Yuk, Nyoba Sensasi Sate Blengong Khas Brebes

by
Ini dia penampakan Sate Blengong nan lezat itu. (foto: KSMtour)
Ini dia penampakan Sate Blengong nan lezat itu. (foto: KSMtour)

Jatengkita.id, BREBES – Jika kita mendengar kata sate, tentu yang kita bayangkan adalah makanan yang dtusuk dan lalu dibakar. Tidak selamanya demikian jika anda menikmati sajian kuliner khas Brebes, Jawa Tengah ini. Yap! Brebes tak hanya punya telur asin sebagai kuliner andalan. Faktanya Brebes punya sate blengong yang wajib Anda cicipi jika singgah ke kabupaten ini.

Blengong sejatinya adalah hewan hasil perkawinan antara bebek dan mentok (entok).Browsing seniri rupa hewannya seperti apa, yang pasti saat dimasak daging blengong sungguh nikmat!

Teksturnya mirip bebek yang memiliki serat, tapi lebih lunak dan lembut saat dikunyah. Memakan daging blengong memberi sensasi baru dari segi tekstur rasa. Alhasil dengan tekstur yang nikmat ini, daging blengong cocok untuk diolah menjadi sate.

Kupat, menu pendamping sate blengong

Pondok Kupat Sate Blengong biasanya menyediakan tiga menu andalan, yakni sate bakar, sate masak, dan kupat. Sate bakar adalah sate daging blengong yang dimasak dengan cara dibakar dengan arang seperti sate pada umumnya. Sedangkan sate masak, daging blengong direbus dengan bumbu santan dan ditusuk dengan lidi berukuran panjang. Kupat menjadi makanan pendamping dengan kuahnya yang kaya akan bumbu dan terasa pedas.

Daging blengong sebenarnya sama sepeti daging bebek yang agak alot dan dapat berbau jika tak diolah dengan tepat. Bedanya di Pondok Kupat Sate Blengong Kasturi Rajak, daging blengong dimasak dua kali. Satu kali memasak menghabiskan waktu 2,5 jam. Inilah jawaban mengapa daging sate blengong di sini sungguh lembut.

Ketupat disajikan dengan guyuran cairan yang berbahan santan dan diberi berbagai rempah-rempah, serta bumbu dapur yang tidak begitu kental. Di taburi krupuk yang sudah di remas-remas dan di campur dengan bawang goreng. Bila semua sudah diracik, ketupat dengan sajian bersama sate blengong, jelas menggugah selera.

Penjual Sate blengong

Salah satu gerai sate blengong yang legendaris di Brebes adalah Pondok Kupat Sate Blengong Bapak Kasturi Rajak. Terletak di perempatan Islamic Center menuju Pasar Batang, Brebes.  Tapi sebetulnya kuliner asli Brebes ini bisa ditemukan di berbagai sudut kota khususnya Alun-alun Kota Brebes. Dulu hanya ada dua penjual sate ini disekitar alun-alun brebes. Sekarang sudah mudah kita dapati penjual sate blengong.

Usaha Pondok Kupat Sate Blengong Bapak Kasturi Rajak sendiri sudah generasi ketiga. Selama 40 tahun pondok sate blengong ini turun temurun dari seorang bernama Rajak, lalu turun ke  yang namanya Kasturi, dan diturunkan kepada cucunya bernama Akhmad Kurniawan, penerus Pondok Kupat Sate Blengong itu.

Dialun-alun setidaknya ada 2 penjual sate Blengong, di pojok barat alun alun, dan pojok selatan timur alun-alun atau terkenal dengan sate blengong “tuti”, dari nama penjualnya bernama Tuti. Ada lagi yang mangkal di depan Bank Jateng yang terkenal dengan sate belngong Kari, atau penjualnya bernama Man Kari yang selanjutnya diteruskan anaknya. Selain itu, bagi orang yang ingin nyaman, tanpa gangguan orang saat menikmati makan sate blengong, anda boleh juga ke pasar batang.

Harga Sate Blengong

Untuk harga, sate blengong bakar dibanderol Rp 60.000 per satu kodi (20 tusuk). Sedangkan sate blengong masak dibanderol Rp 6.000 per tusuk, dan seporsi kupat dihargai Rp 12.000. Pondok Sate Kupat Blengong Bapak Kasturi Rajak dibuka dari jam 12 siang sampai habis.
Saran KompasTravel, jika ingin menyantap sate bakar di Pondok Kupat Sate Blengong Bapak Kasturi Rajak, datanglah lebih awal, sebab khusus sate bakar hanya disediakan 10 kodi alias 200 tusuk per harinya.

Blengong atau dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan tiktok, adalah pesilangan antara bebek dengan mentok atau entok. Dagingnya tentu mirip dengan bebek, hanya saja lebih tidak amis. Teksturnya cenderung lebih liat dari daging ayam, namun rasanya gurih. Selain itu, daging itik ini juga rendah kolesterol. Sate Blengong disajikan dengan ukuran besar sehingga setiap tusukmya terdapat tujuh potong daging. Itulah yang membedakan Sate Blengong dengan sate lainnya.

Berbeda dengan tusuk sate kebanyakan yang menggunakan tusuk yang terbuat dari lidi. Tusuk Sate Blengong berasal dari batang bambu yang ukurannya lebih besar dan panjang. Dengan cita rasa yang khas, Sate Blengong ini tetap dibakar diatas bara api seperti membakar sate biasa. Namun sebelumnya dilakukan perebusan daging Blengong terlebih dahulu agar lebih empuk dan bumbunya lebih meresap. Biasanya Sate Blengong dihidangkan bersama-sama dengan Kupat Glabet, sejenis kupat yang banyak ditemukan di sepanjang kota Brebes, Tegal, dan Pemalang.

Dagingnya di sajikan seukuran ibu jari. satu tusuk sate blengong hanya terdapat 7 potong daging saja. Umumnya,para petani di Kabupaten Brebes juga memelihara itik blengong.Daging itik blengong ini terbilang makanan yang rendah kolestrol, jadi aman di makan

Kombinasi Sate Blengong dan Kupat Glabet dengan kuah yang tidak kental membuat cita rasa yang cukup unik. Kuah Sate Blengong berasal dari santan dan beberapa bumbu dapur mirip seperti kuah opor, berbeda dengan Sate Madura yang menggunakan kuah bumbu kacang. Rasa kuahnya pedas dan ada sensasi hangat pada tubuh saat mencicipinya. Pedasnya tidak terlalu kuat sehingga relatif aman dikonsumsi Anda yang tak terlalu suka pedas. Dengan taburan kerupuk dan bawang goreng menambah nikmat perpaduan makanan ini. Satu porsi makanan lezat ini dihargai mulai Rp 12 ribu-Rp 15 ribu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *