GP Qatar 2024 : Pecco Gaspol Kencang, Acosta Debut Menjanjikan

GP Qatar 2024
Sprint MotoGP Qatar 2024 (FOTO : MotoGP)

Jatengkita.id – Seri perdana olahraga motorsport tercepat di dunia, MotoGP, kembali digelar di Lusail, Qatar (10/03/2024), sebagai sirkuit pembuka. Lusail menjadi satu-satunya balapan malam hari, mengingat kondisi suhu di negeri gurun ini yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat. Selain itu angin kencang yang bisa menerbangkan pasir-pasir ke tengah lintasan, sehingga bisa menjadi salah satu sebab crash bagi rider karena kondisi ban yang aus atau rusak.

Dalam balapan kali ini, Qatar memfasilitasi lintasan dengan 3600 lampu sepanjang track 5,4 kilometer dan diperkuat 40 generator. Sirkuit ini memiliki daya pikat sendiri karena sangat eksotis dengan luapan cahaya lampunya yang kemudian dikenal sebagai Negeri 1000 Lampu.

Pada hari Sabtu sebelumnya, balapan Sprint berhasil dimenangi oleh Martin, disusul Binder dan Aleix yang masing-masing ada di posisi kedua dan ketiga.

Pecco yang sejak awal balapan berusaha mengamankan podium ketiga akhirnya dilibas oleh Aleix di lap terakhir dan ia tak mampu merebutnya kembali.

Pecco melakukan evaluasi untuk balapan utama pada hari Minggu berdasarkan hasil balapan di Sprint Race. Strategi perubahan yang ia dan tim lakukan nyatanya berhasil tanpa cacat. Pecco memulai balapan dari posisi lima.

Saat bendera chequered resmi dikibarkan, ia melejit aman. Mengetahui bagian tengah sangat padat saling berebut, Pecco mengambil alih sisi kiri dan menyalip rider di depannya satu persatu sampai akhirnya ia bisa merebut posisi pucuk dari Martin.

Seolah tak ada yang bisa mengganggu, Pecco dengan Desmosedicinya yang pernah ia minta untuk ditambah powernya pada musim lalu, akhirnya bisa memperlebar jarak bahkan sempat memberi gap sekitar 1.2 detik dari Binder.

Klasemen Sementara MotoGP 2024 Kelar Race MotoGP Qatar 2024: Francesco  Bagnaia Memimpin, Marc Marquez Tembus 4 Besar : Okezone Sports

Posisi kedua dan ketiga sedari awal panas diperebutkan oleh Martin dan Binder. Di belakang mereka ada Marquez bersaudara dan rider rookie Pedro Acosta dari tim satelit KTM, yaitu Gasgas yang juga saling berebut posisi. Sampai garis finish, Pecco konsisten mengamankan posisinya. Disusul Binder di posisi kedua dan Martin harus puas dengan capaian podium ketiga.

Sempat diawali dengan drama tunggangan Fernandez mogok di garis start yang menyebabkan delay, race tetap bisa berjalan aman.

Rider crash diantaranya adalah Jack Miller di awal-awal lap. Ada juga Diggianantonio yang mengalami highside crash dan terpental di tengah lintasan yang nyaris membuatnya dilibas rider-rider lain di belakang.

Rekap seri perdana MotoGP di Qatar ini menampilkan Ducati Lenovo Team semakin super. Dipadukan dengan skil dan taktik cerdas dari Pecco seolah membuat tim ini semakin sulit ditembus.

Sementara Ducati lainnya yang diperkuat tim satelit dengan rider jagoan seperti Martin dan Marquez juga bisa memberikan hasil yang memuaskan. Selanjutnya, ada KTM dan tim satelitnya yang bisa tampil kompetitif diantara gempuran Desmosedici, bisa bersaing dengan power Ducati.

Disusul Aprilia yang berhasil menorehkan kemenangan lewat podium ketiga oleh Aleix di balapan Sprint Sabtu sebelumnya. Yamaha dan Honda belum menunjukkan  perubahan, masih tertinggal di belakang.

Seri perdana di Qatar menyuguhkan capaian yang menjanjikan. Pedro Acosta yang baru naik ke kelas utama setelah sebelumnya berhasil menjadi juara dunia di kelas Moto 2 tampil sangat berani.

Acosta memulai balapan dari grid delapan. Di Sprint Race, ia berhasil finish di posisi delapan juga. Saat balapan utama, Acosta berulang kali melakukan overtake dan battle dengan rider sekelas Marquez.

Hanya saja ia kurang bermain rapi, sehingga sering melebar di tikungan yang memudahkan rider lain bisa menyalip dari dalam.

Sempat ada di posisi empat, Acosta akhirnya berakhir dengan finish kesembilan. Hasil tersebut tidak bisa dikatakan buruk, karena ia masih rookie di kelas GP, masih terbilang sangat muda, ditambah dengan kondisinya yang membela tim satelit—yang notabene berkendara dengan motor spek tahun sebelumnya.

Baca Juga Juara Dunia Back to Back, Bagnaia Kunci Kemenangan di Valencia 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *