Masih Gratis, Ramai-Ramai Lewat Tol Bawen-Salatiga

by
Gerbang Tol Salatiga

SALATIGA, jatengkita.id – Siapa yang kemarin pas mudik udah cobain lewat jalan tol bawen salatiga? Seru kan ya, kita disuguhkan pemandangan yang berbeda dibanding-tol-tol lain. Namun sejak berakhirnya arus mudik dan arus balik lebaran 2017 Juli lalu ruas tol ini kembali ditutup untuk penyempurnaan fisik.

Nah mulai Jumat (15/9) sore ini, PT Trans Marga Jateng mengoperasikan jalan tol ruas Bawen-Salatiga denga bersifat uji coba, artinya, sampai terbitnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang pemberlakuan tarif di ruas itu, maka seluruh kendaraan yang lewat di-gra-tis-kenn. Ruas Bawen-Salatiga dioperasikan sementara untuk kendaraan umum (kecil) saja nih, sedangkan kendaraan berat belum diperbolehkan melintas.

Dalam pers rilisnya, Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Yudhi Krisyunoro mengatakan meski ruas jalan tol Bawen-Salatiga dioperasikan dalam tahap uji coba, namun dipastikan standar pelayanan minimum jalan tol sudah terpenuhi. Termasuk, sarana dan prasarana ruas tol Bawen-Salatiga juga sudah sesuai dengan standar pelayanan minimal jalan tol. Menurutnya, pengoperasian uji coba berlangsung hingga keluar surat dari Menteri PUPR yang diharapkan bisa di bulan ini (molor juga nggak papa pak, gratis terus apalagi, dukung deh!)

“Pengoperasian uji coba berakhir sampai diterbitkan surat keputusan Menteri PUPR. Kemudian baru ada sosialisasi tarifnya. Kalau saya mengharapkan secepatnya di bulan ini. Kami sebagai operator tentu mengharap lebih cepat lebih baik,” kata Yudhi.

Diwartakan sebelumnya, jalan Tol Bawen-Salatiga memiliki panjang 17,6 kilometer dan merupakan bagian dari jalan Tol Semarang-Solo. Saat ini, PT Trans Marga Jateng sedang menyelesaikan konstruksi ruas Salatiga-Kartosuro sepanjang 32,20 kilometer.

Ruas Jalan Tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 km, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 kilometer resmi dioperasikan pada hari ini Jumat 15 September 2017. Pengelola Jalan Tol Semarang-Solo ini gaes, adalah PT Trans Marga Jateng, yang merupakan konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Astra Infra, dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah.

Dengan pengoperasian seksi III ruas Bawen-Salatiga, melengkapi pengoperasian seksi I ruas Semarang-Ungaran sepanjang 10,85 km pada bulan November 2011 dan seksi II ruas Ungaran-Bawen sepanjang 11,99 km pada bulan April 2014. Saat ini PT Trans Marga Jateng sedang menyelesaikan pembangunan konstruksi Ruas Salatiga-Kartosuro, sepanjang 32,20 km, sehingga nantinya total panjang Jalan Tol Semarang-Solo akan menjadi 72,64 km.

“Pengoperasian Ruas Bawen-Salatiga berdasarkan Sertifikat Laik Fungsi Jalan Tol Semarang-Solo Segmen III Bawen-Salatiga dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat nomor AJ.005/I/18/DJPD/2017 tanggal 24 Agustus 2017 dan Sertifikat Laik Operasi Jalan Tol Semarang-Solo Seksi III ruas Bawen-Salatiga dari Kepala Badan Pengatur Jalan Tol nomor JL.03.04-P/339 tanggal 14 September 2017,” tulis manajemen Jasa Marga dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2017).

Tol Salatiga dengan menggunakan drone (Foto: IG ; oecilkritingz)

Sistem Pembayaran Tol Salatiga Nantinya?

Sistem transaksi saat ini menggunakan sistem terbuka, selanjutnya akan menggunakan sistem transaksi tertutup, sesuai dengan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Pada sistem tertutup, pemakai jalan tol memasuki Gardu Masuk (Entrance) harus mengambil Kartu Tanda Masuk Elektronik (KTME), dan di Gardu Keluar (Exit) menyerahkan KTME serta membayar tol sesuai golongan kendaraan dan asal Gerbang Tol.

Sedangkan dalam mekanisme transaksi Sistem Terbuka, setiap pemakai jalan yang lewat gardu tol langsung membayar tol sesuai dengan golongan kendaraan.

Bagi pengguna jalan tol yang masuk dari Semarang, Ungaran atau Bawen menuju Salatiga, atau sebaliknya dari Salatiga ke Bawen, Ungaran atau Semarang lewat jalan tol, di gerbang tol keluar tetap wajib membayar tarif tol untuk ruas Semarang-Bawen, sesuai golongan kendaraan dan asal gerbang.

Jadi yang gratis hanya ruas Bawen-Salatiga yaah, sampai dengan terbitnya surat diberlakukan tarif tol. Jangan ngarep gratis dari Jakarta sampe salatiga, hehehe

Terhubung Sampai Surabaya

Oya jalan tol Bawen – Salatiga ini merupakan rangkaian jalan tol trans jawa yang menghubung Jakarta hingga surabaya lhih. Jalan Tol Solo-Surabaya sepanjang 258 kilometer sebentar lagi juga akan terhubung. Beberapa ruas yang pada saat ini telah dibuka fungsional, akan meningkat statusnya menjadi operasional. Sementara, ruas lain yang belum dibuka, ditargetkan dapat dibuka sementara.

Menuju ke arah Timur ada ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,1 km yang telah dibangun sejak 2010. Progres tanah saat ini telah mencapai 99,7% dengan konstruksi 74,49%. Ruas yang porsi pembangunannya dibagi dua oleh pemerintah dan swasta ini diharapkan bisa beroperasi tahun ini.

Selanjutnya ruas Ngawi-Kertosono yang dibangun sejak 2015 sepanjang 87,02 km, pembebasan lahan telah mencapai 97,96% dengan progres konstruksi 41,47%. Sebagian seksi dari ruas ini ditarget bisa operasional pada tahun ini dan secara penuh pada tahun depan.

Jalan Tol di Jawa Timur menunjukkan progres pembebasan lahan lebih baik dengan rata-rata telah mencapai 100%. Pada ruas Tol Mojokerto-Jombang-Kertosono sepanjang 40,5 km, konstruksi saat ini telah mencapai 90,88% (seksi I dan III telah beroperasi). Jalan tol yang dibangun sejak 2013 ini ditarget bisa beroperasi tahun ini.

Ruas Tol Mojokerto-Surabaya sepanjang 36,47 km telah bebas 100% tanahnya. Tol yang dibangun sejak 2010 ini telah mengoperasikan seksi IA dan seksi IV. Dengan progres konstruksi 86,76%, Jalan bebas hambatan menuju ke Surabaya ini ditarget beroperasi pada September tahun ini.

Sempat Viral, Jadi Tol Terindah Didunia

Gerbang Tol Salatiga
Pemandangan Tol Semarang Salatiga dari GEdawang. (Foto : liputan6.com)

Hanya saja, untuk melihat pemandangan yang luar biasa ini, masyarakat disarankan melalui gerbang tol keluar ini saat pagi hari. Ini dikarenakan mulai di atas jam 10.00 WIB, Gunung Merbabu perlahan mulai tertutup awan. Bagi yang belum pernah, Yuk Silahkan coba!

Kabarnya, ini gerbang tol di Swiss yang mirip gerbang tol salatiga (Foto: Phinemo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *