Ramai Penarikan 5 Obat, Lakukan Ini Saat Anak Demam

image source : Medline Plus

JatengKita.id- Kementerian Kesehatan Indonesia dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) sejak bulan Agustus lalu telah mencatat adanya kenaikan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) atau biasa dikenal dengan ‘gagal ginjal’ pada anak di Indonesia.

Sebenarnya Indonesia bukan satu-satunya negara yang dihantui penyakit misterius ini. Pemerintah Gambia melaporkan setidaknya 70 anak meninggal karena penyakit tersebut. WHO mengungkapkan bahwa pengidap penyakit tersebut keracunan kandungan dalam obat sirup batuk produksi Maiden Pharmaceuticals, India.

Mewaspadai timbulnya hal serupa, IDAI dan Kemenkes kompak menghimbau seluruh masyarakat untuk menghindari penggunaan obat sirup paracetamol. Obat jenis tersebut biasa dijumpai pada obat penurun panas, demam, dan batuk.

Menindak himbauan tersebut Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menerbitkan surat edaran PP IAI bernomor B2-382/PP.IAI/2226/X/2022 tertanggal 19 Oktober 2022. Surat edaran tersebut berisi himbauan kepada seluruh apoteker untuk lebih memperhatikan kemungkinan interaksi antar obat, dan interaksi dengan makanan. Interaksi ini berisiko menimbulkan kejadian fatal seperti kegagalan organ termasuk kondisi gagal ginjal akut.

BPOM sendiri telah merilis lima nama obat sirup yang ditarik peredarannya. Kelimanya ditarik karena dinilai memiliki kandungan cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman.

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan Dus, Botol Plastik @ 60

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan Dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan Dus, Botol @ 15 ml.

Penarikan obat sirup anak tersebut sontak membawa kekhawatiran di masyarakat. Lantas, apa yang harus dilakukan saat anak demam? Simak informasi berikut:

Alternatif Penanganan Demam Anak

1. Turunkan Panas dengan Kompres

Anak yang demam dengan panas tubuh ringan, yakni tidak lebih dari 38,5 derajat celcius, sebenarnya tidak perlu langsung diberikan obat penurun panas. Hal pertama yang wajib anda lakukan adalah mengompres tubuh anak dengan air bersuhu ruangan (tidak panas dan tidak dingin). Selanjutnya pastikan anak banyak minum air putih dan dapat beristirahat dengan baik.

Namun jika anak bersuhu lebih dari 38,5 derajat celcius segeralah bawa anak ke rumah sakit terdekat. Hal tersebut dikarenakan demam tinggi pada anak-anak dan bayi berisiko menyebabkan kejang demam dan dehidrasi.

2. Beri Ramuan Herbal

Jangan pernah sepelekan ramuan herbal. Pasalnya obat dari racikan rempah, madu, maupun tanaman obat ini sangat aman dikonsumsi karena tidak memiliki zat berbahaya. Seringkali kita juga ragu dengan khasiat obat herbal. Nyatanya obat herbal memilki khasiat yang ampuh dalam menyembuhkan penyakit. Hal itu bahkan sudah dibuktikan secara medis. Berikut adalah resep ramuan herbal dr. Zaidul Akbar dalam buku karyanya, Resep Sehat JSR (Jurus Sehat ala Rasulullah).

Resep Air Kunyit

Kunyit dikenal mampu menurunkan panas anak secara alami. Hal ini dikarenakan kunyit mengandung zat antiradang dan antibakteri. Selain untuk demam, kunyit juga dipercaya bermanfaat untuk mengatasi masalah kesehatan lain, seperti pilek, radang tenggorokan, serta infeksi. Bahkan jika dikonsumsi secara rutin, kunyit dapat menurunkan angka hipertensi.

Untuk membuat ramuan penurun panas demam pada anak, siapkan kunyit sebesar jari kelingking orang dewasa, madu secukupnya, dan air. Langkah pertama blender kunyit dan air, lalu endapkan. Selanjutnya air endapan tersebut ditambahkan madu secukupnya. Ramuan ini cocok untuk balita usia enam bulan ke atas. Sebaiknya ramuan diberikan 1-2 kali sehari.

Resep Putih Telur

Resep selanjutnya adalah dengan mengaduk putih telur bersama madu. Ramuan ini dapat dikonsumsi oleh balita di atas usia enam bulan. Sebaiknya ramuan diberikan 1-3 kali sehari.

Anda tidak perlu khawatir dengan higienitas putih telur. Pasalnya cangkang telur telah melindungi isi telur dari anti bakteri, virus, dan sebagainya. Dalam resep ramuan ini sangat disarankan untuk menggunakan putih telur ayam kampung.

Resep Air Kelapa

Resep ramuan ini cukup simpel. Siapkan 150 ml atau tiga per-empat gelas air kelapa dan dua sendok makan madu asli, lalu Kocok kedua bahan tersebut hingga berbusa. Air ramuan siap dikonsumsi. Sebaiknya berikan ramuan ini setiap dua jam sekali untuk membantu proses penyembuhan dan meredakan demam pada anak dan dewasa.

Nah itu dia tadi alternatif penanganan demam pada anak yang bisa anda praktekkan di rumah. Tidak perlu khawatir, karena demam adalah salah satu mekanisme pertahanan tubuh anak terhadap infeksi virus ataupun bakteri. Pantau terus suhu tubuh anak, serta pastikan anak tidak dehidrasi dan dapat bersitirahat dengan baik. Semoga semua yang sedang sakit lekas pulih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *