Plot Twist Bursa Transfer MotoGP 2025, Gara-Gara Marquez?

Plot Twist Bursa Transfer MotoGP 2025, Gara-Gara Marquez?
Line up MotoGP 2024 (Foto : Pinterest)

Jatengkita.id – Aprilia KTM Racing akhirnya resmi mengumumkan Marco Bezzecchi di kursi pabrikan menemani Jorge Martin. Hal ini disampaikan melalui akun media sosial Aprilia dan MotoGP pada hari Senin (25/06/2024) waktu setempat. Dengan demikian, pabrikan Italia itu berhasil mencapai visi layaknya Ducati, “An Italian bike with an Italian rider“.

Sebelumnya, rumor kepindahan Bezzecchi begitu santer. Sehingga, hal ini tidak terlalu mengejutkan. Peraih Rookie of The Year 2023 ini memang dinilai memiliki skil bagus yang bisa diharapkan untuk kompetisi meraih gelar juara dunia musim depan.

Gambar
(Foto : x.com/MotoGP)

Nama-nama rider papan atas kini sudah tersebar mengisi slot tiga pabrikan besar yang memang musim ini sangat kompetitif. Dan mereka yang dinilai banyak mencuri perhatian publik. Namun, tidak menutup kemungkinan sisa kursi lainnya juga akan menarik atensi penggemar ajang balap motor tercepat di dunia ini.

MotoGP 2025 diprediksi akan sangat kompetitif bagi pabrikan Eropa. Ducati masih unggul dalam hal riset dan inovasi. Diikuti progres Aprilia yang berada setingkat di bawah Desmosedici racikan Insinyur Gigi Dall’igna itu. Kemudian, ada KTM yang memiliki potensi rider-rider cemerlang yang diisi Brad Binder, Pedro Acosta, Enea Bastianini, Maverick Vinales, dan Dani Pedrosa di posisi test rider. Publik rasanya tak sabar menunggu musim 2024 bergulir berganti 2025.

Hal itu juga didasari oleh bursa transfer yang sempat ramai dan kacau setelah Ducati umumkan Marc Marquez yang mendampingi Pecco Bagnaia. Ia berhasil memorak-porandakan elit Ducati lewat pernyataan bahwa ia tak berencana ke tim satelit Pramac musim depan. Sementara saat itu, Jorge Martin diyakini sebagai kandidat terkuat ke Ducati pabrikan.

Penyebab Pecco Disalip Martin & Marquez di MotoGP Prancis
(Foto : jpnn.com)

Tak lama berselang, secara mengejutkan Martin justru diumumkan bergabung ke Aprilia menggantikan kursi Aleix Espargaro yang akan gantung helm musim depan. Tentu saja hal ini membuat para penikmat MotoGP terpecah. Ada yang kegirangan karena The Baby Allien akhirnya punya kesempatan untuk meraih gelar juara dunia lagi. Dan ada juga yang geram karena seolah ini tidak adil bagi Martin yang dinilai lebih layak dibanding Marquez.

Tak berhenti sampai disitu, Maverick Vinales juga ikut serta memberi kejutan dengan memilih hengkang dari Aprilia dan bergabung ke KTM Tech3 bersama Enea Bastianini. Terlepas dari Martin sebagai pemicu, Vinales mengungkapkan bahwa Aprilia akan menjadikan The Martinator sebagai pembalap utama. Sebelumnya, Vinales dirumorkan akan berlabuh ke Honda.

Marquez Effect

Dalam hal transfer rider, tidak mengenal siapa yang harusnya kemana.  Semua dilakukan dalam rangka mencapai kemenangan. Marquez, meskipun mengaku ia harus egois dan terkesan menjegal Martin, alasannya pun bisa diterima. Yaitu dia punya ambisi yang ingin diwujudkan dan ini kompetisi.

Sementara Ducati, meskipun banyak dikecam dan diharapkan akan menyesal oleh publik, langkah yang mereka ambil juga semata-mata demi tujuan yang lebih besar dan orientasi ke depan bagi pabrikan. Jika dikatakan mereka butuh Marquez karena faktor marketing, secara realistis Ducati memang butuh finansial yang tidak sedikit untuk mengembangkan motor untuk regulasi baru 2027 mendatang.

Marc Marquez Ungkap 1 Syarat Tak Masuk Akal Ducati sebelum Gabung, Sedih  Jorge Martin Di-PHP tetapi Pembalap Harus Egois - Bolasport.com
(Foto : bolasport.com)

Jika alasannya adalah faktor-faktor pembanding antara Marquez VS Martin, Marquez jelas jauh lebih unggul dalam banyak hal, seperti pengalaman dan pasar. Kompetisi tidak mengenal nurani. Siapa yang memberikan nilai paling menguntungkan, maka dia yang akan terpilih. Pabrikan manapun juga akan berpikir dua kali untuk mempertimbangkan juara dunia delapan kali ini untuk berkompetisi dengan tim utama dan support motor spek terbaru.

Belum genap satu tahun di Ducati, Marquez sudah berhasil mendapat tawaran gemilang. Ia bahkan tak perlu repot-repot harus mengembangkan motor seperti dulu saat di Honda yang ujungnya tidak ada progres juga. Cukup menikmati hasil pengembangan dari rider pabrikan dan kemudian meraciknya untuk mendapatkan settingan motor yang tepat.

Kini, Ducati sudah kehilangan tiga rider kompetennya yang terdistribusi ke pabrikan lain dan bukan tidak mungkin akan sedikit-banyak menerapkan inovasi Ducati ke pabrikan tempat mereka sekarang bernaung. Ada Luca Marini di Honda, Martin dan Bezzecchi di Aprilia, dan Bastianini di KTM. Selain itu, Ducati juga dimungkinkan kehilangan kans untuk bekerja sama lagi dengan Pramac di musim depan.

Livery Ducati MotoGP 2023
(Foto : oto.detik.com)

Ducati mungkin memang sempurna dalam hal riset dan teknologi motor, tetapi mereka masih harus bisa menyelesaikan ujian di manajemen rider. Dua matahari dalam satu tim besar akan sangat rawan dengan konflik. Duet Pecco dengan Marquez di musim 2025 mendatang, tim  dan publik sama sekali tidak berharap akan lahir kembali duel paddock Rossi-Lorenzo part 2.

Marquez yang dikenal dengan attitude balap yang buruk di lintasan tentu menjadi peringatan tidak hanya bagi Pecco, namun juga tim manajemen Ducati. Ia harus bermain fair, profesional, dan tidak merugikan pihak lain.

Baca juga : Sah! Ducati Pilih Marquez jadi Tandem Pecco Musim 2025

Rekomendasi untuk anda : Gertakan Marc Marquez Hadirkan Plot Twist, Ducati Pilih Si Alien Ketimbang Jorge Martin untuk MotoGP 2025?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *