Malaysia Master : Indonesia Rajai Turnamen di Negeri Tetangga

Jatengkita.id – Malaysia Master 2022 memasuki babak final. Turnamen Super 500 ini membuka kans bagi setiap pemain untuk berebut gelar. Kejutan terjadi pada beberapa pemain unggulan, seperti Axelsen dan Antonsen yang memutuskan mundur dari turnamen.

Jepang juga menyumbang banyak pemain berguguran seperti Kento Momota, Akane Yamaguchi, Sayaka Hirota/Yuki Fukushima, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, dan terakhir Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Nami Matsuyama/Chiharu Shida menjadi satu-satunya wakil Jepang yang masih bertahan hingga babak final. Chou Tien Chen dan Tai Tzu Ying yang masing-masing gagal di babak perempat final dan semifinal.

Di sektor tunggal putra, Indonesia berhasil mengirimkan satu wakil. Chico menang rubber game atas wakil China dengan poin yang ketat disertai perjuangan jatuh bangun. Ia akan menghadapi Ng Ka Long Angus dari Hongkong yang berhasil mengalahkan Prannoy dari India.

Bila melihat peluang, Ng Ka Long unggul satu kemenangan dengan pertemuan terakhir di Macau Open 2018. Namun, melihat daya juang Chico sejak babak pertama hingga berhasil mengalahkan rekan senegara yang notabene lebih unggul secara peringkat (Anthony Ginting) bukan tidak mungkin Chico berhasil revans dan membawa asa bagi tunggal putra Indonesia.

Berikutnya, ada Rinov Rivaldy/Pitha Mentari yang juga berhasil menembus babak final dengan mengalahkan pasangan Thailand dalam tiga gim. Sektor ganda campuran di beberapa turnamen terakhir masih didominasi oleh pasangan Zheng Si Wei/Huang Yaqiong dari China. Pasangan ini telah meraih banyak gelar di paruh tahun 2022. Permainannya masih stabil. Tentu bukan hal yang mudah bagi pasangan Indonesia untuk unggul. Secara peringkat dan pengalaman memang kalah jauh, namun melihat permainan Rinov/Pitha yang berhasil mencapai final, bukan tidak mungkin mereka akan memberikan perlawanan yang cukup merepotkan.

Tak berhenti disitu, Indonesia memastikan satu gelar di sektor Ganda Putra dengan terjadinya pertandingan All Indonesian Final. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terlebih dahulu menang atas pasangan muda China dengan straight game. Disusul Fajar Alfian/M Rian Ardianto berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah, Aaron Chia/Soh Woi Yik dalam rubber game. Dengan kemenangan ini, rekor pertemuan kedua pasangan ini menjadi imbang. Di lapangan, semua hal bisa terjadi. Keduanya memiliki peluang yang sama untuk menang. Sama-sama saling memahami bagaimana pola bermain, kelemahan, dan keunggulan.

The Daddies tidak mudah terbawa pola permainan lawan. Hendra Setiawan masih unggul dengan bola-bola unpredictable. Ahsan juga sangat akurat dalam smash tajam yang menukik. Fajar/Rian unggul secara stamina. Keduanya memiliki serangan yang sangat bagus. Untuk pola drive, kedua pasangan masih imbang.

Selanjutnya ada An Se Young yang akan menghadapi Chen Yu Fei di sektor tunggal putri. Pertemuan terakhir keduanya adalah Turnamen Uber Cup. Pertandingan epik itu dimenangkan oleh Chen Yu Fei dengan rubber game. An Se Young tentu memiliki asa untuk revans. Pun Chen Yu Fei masih konsisten dengan performa apiknya, berhasil menembus babak semifinal hingga final dalam beberapa turnamen terakhir. Ia berhasil mengalahkan Tai Tzu Ying di babak semifinal dengan straight game. Ini adalah kemenangan keduanya secara berturut-turut atas Tai Tzu Ying setelah sebelumnya di turnamen Malaysia Open. An Se Young masih sangat menggebu-gebu dan Chen Yu Fei sangat tenang dalam permainannya. Secara peringkat, An Se Young berada tepat di bawah Chen Yu Fei. Dan secara rekor pertemuan, Chen Yu Fei unggul 7 kemenangan atas An Se Young.

China juga berhasil mengirimkan wakilnya di sektor ganda putri. Unggulan pertama Chen Qing Chen/Jia Yi Fan mengalahkan pasangan tuan rumah dalam straight game. Di final, mereka akan menghadapi Nami Matsuyama/Chiharu Shida. Pertemuan terakhir keduanya adalah turnamen Thailand Open dengan kemenangan Matsuyama/Shida secara rubber game. Keduanya juga pernah tumbang oleh pasangan ciamik Indonesia, Siti Fadia/Apriyani Rahayu di turnamen Malaysia Open, sehingga tidak bisa meraih gelar.

Indonesia dan China berhasil merajai Malaysia Master dengan mengirimkan wakilnya di masing-masing tiga sektor. Tentu hal ini menjadi sebuah pencapaian bagi Indonesia yang harus diapresiasi di tengah-tengah usaha tim untuk bisa konsisten bermain dengan performa terbaik dalam kondisi perbaikan pascapandemi. Tentu hal ini dalam rangka mengibarkan Sang Merah Putih di puncak tertinggi dan dengan intentisitas yang tinggi pula.

Ditulis oleh : Sahri An Nisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *