Teori Kriminologi | Resensi Buku

by
Penampakan Buku Teori Kriminologi

 

Oleh Eko Junianto

Hampir 5 hari ini, kami bergulat dengan buku ini (Teori Kriminologi : Konteks & Konsekuensi). Bukan karena ingin jadi detektif, tapi lebih karena ingin melihat lebih dekat dan dalam tentang dunia kriminal. Dunia yang sungguh lekat dengan kita, terjadi disekitar kita, menjadi bumbu dilayar kaca serta kadang kita mainkan epiknya, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Buku tebal karangangan J Robert Lilly, Francis T. Cullon dan Richard A. Ball ini merekam historiografi pemikiran bangsa Amerika tentang dunia kriminologi. Beragam teori dan analisa dihadirkan, beragam kebijakan dilahirkan. Semua dalam rangka mencari jawaban atas pemahaman “The Criminal Man”. Mengapa orang atau sekelompok orang bisa menjadi jahat sedang yang lainnya tidak? Mengapa ada yang melakukan kejahatan sambil menangis, tertawa atau marah?

Bermula dari pemikiran bahwa ada orang yang dilahirkan dengan sifat – sifat jahat, hingga bisa terlihat dari anatomi tubuhnya. Berubah menjadi pemikiran bahwa kejahatan terjadi karena kondisi sosial yang melingkupinya. Terus bergerak karena ada ketegangan sosial, hilangnya kontrol sosial, sengaja diberi label hingga kejahatan kerah putih (golongan kuat) yang mencengkram struktur dan kuasa negara.

Beragam teori yang disajikan memang berlatar belakang sejarah sosial ekonomi yang dialami oleh Amerika. Berbagai peristiwa seperti industrialisasi, great depression, gerakan hak – hak sipil, perang vietnam hingga budaya konglomerasi ikut andil melahirkan teori – teori tersebut. Alhasil, kita diberikan banyak teori dan analisa yang telah diuji secara empiris dilapangan.

Buku ini disajikan dengan bahasa – bahasa yang cukup rumit. Kami menyarankan agar siapa saja yang ingin mempelajari buku ini agar memperkuat basis pemahamannya terhadap beragam ilmu – ilmu sosial. Agar ragam ilmu dan informasi yang dihadirkan bisa diserap dengan baik. Karena materi dalam buku ini memang tidak bisa dikunyah dengan teknik “membaca cepat”.

Bagi para guru dan aktifis, buku ini (dan buku lain dengan tema sejenis) juga cukup penting untuk dikaji. Setidaknya bisa menjadi tambahan referensi saat menghadapi manusia atau perbuatan kriminal. Pemahaman utuh dan mendalam atas motif kriminal, membantu kita menemukan solusi terbaik untuknya. Seperti halnya saran dari rahib kedua (kisah pembunuh 100 jiwa) yang menyarankan kepada pembunuh usai dia bertaubat “Pergilah engkau dari lingkunganmu. Karena lingkunganmu itu buruk”. Bukankah diantara tugas para dai adalah memperbaiki manusia yang bermasalah?

About Author: rakamsi

Gravatar Image
bermanfaat, atau hilang tanpa nama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *