Kesenian Asal Salatiga Yang Menyihir : DRUMBLEK

by

Bagi banyak orang yang tinggal di luar kota Salatiga mungkin masih asing jika mendengar kata “drumblek”, karena kata ini memang tidak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun “drumblek” sangat dikenal di kota Salatiga, kesenian ini memiliki kemiripan dengan marching band, namun drumblek memiliki instrumen yang berbeda.

Alat musik utama drumblek adalah alat-alat yang sebenarnya bukan berfungsi sebagai alat musik seperti tong plastik, tong berbahan seng, bambu, dll. Walaupun demikian drumlek tetap menyertakan bellyra dan pianika sebagai pendukung melodi pada musik tersebut.

Seperti dilansir KotaSalatiga.com, Musik drumblek ini pertama kali muncul pada tahun 1986 di desa pancuran (Salatiga) yang dimotori oleh salah seorang warga bernama Masruri yang menggunakan barang-barang bekas sebagai alat musik utamanya. Namun musik drumblek berkembang pesat sejak 6 tahun terakhir ini, yang ditandai dengan munculnya grup-grup drumblek baru di Kota Salatiga yang meramaikan acara-acara kota dan tentunya masing-masing grup memiliki ciri khas yang berbeda.

 

“Para pemain Drumblek menggunakan drum plastik bekas atau drum seng. Sedangkan peralatan lainnya biasanya terbuat dari bambu mau pun barang tak terpakai lainnya. Untuk tampil, biasanya satu group yang terdiri 50- 60 orang dipimpin 2-3 mayoret yang kece, berwajah cantik, body langsing dan berkulit mulus. Mayoret, kerap tampil atraktif sehingga mengundang decak kagum penonton,” demikian ditulis Bambang Setyawan dalam Kompasiana.com.

Seperti layaknya sebuah group Marching band, selain memainkan lagu-lagu yang menghentak sepanjang perjalanan, mereka juga mengenakan kostum serba heboh. Setiap mereka turun ke jalan, praktis ribuan warga Salatiga mengelu-elukan kehadirannya.

About Author: rakamsi

Gravatar Image
bermanfaat, atau hilang tanpa nama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *