Jangan Lewatkan Semarang Night Carnival 2017

by
Semarang Night Carnival 2017 ~ Paras Semarang

Jatengkita.id, SEMARANG – Sedulur Semarang mana suaranya?? Jangan sampai terlewat ini ada event kolosal yang seru dalam rangkaian ulang tahun Kota Semarang yang ke-470, Semarang Night Carnival 2017 kembali akan digelar pada hari Sabtu, 6 Mei 2017. Rute/Lokasi dari titik nol KM – Balaikota. Tema yang berbeda, konten material yang berbeda, akan ada yang berbeda pada gelaran SNC 2017 kali ini.

Yang menarik, SNC kali ini akan menampilkan empat ikon kota Semarang, yakni burung blekok, bunga sepatu, kuliner dan lampion. Gelaran parade kostum budaya kali ini bertajuk Paras Semarang. Rencananya, acara ini dibuka oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Yahya Muhaimin, pukul 19.00 WIB.

 

Lur, Karnival ini adalah selebrasi ulang tahun kota Semarang yang diselenggarakan tiap tahunnya. Ta tanggung-tanggung pada SNC 2017 ini akan diikuti oleh 300 peserta yang berasal dari pelajar SMP, SMA hingga perguruan tinggi Kota Semarang. Parade kostum yang megah, diramaikan oleh lampion dan lampu-lampu yang berwarna-warni, menjadikan karnival ini menjadi begitu hidup. Turut hadir ikon masyarakat kota Semarang, Warak Ngendog; binatang imajiner yang melegenda di Semarang. Saksikan perayaan akbar tahunan ini bersama keluarga Anda ya!

Tahun ini, pergelaran parade SNC 2017 memiliki perbedaan pada rutenya. Rute SNC 2017 ini diklaim merupakan rute terpanjang dari tahun sebelumnya, yakni start dari titik nol kilometer Kota Semarang dan berakhir di Tugu Muda. Peserta akan berjalan kaki menempuh jarak sekitar 1,3 km dari titik nol kilometer atau depan Kantor Pos Besar Johar, kemudian menyusuri sepanjang jalan Pemuda dan berakhir di Lawang Sewu.

Kostum Megah ala SNC

Sebagaimana dikutip radarsemarang, Koordinator Volunteer SNC, Fatikha Amalina, mengatakan, dalam penyelenggaraan ini, 300 peserta dibagi empat defile, yang masing-masing mewakili empat ikon Kota Semarang. Lampion dipilih sebagai perwakilan etnis Tionghoa dengan ciri kostum berwarna merah. Defile burung blekok warna putih, kulinernya warna hijau muda dan kuning emas, sedangkan untuk bunga sepatu akan dihiasi dengan warna hijau dan merah.

”Tahun lalu dari Gereja Gedangan sampai dengan Hotel Metro saja. Perbedaan lainnya jika tahun lalu pakai bahan-bahan alam, tahun ini pakai bahan konvensional,” ujar Fatikha

Kostum bisa memiliki berat hingga 10 kilogram

Kostum Semakin Heboh di SNC 2017

Saat diwawancarai Jateng Pos, salah satu peserta SNC 2017 yang masuk dalam defile lampion, Seylia Athaya Ramadhani, menceritakan, kostumnya yang memiliki berat 10 kg ini merupakan hasil kreasi dengan menampilkan bola naga api.

”Agak susah waktu mengkreasikan kostum, karena lampion kan susah. Akhirnya, saya rancang sebuah naga melingkar dengan sayapnya sedang menangkap bola api lampion,” beber siswa kelas 7 SMPN 15 Semarang ini.

Gadis 13 tahun ini menambahkan, pembuatan kostum tersebut memakan waktu hingga satu bulan. Bahannya aluminium untuk kerangka, kain, lampu, aneka kertas warna merah keemasan serta lampion sesuai tema.

Di tema burung blekok peserta ada yang mengenakan kostum serbaputih setinggi dua meter dengan berat 3 kg. Yang pembuatannya sejak bulan Maret, kira-kira satu bulan lamanya, woww!. Bahannya pun terbilang heboh, dari spon busa hati, kain spunbond, scotlite, mutiara permata, serta pecahan kaca sebagai aksesorinya, (hati-hati itu kan beling yuuu..) 🙂

Peserta dengan tema lainnya, seperti kuliner juga tak mau kalah. Mereka menampilkan kostum yang menarik, seperti menggambarkan jajanan khas Semarang lunpia, bandeng presto, kue ganjel rel dan lainnya

Tak hanya itu. Sebanyak 60 mahasiswa asing dan penari yang berasal dari empat Negara yaitu Thailand, Taiwan, Srilanka serta Korea Selatan juga tidak ketinggalan untuk memeriahkan karnaval seni budaya ini. Para penampil “asing” ini akan berbaur bersama ratusan peserta lainnya.

Acara tahunan terbesar di Kota Semarang ini akan disaksikan oleh 11 duta besar Negara yang akan ikut turnamen karate se-Asia.

Empat ikon Kota Semarang

Tema ini Semarang Night Carnival bertema “Paras Semarang” yang menggambarkan wajah Semarang dalam bentuk ikon-ikon terpopuler. Wajah kota tersebut disimbolkan ke dalam empat hal, yaitu kekayaan kuliner, flora, fauna dan ikon bangunan kota.

Kekayaan kuliner digambarkan dengan lunpia dan bandeng presto, sedangkan flora dan fauna disimbolkan dengan bunga sepatu dan burung blekok yang mayoritas tumbuh subur di Semarang. Adapun ikon bangunan dimunculkan lewat Tugu Muda dan Lawang Sewu.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Semarang, Achyani, mengatakan pergelaran tersebut digelar Pemkot Semarang secara gratis sehingga masyarakat diharapkan tidak melewatkan acara akbar tahunan ini. Dengan mendorong Education, Entertainment, Exhibition, serta Economic Benefit, pemerintah ingin karnaval ini menjadi potensi wisata unggulan yang dapat menggerakkan potensi wisata lainnya seperti perhotelan, restoran, transportasi, suvenir, makanan khas, dan lain-lain.

Selama berlangsungnya kegiatan tersebut pihak Pemkot Semarang akan melakukan sistem buka tutup jalan yang dilewati peserta SNC.

Dinas Perhubungan Pemkot Semarang sudah menyiapkan beberapa kantong parkir untuk memudahkan warga masyarakat yang akan menonton event tahunan tersebut. Kantong-kantong parkir tersebut berada di dalam gedung maupun parkir tepi jalan umum (on street parking). Yakni di Jalan Piere Tendean, Jalan MH Thamrin, Imam Bonjol, Sendowo dan juga Gajahmada

Pihak pemerintah Kota Semarang berharap masyarakat dapat memarkirkan kendaraannya sesuai tempat yang telah disediakan secara tertib. Harapannya kegiatan ini akan berjalan lancar dan memberikan suasana aman dan nyaman khususnya bagi warga luar kota maupun wisatawan yang datang untuk menyaksikan Semarang Night Carnival.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *