Jangan Sepelekan, Ini dia Bahaya Mengunyah ES Batu!

Kebiasaan Mengunyah Es Batu

Jatengkita.id – Es batu adalah bentuk beku air yang biasanya digunakan untuk mendinginkan minuman atau bahan makanan. Bahkan, banyak juga yang menikmati es batu dengan mengunyahnya. Namun, tahukah kalian mengunyah es batu terlalu sering dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan? 

Es batu dibuat dengan cara memadatkan air menjadi bentuk padat dengan cara mendinginkannya hingga suhu di bawah titik beku, yaitu 0 derajat Celsius.

Awas! Bahaya Ini Mengintai Kamu Yang Suka Mengunyah Es Batu - Britakan

Es batu biasanya memiliki bentuk kubus kecil, tetapi juga dapat ditemukan dalam bentuk lain seperti bulat, silinder, atau bentuk khusus lainnya tergantung pada alat pembuatannya.

Sifat es batu relatif stabil pada suhu ruang, tetapi akan meleleh dan berubah menjadi air saat ditempatkan pada suhu yang lebih tinggi.

Selain digunakan untuk mendinginkan minuman, es batu juga dapat digunakan untuk mendinginkan makanan. Menjaga makanan segar dalam cooler atau es krim, dan dalam banyak aplikasi industri termasuk bidang kedokteran, farmasi, dan kimia.

Meskipun es batu tampak sederhana, keberadaannya memainkan peran penting dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari dan industri.

Es batu sangatlah banyak digemari oleh masyarakat dari berabagai kalangan. apalagi dicuaca yang panas ini, es batu sangat membantu dalam mendinginkan tenggorokan.

Tapi tahukan kalian  ada beberapa orang yang sangat gemar mengunyah es batu. Ternyata kebiasaan ini bisa jadi dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Mari kita ulas dampak mengunyah es batu bagi kesehatan!

Bahaya Makan Es Batu, meskipun gigi adalah bagian tubuh terkuat , menggigit atau menghancurkan es batu setiap hari tidak aman bagi gigi Anda.

Makan es batu secara berlebihan dapat mengikis lapisan pelindung gigi atau email gigi, yang menyebabkan gigi sensitif menjadi nyeri dan sakit.

Selain itu, masalah lain yang terkait dengan konsumsi es batu yang berlebihan adalah bagaimana es batu diproses dan disimpan dengan cara yang tidak bersih atau tidak sehat.

Es batu yang tidak bersih dapat menularkan berbagai kuman, virus, dan parasit pembawa penyakit. Ini termasuk gastroenteritis atau diare, demam tifoid, shigellosis, hepatitis A, dan kolera.

Makan es batu dapat menjadi tanda penyakit karena anemia defisiensi besi. Ini mungkin karena kebiasaan atau fakta bahwa makan es batu dapat meningkatkan pasokan darah ke otak , sehingga mengurangi gejala anemia.

Oleh karena itu, banyak orang yang menderita anemia jenis ini suka mengkonsumsi es batu, baik secara sadar maupun tidak sadar. Periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami gejala anemia defisiensi besi seperti kuku rapuh, mulut kering, kulit pucat, dan pembengkakan pada lidah dan sering makan es batu.

Jika anemia defisiensi besi tidak ditangani dengan benar, dapat terjadi komplikasi sebagai berikut:

  1. Gagal jantung

Penderita anemia defisiensi besi memiliki pasokan oksigen dalam darah yang berkurang. Akibatnya, jantung harus memompa darah lebih cepat dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan oksigen organ tubuh. Dalam jangka panjang, detak jantung yang tidak normal atau terlalu cepat dapat menyebabkan pembesaran jantung atau bahkan gagal jantung.

2. Penghambatan Pertumbuhan 

Anemia defisiensi besi dapat mengganggu pertumbuhan bayi dan anak-anak. Selain itu, karena daya tahan tubuh yang melemah, kondisi ini juga dapat membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi. 

3. Masalah Kehamilan

Wanita hamil dengan anemia defisiensi besi berisiko mengalami kelahiran prematur dan melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Pastikan untuk menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur jika Anda sedang mengandung.

Selain karena kemungkinan anemia defisiensi besi, suka makan es batu juga mungkin karena masalah psikologis yang disebut pica. Pica adalah ketika seseorang senang makan hal-hal yang tidak wajar, seperti tanah, kertas, puntung rokok, kapur, uang logam, hingga es batu. 

Menghentikan Kebiasaan Makan Es Batu, Cara menghentikan kebiasaan ini harus disesuaikan dengan faktor penyebabnya.

Jika kebiasaan ini disebabkan oleh anemia defisiensi besi, Anda dapat mengobatinya dengan mengonsumsi makanan penuh zat besi atau suplemen zat besi jika diperlukan.

Pengambilan suplemen zat besi harus dilakukan dengan resep dokter dan di bawah pengawasan dokter. Jika Anda mengonsumsi dosis terlalu tinggi, Anda dapat mengalami kelebihan zat besi, yang juga berbahaya bagi kesehatan Anda.

Akan tetapi, kebiasaan makan es batu yang disebabkan oleh pica dapat diatasi dengan psikoterapi atau penggunaan obat antipsikotik jika gejalanya terkait dengan gangguan psikotik.

Namun, hobi makan es batu tidak selalu menunjukkan masalah kesehatan. Biasanya, mereka melakukannya untuk mendinginkan tubuh saat cuaca panas.

Baca Juga Mengenal Penyakit Xeroderma Pigmentosum dari Serial A Shop For Killers 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *