Kisah Heroik dan Lebay-nya Polisi Saat Aksi Rohingya di Borobudur

by
Hanya untuk Wirid dan Sholat pengamanan hingga menyiapkan Kawat besi dan water canon

Kadang-kadang keinginan dan niat yang baik juga tidak selamanya mulus ya, pasti ada ujiannya, bahkan mungkin lebih banyak ujiannya. Salah satunya yang dialami teman-teman yang menuju Masjid An-Nuur Kompleks Pemkab Magelang untuk mengadakan aksi solidaritas dan doa untuk Rohingya. Masih inget, awalnya aksi yang didalangi berbagai ormas islam itu akan diadakan di Kompleks Candi Borobudur. Niatnya, sebagaimana dirilis bbc.com candi milik ummat Buddha ini bisa menjadi latar agar pesan yang disampaikan menarik perhatian dunia internasional, agar dilirik media internasional.

Tapi rupa-rupanya pihak kepolisian menangkap dengan cara pandang lain, akhirnya Kantor berita Antara menyebut kepolisian daerah Jawa Tengah menetapkan siaga I dari Kamis (07/09) hingga Sabtu (09/09) terkait aksi ini, wah wah.. Ribuan petugas gabungan polisi dan TNI menjaga ketat kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah untuk mengamankan aksi solidaritas warga Rohingya yang digelar Alumni 212 di Masjid An Nur, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pintu gerbang Candi Borobudur.

“Kami siapkan 28 Satuan Setingkat Kompi atau 2.800 personel untuk pengamanan,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono di, Kabupaten Magelang, seperti dikutip dari Antara, Jumat (8/9). Menurut dia ada bebeberapa lokasi yang merupakan ring I pengamanan, yakni sekitar Candi Borobudur, Masjid An-Nur, dan Candi Mendut. Kata Condro, polisi akan melakukan sterilisasi, pemeriksaan secara ketat terhadap pengunjung yang akan masuk ke Candi Borobudur. Pemeriksaan dilakukan secara gabungan dari petugas keamanan Candi Borobudur, TNI, dan Polri. Selengkapnya silahkan baca disini.

Dan dimulailah kisah-kisah heroik yang kami kumpulkan dibawah ini, diantaranya penulis buku remaja Ustadz Burhan Sodiq. Melalui akun Facebooknya, dia menyatakan bahwa polisi memasang metal detektor di pintu masuk Masjid An-Nur Magelang.

“Mirip dengan Al-Aqsa Palestina. Dimana jamaah yang mau masuk masjid an nuur Magelang harus diperiksa dengan metal detektor. Ini di Magelang loh bukan di Palestina,” kicaunya di dinding FB-nya.

Tak hanya itu, dia juga mengeluhkan terkait susahnya jalan menuju ke lokasi demo karena banyak jalan yang ditutup. “Jalan berliku menuju tempat aksi. Negara demokrasi yang susah menemukan sisi demokrasi nya. Hanya aksi wirid saja dihalangi. Segala akses jalan ditutup,” katanya.

Hambatan lain juga diungkapkan oleh pemilik Facebook dengan nama Umeir Khaz yang memilik pengikut 32 ribu orang lebih. Dia menyatakan bahwa harus menyusuri sungai untuk tiba di tempat digelarnya aksi.

“Karena dicegat polisi Myanmar (sindiran karena berlebihan melarang aksi Doa Rohingya; red) ketika berangkat untuk aksi bela Rohingya di sekitar Borobudur, Ketua Kokam Bang Dhanil dan rombongannya akhirnya sampai walau menelusuri sungai,” tulisnya.

Selain itu, banyak juga yang rela harus berjalan kaki karena kendaraan mereka di cegat oleh aparat dan tidak boleh masuk.

“Yang tertahan di Palbapang, ribuan massa akan jalan kaki ke lokasi sejauh 15km. Allahu Akbar !!! Selamat bekerja Pak Polisi Myanmar !!,” tulisnya.

Berikut foto-foto massa Aksi Bela Rohingnya yang mendapat banyak cobaan yang diambil oleh netizen.

Rombongan Karanganyar dihadang aparat diwilayah prambanan
Semua kendaraan yg melintas sekitaran Prambanan diperiksa oleh aparat, puluhan bus putar balik karena tak diijinkan melintas

 

Rombongan Membawa merah putih juga ikut aksi Rohingya di An-Nuur

 

Tak Hanya Motor, mobil Peserta Aksi Doa dan Penggal;angan Dana untuk Rohingya harus menelusuri sungai karena seluruh akses jalan ditutup kepolisian

 

Peserta Aksi Doa dan Penggal;angan Dana untuk Rohingya harus menelusuri sungai karena seluruh akses jalan ditutup kepolisian

 

Meski usianya sudah tua, pemeriksaan seperti pada sipil bersenjata 🙂

 

Hingga akhir peserta hanya Sholat, Doa, penggalangan dana dan orasi, namun pengamanannya seperti aksi perang

 

Sebagian hasil penggalangan dana Rohingya

 

Hanya untuk Wirid dan Sholat pengamanan hingga menyiapkan Kawat besi dan water canon

 

Tidak hanya foto, salah seorang netizen bahkan mengabadikan via live streaming facebook kondisi razia pengamanan akses jalan menuju Borobudur. Terdengar pihak aparat memaksa mematikan video tersebut. Berikut videonya;

 

Selain itu, beberapa video muncul berisi upaya para peserta yang heroik berjuang agar bisa sampai di masjid An-Nur untuk berdoa bersama. Berikut diantara videonya ;

 

Yang Aneh meski ada aksi yang pengamanannya menyeramkan ini, pengunjung borobudur justru meningkat pada hari terjadinya aksi ini, sebagaimana yang dirilis merdekacom, selengkapnya disini. “Candi Borobudur hari ini tetap buka tetapi dengan pengawasan ketat. Pengunjung untuk hari ini sejak buka loket pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB ada 3000-an orang,” jelas General Manager (GM) Taman Wisata Borobudur, Crisnamurti Adiningrum, Jumat (8/9). Dari 3000-an pengunjung, lanjut Crisnamurti, pengunjung lokal atau wisatawan lokal ada 1671 orang. Sedangkan untuk wisatawan asing berjumlah 975 orang.

Yah begitulah pernak pernik aksi peduli Rohingya di masjid An-Nuur, 8 September lalu, semoga kita dapat mengambil pelajaran di dalamnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *