindri juga dikenal karena satu ciri khas. Kue ini biasa dijajakan dengan menggunakan gerobak, dengan disertai tembang Jawa ataupun dangdut dengan volume kencang. Karenanya, keberadaan penjaja getuk lindri bisa dideteksi dari suara musik dari gerobaknya. Getuk lindri dibuat dari singkong yang dikukus hingga empuk. Saat masih panas, singkong ditumbuk hingga benar-benar halus. Setelah halus, masukkan gula, air dan vanili yang sudah dilarutkan bersama, lalu diaduk dengan singkong hingga tercampur rata.

Adonan singkong tersebut kemudian diberi pewarna makanan agar lebih menarik. Ada warna coklat, hijau, pink, kuning, ataupun warna alaminya yaitu putih. Setelah diberi pewarna, barulah singkong yang sudah halus ini dimasukkan ke dalam gilingan, lalu dipotong-potong. Saat disajikan, biasanya diberi taburan kelapa parut yang membuat rasanya gurih. Kini makin banyak variasi rasai getuk lindri yang tak hanya menambahkan pewarna saja, namun juga menambahkan rasa-rasa tertentu seperti cokelat, keju, strawberry dan pandan.

3. Getuk Trio

Jika anda berkunjung  ke kota Magelang, pasti anda akan menemukan Getuk Trio.  Getuk  adalah makanan khas Jawa. Kalau di Sokaraja mempunyai oleh oleh khas Getuk Goreng sedangkan Magelang mempunyai oleh-oleh khas Getuk Trio. Disebut Getuk Trio (tiga) karena memang secara fisik getuk ini seolah-olah terbagi menjadi tiga bagian yang dipisahkan oleh warna. Getuk ini dibuat dengan bahan utama dari ketela pohon (singkong) yang diramu dengan bahan alami seperti gula pasir yang berfungsi sebagai pengawet alami. Dalam pewarnaanya sendiri Getuk Trio biasanya berwarna kecoklatan dibagian tengah dan putih kedua sisi yang lainnya. Rasanya yang manis dan legit karena gula yang dicampur dengan santan yang menambah gurih dan mantap menikmati Getuk Trio.

4. Getuk Ubi

Getuk Ubi adalah getuk yang berbahan dasar ubi. Tidak meninggalkan rasa getuk yang manis, getuk ubi bisa dibuat berlapis – lapis seperti kue lapis atau dibuat warna pelangi.

5. Getuk Kethek

Tentu Getuk Kethek hanya sebuah nama, awalnya diberi nama Getuk Kethek adalah untuk memberi tanda supaya orang mudah mencari lokasi, yaitu yang depan rumahnya ada kethek yang dipiara. Lokasi berjualan Getuk Kethek meski terletak di tengah kota Salatiga, tapi agak masuk beberapa meter dari Jalan Jend Sudirman, tepatnya di Jalan Argo tunggal deket dengan pertigaan ABC Salatiga. Getuk Kethek atau yang juga disebut Getuk Tiga Rasa sama seperti getuk lainnya, yang bahan utama terbuat dari singkong. Namun dengan pengolahan yang alami dan dengan resep yang telah turun generasi, kenikmatan Getuk Kethek memang sangat terasa di lidah. Sama dengan getuk lainnya yang terbuat dari singkong, getuk kethek juga terbuat dari singkong rebus yang ditumbuk halus. Cara penyajian bisa ditaburi parutan kelapa dan gula pasir.

6. Getuk Kurung

Tak hanya Magelang yang memiliki getuk dengan rasa khas, di Klaten juga ada getuk dengan rasa istimewa. Getuk yang lebih dikenal dengan nama getuk Kurung itu (sesuai dengan nama desanya) digelar di kios kecil tepi Jalan Karangwuni-Pedan, kira-kira tiga kilometer barat pertigaan Karangwuni Jalan Yogya-Solo. Getuk tersebut bermacam-macam, ada rasa cokelat manis, ada pula yang berbentuk gulung isi selai nanas. Getuknya diberi warna cerah yang menggugah selera. Makanan itu dihidangkan dengan kelapa parut dan gula halus untuk menambah rasa.

7. Getuk Pisang

Selain tahu takwa, tidak lengkap rasanya kalau ke Kediri tidak membawa oleh-oleh gethuk pisang. Makanan ini sangat familiar jika anda datang ke Kota Kediri. Rasanya yang manis legit akan menggoda selera anda untuk selalu ingin menikmatinya. Gethuk pisang biasanya juga disebut gethuk gedhang dalam bahasa jawa dan dikemas dengan bungkus daun pisang dan berbentuk seperti lontong.

Keberadaan gethuk sebagai jajanan khas Kediri sudah ada sejak turun temurun, belum jelas dari mana asal usul gethuk pisang itu sendiri. Sesuai namanya, gethuk pisang dibuat dari buah pisang. Bentuknya bulat panjang, sekitar 15 sentimeter, dan berwarna merah kecoklatan. Kemasannya biasa dibungkus dengan daun pisang. Gethuk pisang dibuat khusus dari pisang Raja Nangka. Raja Nangka pilih karena punya aroma dan rasa yang khas manis asam. Rasa manis asam inilah yang membuat rasa gethuk pisang men-jadi khas asam manis tanpa gula.

Nah berikut ini ada tutorial pembuatan getuk, yuk kita coba…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *