The Shawshank Redemption: Menjaga Harapan di Balik Jeruji Besi

by
Sumber: hubpages.com

Bisa jadi ulasan ini tidak akan sesempurna filmnya. Dari beberapa film yang sudah saya tonton, film ini adalah film terbaik yang pernah saya tonton. Berawal, dari usulan seorang  kawan untuk menonton film ini. Saya begitu menikmati dan merasa takjub dengan alur cerita sampai akhir film ini. Jelas saja film ini bisa membuat saya begitu menikmati ceritanya, ternyata film ini menduduki peringkat pertama di IMDb dengan nila 9,2/10. Dari jutaan film yang sudah dirilis sejak tahun 90an sampe sekarang tahun 2017, film yang diproduksi tahun 1994 ini msih bertengger di peringkat pertama. Bukan hal yang mustahil ketika film ini telah memenangkan 19 piala, 30 nominasi dan 7 kali nominasi Oscar. Mantap djiwa!!!

Saya akan mengawali resensi ini dengan quote  yang ada di dalam film ini

“Remember Red! Hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies”. Pesan sang aktor utama kepada sahabatnya.

Yap. Film ini mengisahkan tentang begitu pentingnya harapan dalam menjalani hidup. Berawal dari sebuah persidangan yang memutuskan Andy Dufresne (Tim Robins) seorang bankir yang didakwa sebagai pelaku pembunuhan terhadap istrinya dan lelaki selingkuhan istrinya. Keputusan itulah yang membawanya ke sebuah penjara bernama Shawsank.  Di penjara Shawshank inilah Andy akan bertemu dan bersahabat dengan Ellis “Red” Redding (Morgan Freeman), seorang napi yang ahli menyelundupkan barang yang ketika Andy datang, dia sudah berada di Shawshank selama 20 tahun.

Dan tentu saja, hidup Andy pun berubah 180 derajat. Titik balik, itulah yang dirasakan Andy selama berada di Shawshank. Tahun-tahun pertama Andy di Shawshank, hanya berisikan penderitaan dan penyesalan. Kepala penjara Samuel Norton (Bob Gunton) yang freak, kapten penjaga Byron Hadley (Clacy Brown) yang bengis dan tak berperasaan hingga geng homoseks “The Sisters” yang dipimpin oleh Bogs (Mark Rolston).  Red menjadikan andy bahan taruhan bersama para napi lain sebagai orang yang akan menangis duluan karena drastisnya perubahan hidup yang dialami Andy. Namun, dugaan Red salah, sehingga dia kalah taruhan dari temannya. Inilah momentum awal kedekatan Andy dengan Red, yang nantinya akan bersahabat selama di berada di Shawshank.

Andy sadar, meratapi diri bukanlah perbuatan yang akan menjadikannya lebih baik, ada satu hal yang dia miliki walau kebahagiaannya telah terenggut oleh ketidakadilan. Ya, harta satu-satunya itu bernama HARAPAN. Harapan untuk terus hidup, harapan untuk terus berjuang dan harapan untuk terus melakukan hal baik walau dia tidak berada di tempat yang baik.

Berawal dari kesempatan menjadi pekerja untuk memperbaiki atap penjara hingga mendapat kesempatan “membereskan” pajak dari warisan yang dimiliki kepala penjara.  juga bagaimana Andy membantu napi tua bernama Brooks Hatlen (James Whitmore) mengelola perpustakaan penjara atau bagaimana Andy mengajarkan baca tulis seorang napi muda rock n roll Tommy Williams (Gill Bellows) hingga bagaimana Andy memanfaatkan eksploitasi yang dilakukan oleh Norton yang menyuruhnya melakukan money laundry atas uang Norton dengan nama samaran “Randall Stephens”.

Jika kita menonton ulang sebuah film maka kita akan merasa bosan, hal itu tidak terjadi ketika saya menonton film ini walau untuk yang kesekian kalinya. Sosok Andy yang cerdas dan sedikit bicara sangat cocok diperankan oleh Tim Robbin. ditambah lagi dengan sosok Red, sahabat Andi yang asik dan pengetian itu benar-benar di lakoni dengan apik oleh seorang Morgan Freeman. Narasi yang dilakukan oleh Opa berkulit hitam ini di sepanjang film, membuat saya semakin menikmati kisah Andy dan kelamnya dinding penjara Shawshank. Wajar beliau diganjar nominasi best actor dalam film ini. Begitu banyak cerita yang tersirat dan sarat makna di setiap adegan dan dialognya yang sederhana. Kisah pilu Brooks yang sudah berada di penjara Shawshank selama 50 tahun dan akhirnya dibebaskan akan menyadarkan Anda, bahwa kebebasan adalah hak prerogative yang dimiliki oleh setiap manusia. Tidak terukur dan tidak sama. Juga perjuangan Red untuk mendapatkan pembebasan bersyarat dan tentu saja….saya tertakjubkan dengan perjuangan Andy untuk keluar dari penjara Shawshank walau hanya dengan bantuan sebuah palu batu dan poster Rita Hayworth, Marilyn Monroe dan terakhir Raquel Welch. Tetaplah berharap dan melakukan yang terbaik, dan semua akan indah pada waktunya…Begitu juga dengan akhir film ini yang ditutup dengan cerita akhir yang indah. Bagi yang belum nonton, saya rekomendasikan buat nonton film ini dan gak bakal nyesel deh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *