Kirab Budaya Hari Jadi Demak

by
HUT KOta Mungkid Magelang
Kirab Budaya Hari Jadi Kabupaten Demak
Kirab Budaya Demak

Dalam rangka hari jadi Kabupaten Demak, Dinas Pariwisata Kabupaten Demak mengadakan Kirab Budaya. Jika pada 2016 lalu masyarakat dan warga Demak tumplek bleg di titik 0 KM atau di jalan Raden Fatah tak jauh dari lokasi pasar induk Demak (3/4), maka pada Minggu 2 April 2017 mendatang acara akan start di depan Dinas Pariwisata Demak kemudian berjalan ke alun-alun simpang enam, menuju panggung kehormatan depan pasar Bintoro dan finish di pertigaan Jalan Pemuda.

Pada 2016 lalu Kirab aksi dan seni budaya dilaksanakan tanggal 3 April, dan diikuti oleh siswa-siswi dan warga Kabupaten Demak. Acara berlangsung meriah, tercatat oleh panitia sebanyak 21 kelompok mengikuti aksi dan atraksi karnaval pada waktu itu.

Hari jadi Kabupaten Demak sendiri diperingati tiap tanggal 28 Maret, Menurut tim peneliti sejarah berdirinya kota Demak, Raden Patah dinobatkan sebagai Sultan Demak pada 12 Rabiul Awal Tahun Caka 1425 (28 Maret 1503 M), dalam usia 514 tahun peringatan hari jadi tahun ini, pemerintah berharap tak hanya seremonial tapi harus bisa membawa spirit yang mendorong kemajuan Demak.

Demak pernah menjadi pusat kerajaan, dengan roda perekonomian yang lebih maju dari Kudus atau Jepara. Kunci keberhasilan pembangunan Demak bertumpu pada kekuatan lokal dan kebersamaan masyarakatnya. Dituntut kejelian dan kecerdasan seluruh stakeholder dalam melihat dan mengeksplorasi segala potensi daerah itu agar dapat mengangkat kesejahteraan warga di kabupaten tersebut. Penggalian secara cerdas potensi pertanian, pariwisata, khazanah sosial budaya, dan religi akan menjadi modal berharga untuk mewujudkan keberhasilan Demak dan capaian itu akan menjadikan kabupaten Demak makin maju dan lebih mampu bersaing dengan daerah lain.

Untuk diketahui, Menurut catatan peneliti Dr H Abdurrahman Kasdi Lc MSi, Direktur Program Pascasarjana STAIN Kudus, perlu akselerasi dan optimalisasi pembangunan di Kabupaten Demak, dengan membangun sebuah komitmen dari segenap pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan. Minimal menyejajarkan Kabupaten Demak dengan kabupaten/ kota tetangga, lewat slogan ’’Saatnya Demak Setara’’, karena menurutnya selama ini, Demak hanya tempat lewat. Banyak investor yang hanya lewat ketika mereka melebarkan sayap dari Semarang ke Kudus atau Jepara. Diharapkan investor tertarik menanamkan modal di Demak, karena banyak peziarah mengunjungi makam Sunan Kalijaga (Kadilangu) dan Sultan Fatah (Masjid Agung) tapi jarang yang menginap di Demak.

Mereka lebih memilih menginap di Semarang atau Kudus karena menurut mereka tak ada hotel/ penginapan yang representatif di Demak, padahal dengan banyak pengunjung yang menghabiskan waktu di Demak berarti menghasilkan perputaran uang lebih besar dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun untuk mewujudkan ’’Demak Setara’’, perlu beberapa program unggulan, yang benar-benar dapat direalisasikan dan bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat.

About Author: rakamsi

Gravatar Image
bermanfaat, atau hilang tanpa nama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *