Tips Mengelola Keuangan Bagi Pengantin Baru

FOTO : Gaji Gesa

Jatengkita.id – Pernikahan merupakan suatu berkah dan banyak orang yang menginginkan pernikahan untuk membentuk keluarga sebagai sarana meraih kebahagiaan hidup. Pernikahan adalah suatu peristiwa yang patut disambut dengan rasa bahagia. Akan tetapi, untuk menjamin suatu pernikahan yang bahagia, berkah, dan sukses, maka setiap pasangan harus mengharmonisasi hidup mereka dengan memperkecil perbedaan-perbedaan yang dimiliki masing-masing. Pernikahan sebagai sebuah hubungan terdapat ikatan, kewajiban, dan tanggung jawab di antara individu tersebut, pernikahan yang damai tanpa masalah adalah impian semua orang.

Namun, hampir setiap orang yang sudah menikah seringkali mengeluh tentang perjalanan mahligai pernikahan, walaupun masih banyak orang menganggap bahwa pernikahan itu isinya kesenangan. Tetapi sayangnya suatu pernikahan tidak semanis yang kita duga, sebelum atau sesuah menikah kita akan selalu dihadapkan pada masalah hidup, bahkan setelah menikah mereka akan berhadapan dengan masalah-masalah dan tanggung jawab yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

Kehidupan setelah menikah memang tidak selalu manis, menjalani suatu pernikahan sebagai sepasang suami istri memerlukan sebuah komitmen yang kuat dalam merencanakan segala hal untuk kehidupan bersama, salah satu yang wajib diperhatikan setelah menikah adalah bagaimana cara mengelola keuangan. Dahulu ketika belum menikah alias masih lajang, tujuan bekerja yaitu untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, maka lain halnya ketika sudah menikah, setelah menikah pasangan harus dapat memenuhi kebutuhannya bersama-sama, terutama kebutuhan finansial berumah tangga, sebab banyak pasutri bertengkar karena faktor ekonomi.

Memulai hidup bersama sebagai pasangan suami/istri akan penuh dengan tantangan, salah satunya mengenai keuangan, yaitu bagaimanan cara mengatur keuangan setelah menikah. Karena manajemen keuangan setelah menikah memerlukan aturan dan pola pikir yang berbeda. Hal ini terkadang membuat banyak pasutri kebingungan bahkan sampai ribut karena belum tahu dan belum mampu mengatur keuangan setelah menikah. Pasangan yang sudah menikah harus memiliki pegangan finansial yang cukup dalam mengarungi kehidupan agar tujuan pernikahan yang diinginkan dapat tercapai.

Dalam mencapai suatu tujuan tersebut, kita perlu melakukan perencanaan, sebuah perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh individu, pasangan, atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efsien, dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera. Berikut adalah tips yang bisa diterapkan agar dapat mengatur keuangan bagi pasutri demi masa depan pernikahan yang cerah.

  • Pasangan Harus Saling Terbuka

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting, sehingga komunikasi menjadi hal paling utama yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan agar hubungan tetap baik dan sehat. Komunikasi yang baik bahkan dapat membuat hubungan akan lebih berkualitas, hal ini dapat menunjukkan jika suatu komunikasi hubungan yang sehat sangat baik untuk memberikan rasa bahagia, meningkatkan kesehatan dan menjauhkan dari stress, tentunya untuk bisa memiliki hubungan cinta yang demikian, semua harus dimulai dari membangun kepercayaan antar pasangan.

Pentingnya usaha untuk membangun kepercayaan dan keterbukaan dalam berkomunikasi sangat penting untuk semua jenis hubungan terutama hubungan suami dan istri. Keterbukaan atau transparansi dalam suatu hubungan terutama hubungan rumah tangga adalah ketika kedua pasangan merasa berani dan bebas tanpa adanya paksaan untuk berbagi pikiran dan emosi terdalam mereka, pasangan secara terbuka berbagi ketakutan dan harapan terbesar, serta beberapa kekhawatiran yang dirasa dapat mengganggu satu sama lain.

Banyak pasangan yang hampir sebagian besar pertengkaran rumah tangganya bermula dari komunikasi, setiap pasangan harus bisa terbuka satu sama lain, sebab hal ini dapat meminimalisir adanya pertengkaran. Komunikasi yang sehat dalam sebuah pernikahan itu alih-alih memendam perasaan negatif, kita justru akan mendiskusikan masalah tersebut dan mencari jalan keluar secara bersama-sama sehingga mengurangi adanya kesalah pahaman. Harus mampu terbuka terhadap keinginan dan kebutuhan bersama, terutama terbuka mengenai masalah keuangan baik itu mengenai pendapatan yang diterima maupun pengeluaran pribadi.

  • Saling Membagi Tanggung Jawab Keuangan

           Pernikahan sebagai gerbang utama dalam membentuk sebuah keluarga. Ibarat seperti institusi yang di dalamnya terdapat seorang pemimpin dan anggota-anggotanya yang tentu masing-masing dari anggota tersebut memiliki peran dan tugasnya sendiri, dalam proses dan pembagian peran serta tanggung jawab tersebut yang terpenting itu adalah mampu melakukannya dengan sungguh-sungguh oleh kedua pasangan. Apalagi dalam hal mengatur dan merencanakan keuangan, sikap tanggung jawab tidak hanya untuk menjaga hubungan saja, tetapi juga dalam hal-hal lainnya seperti pembagian tugas dalam mengatur keuangan rumah tangga. Mengambil langkah dan sikap tanggung jawab adalah faktor yang sangat penting dalam membuat hubungan mampu bertahan lama, sebab ada banyak sekali alasan mengapa setiap pasangan dalam urusan berumah tangga harus memiliki rasa tanggung jawab untuk jenis hubungan yang dijalaninya.

Membagi tanggung jawab keuangan dengan pasangan merupakan langkah penting dalam sebuah pernikahan. Hal ini dapat menghindari kesalah pahaman di kemudian hari mengenai siapa yang bertanggung jawab terhadap segala kebutuhan rumah tangga. Misalnya, istri memiliki tanggung jawab untuk kebutuhan sehari-hari seperti belanja untuk makan, listirk, dan lain sebagainya. Sementara sang suami dengan tanggung jawab keuangannya seperti biaya pendidikan anak, cicilan kendaraan atau rumah, dan lain sebagainya. Dengan adanya tanggung jawab keuangan, pasangan akan lebih saling menghargai satu sama lain, sikap tanggung jawab ini akan membuat pasangan dapat menyelesaikan tugas yang dibebankan dan tak melalaikannya.

  • Menabung

Menabung adalah sikap yang tentunya diperlukan untuk dapat membangun masa depan yang lebih baik, bahkan ada pepatah lama yang mengatakan bahwa “hemat pangkal kaya”. Tentunya peribahasa ini sering kita dengar ditelinga. Karena memang benar adanya, hemat sebagai bentuk sederhana bagaimana cara dalam mengelola keuangan, misalnya saja dengan menyisihkan beberapa rupiah tanpa harus mengeluarkannya untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan dengan cara ditabung. Sikap hemat ini sebagai induk dari investasi karena dengan perilaku menabung dapat memupuk modal di masa depan. Oleh karena itu, menabung harus menjadi sebuah bagian yang tak terpisahkan dalam hubungan pernikahan bahkan jika perlu menjadi sebuah budaya dari kehidupan pernikahan.

Pasangan dapat mencatat semua pengeluaran dan pemasukan sebagai salah satu upaya untuk mengelola keuangan dengan tepat, serta mulai saja dengan fokus untuk berhemat di beberapa hal yang bisa dikontrol agar nantinya bisa menabung lebih banyak. Menabung pada dasarnya adalah menyisihkan sebagian pendapatan untuk mengantisipasi kebutuhan di masa depan, baik yang tak terduga maupun yang terduga. Baik dengan nominal kecil maupun besar, selagi rutin melakukannya, maka akan dapat menghasilkan tabungan yang besar nan bermanfaat. Kebiasaan menabung ini dapat dijadikan sebagai cara yang baik dalam mengatur keuangan. Dengan perilaku menabung pasangan juga dapat lebih terarah dan mampu mengasah diri untuk lebih disiplin mengelola keuangan dengan cara yang bijak.

  • Hindari Berhutang

Bagi semua pasangan dalam urusan berumah tangga, pasti ingin sekali bisa memenuhi segala kebutuhan. Bukan hanya kebutuhan pokok dan sekunder saja, tetapi juga untuk kebutuhan tersier, seperti ingin memiliki pakaian yang bagus dan bisa bergonta-ganti model, membeli varian sepatu dan sandal yang bagus yang bisa untuk pergi-pergi, atau membeli smartphone, tablet, laptop, dan smartwatch maupun kebutuhan lainnya demi menunjang gaya hidup.

Bagi sebagian pasangan, untuk dapat memenuhi kebutuhan tersier tidaklah gampang, hal seperti itu menjadi sesuatu yang sulit ketika sudah menikah, ada juga yang membutuhkan usaha ekstra untuk menyisihkan uang agar bisa memperoleh hal-hal yang diinginkan, bahkan tidak jarang ada juga yang memilih untuk berhutang demi memenuhi keinginan tersebut, padahal meminjam uang atau berhutang dengan berbagai alasan tentu harus tahu konsekuensinya.

Suatu hutang bagaikan sebuah pisau bermata dua. Di satu sisi utang dapat menolong seseorang agar lepas dari kesulitan, namun di sisi lain utang juga dapat menjerat bahkan menyusahkan seseorang. Berutang, apapun itu alasannya, bisa membuat hidup tidak tenang alias khawatir, karena ketika memiliki hutang, terkadang kita tidak tahu apakah akan bisa melunasi utang tersebut sampai lunas atau bahkan bisa saja sewaktu-waktu mengalami suatu kendala sehingga sulit untuk dapat melunasinya. Oleh sebab itu, ada baiknya berusaha untuk menghindari hutang dari pada tercekik utang.

Perlunya pengelolaan keuangan yang baik sangat dibutuhkan agar sebuah keluarga dapat terbebas dari utang, sehingga mencapai tujuan pernikahan yang sejahtera dalam ekonominya. Karena jika sudah terjebak di dalam situasi beban hutang, tentu bisa mengganggu alokasi finansial untuk kebutuhan sehari-hari, maka hal ini menjadi serius karena harus melunasinya dengan berbagai beban kebutuhan, bahkan mungkin besar kemungkinan pasangan justru akan sulit  mengembalikan kestabilan finansial karena utang. Jadi, cobalah untuk tidak berhutang demi menghindari kemungkinan terburuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *