Ternyata 4 Sehat 5 Sempurna Sudah Tidak Relevan!

image source : Enervon

JatengKita.id- Generasi tahun 90-an pasti hafal di luar kepala apa yang dimaksud dengan makanan empat sehat lima sempurna. Sobat juga pastinya ingat bahwa susu jadi ikon penyempurna makanan bergizi seimbang. Namun benarkah demikian?

Nyatanya fakta menyebutkan bahwa manusia dewasa, sebenarnya nggak memerlukan susu lho sob! Konsumsi susu malah dapat menjadi masalah untuk beberapa orang. Loh loh kok gitu?

Biar nggak makin penasaran, yuk kita simak fakta mencengangkan dari susu berikut:

Manusia dan Susu Hewani

Meminum susu hewani dahulu dianggap asing oleh manusia. Dilansir dari BBC, data menunjukkan bahwa dari 300,000 tahun lamanya manusia eksis, kegiatan minum susu hewani malah baru dikenal 6,000 tahun terakhir.

Sementara itu, dilansir dari Kompas, Dosen Departemen Sejarah Universitas Padjajaran mengungkapkan bahwa manyarakat di Indonesia sempat menganggap susu sebagai hidangan yang menjijikkan dan tidak layak untuk dikonsumsi. Sama halnya dengan darah dan nanah pada tubuh hewan.

Sebenarnya ada alasan biologis mengapa minum susu itu aneh. Susu mengandung sejenis gula yang disebut laktosa. Jenis gula ini berbeda dengan gula fruktosa dan glukosa yang ada di dalam buah-buahan. Laktosa hanya bisa dicerna oleh enzim laktase dalam tubuh.

Saat dalam usia bayi, tubuh memproduksi enzim spesial tersebut dalam jumlah yang banyak. Enzim tersebut memungkinkan pencernaan bayi dapat mencerna laktosa dalam ASI dengan baik. Namun saat bayi mulai disapih, enzim laktase dalam tubuh menyusut bahkan bagi kebanyakan orang pada akhirnya berhenti diproduksi.

Maka menurut fakta tersebut, sebenarnya tubuh manusia dalam usia dua tahun ke atas memang didesain untuk tak lagi mengkonsumsi susu. Tanpa enzim laktase, manusia tidak bisa mencerna susu dengan baik. Akibatnya pada orang dewasa, konsumsi susu dapat menyebabkan gejala lactose intolerant berupa perut kembung, kentut terus-mennerus, diare, jerawat, hingga muncul komplikasi lain. Uniknya gejala ini lebih banyak dialami oleh orang Asia lho sob!

Perlu menjadi perhatian bahwa pada mamalia lain, laktase tidak bertahan sampai masa dewasa. Sapi dewasa tidak punya laktase aktif, begitu pula kucing atau anjing, misalnya. Oleh karena itu sobat pasti tidak pernah mendapati sapi dewasa meminum susu.

Kontroversi

Kalau dinalar, sejatinya susu sapi diperuntukkan untuk anak sapi, begitupun ASI yang diperuntukkan untuk bayi manusia. Sampai di sini kalian pasti akan bertanya, memang minum susu hewan nggak boleh?

Susu formula yang notabene terbuat dari susu sapi terkondensasi dan campuran tepung pertama kali muncul di tahun 70an. Dilansir dari Satu Persen, Susu tersebut awalnya hanya ditujukan untuk bayi yang tidak mendapat ASI dari ibunya lantaran suatu kelainan atau masalah. Namun sedikitnya jumlah ibu dengan masalah tersebut membuat penjualan susu formula tidak mengalami perkembangan. Akhirya Perusahaan susu formula di Eropa mulai membranding susu formula sedemikian rupa hingga bekerjasama dengan dokter dan perawat agar dapat meyakinkan masyarakat untuk membeli susu formula meski mereka bisa memberikan ASI kepada bayinya.

WHO sendiri telah mengeluarkan aturan ketat mengenai promosi susu formula untuk bayi. Aturan tersebut sejatinya juga sudah diterapkan di Indonesia melalui Pasal 9 Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 39 Tahun 2013 tentang Susu Formula Bayi dan Produk Bayi lainnya.

Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa susu formula hanya boleh diberikan untuk bayi dengan kondisi prematur kurang dari 32 minggu, beratnya kurang dari 1,500 gram, serta beresiko terkena hipoglikemia atau peningkatan kebutuhan glukosa.

Spesialnya ASI

ASI punya alasan tersendiri mengapa secara biologis dibutuhkan bayi dan tidak tergantikan. ASI mengandung imun yang tidak dimiliki oleh jenis susu lain. Imun tersebut penting bagi bayi yang memang masih dalam keadaan lemah agar tidak terserang penyakit. Selain menyediakan kekebalan, ASI terbukti berperan penting bagi kecerdasan, ikatan emosional, memori, fungsi motorik, bahkan hingga kecerdasan sosial anak.

Dilansir dari Liputan6, Penelitian yang diterbitkan Journal of Pediatrics mengungkapkan fakta mencengangkan tentang ASI. Tim peneliti dari Brigham and Women’s Hospital melaporkan, bayi yang dibesarkan dengan susu formula memiliki nilai buruk dalam matematika, memori, IQ, dan tes fungsi motorik pada usia tujuh tahun dibandingkan dengan teman sebayanya yang mendapat ASI minimal enam bulan pertama kehidupan.

Apakah Harus Berhenti Minum Susu Hewani?

Untuk Bayi

Para ibu sebaiknya tetap mengusahakan memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan demi kesehatan bayi. Apabila menemui kendala, ibu dapat berkonsultasi pada dokter spesialis terkait.

Untuk Konsumsi Harian

Susu hewani sebenarnya punya banyak nutrisi penting seperti kalsium, fosfor, protein, zat besi, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya masyarakat umumnya kesulitan mendapatkan susu murni, sehingga menjadikan susu kemasan sebagai alternatif.

Well, susu kemasan sendiri bukan menu yang tepat untuk hidup sehat. Meski mengandung kalsium yang cukup tinggi yakni 300mg namun sama halnya dengan junk food, susu kemasan mengandung banyak lemak dan gula. Oleh karena itu konsumsi susu pada sebagian orang dengan masalah kesehatan sangat perlu dibatasi.

Mengesampingkan kontroversi kesehatannya, susu dikenal sebagai sajian yang nikmat. Rasa enak dari susu itu teryata bersumber dar kandungan lemak lho sob!

Kandungan lemak yang terkandung dalam susu murni tercatat sebesar 3,35%. Dilansir dari Hinet, penelitian dalam jurnal Physiology dan Behavior mengungkapkan bahwa kandungan lemak di dalam suatu hidangan mampu membuat makanan menjadi lebih lezat. Hal itulah yang membuat susu cocok menjadi bahan pelengkap pada aneka olahan makanan dan minuman. Sebut saja keju, coklat, cappuccino, aneka kue, hingga es krim. Makanya susu jadi sulit lepas dari lidah kita ya sob!

Jika menjadikan susu terutama dalam bentuk kemasan sebagai minuman sehat jelas kurang tepat, manusia sebenarnya nggak terlalu butuh susu, apalagi dalam bentuk kemasan. Kalsium sendiri bisa kamu temukan di sumber makanan lain seperti kacang kedelai, alpukat, oatmeal, ikan teri, dan masih banyak lagi.

Namun jika menjadikan susu sebagai makanan dan minuman nikmat sudah pasti tepat. Keputusan untuk membatasi atau tetap mengkonsumsi susu seperti biasanya ada di tanganmu ya sob!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *