Unik dan Enak! Ini 10 Makanan Khas Bumi Kartini

makanan khas bumi kartini
Kota Jepara, Jawa Tengah (Foto: Instagram/@visitjepara)

Jatengkita.id – Jepara, sebuah kota yang terletak di pesisir utara Jawa Tengah, memancarkan pesona sejarah dan kebudayaan yang kaya. Terkenal sebagai kota kelahiran RA Kartini, Jepara menjadi tujuan wisata yang menarik, memikat banyak pengunjung dengan warisan budaya dan keahlian kerajinan kayu yang luar biasa. Apa saja makanan khas bumi Kartini? Simak selengkapnya!

Salah satu daya tarik utama Jepara adalah keberagaman kuliner yang menawarkan pengalaman gastronomi yang tak terlupakan.

Makanan khas daerah ini mencerminkan kekayaan rasa dan tradisi kuliner yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Saat mengunjungi Jepara, setiap wisatawan diundang untuk menjelajahi kelezatan makanan khasnya yang menggoda selera.

Menu khas Jepara mencakup aneka hidangan yang memanjakan lidah, seperti turuk bintol, jajanan khas Jepara yang unik.

Selain itu, ada hidangan soto hingga lontong krubyuk juga menjadi favorit para pelancong yang ingin merasakan cita rasa autentik Jepara. Kaya akan bumbu rempah tradisional, makanan khas ini menjadi wakil dari keunikan kuliner Jepara.

Berikut adalah beberapa makanan khas Jepara yang dapat dicoba :

  1. Horok-horok

Mungkin sebagian orang tidak akrab dengan istilah “Horok-horok”, tetapi bagi penduduk Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), istilah ini sangat dikenal. Horok-horok adalah sejenis hidangan yang telah menjadi salah satu kuliner khas di masyarakat Jepara.

Terbuat dari tepung aren, Horok-horok memiliki bentuk butiran yang mirip dengan styrofoam. Hidangan ini memiliki tekstur kenyal, rasa yang unik atau gurih, dan berwarna kecokelatan.

Umumnya, di Jepara, Horok-horok disajikan bersama sayuran dan hidangan utama. Beberapa orang juga menyajikannya dengan sate kikil, pecel, atau bakso berkuah.

Baca Juga  Horok-Horok Khas Jepara, Kuliner Penyelamat Hukuman Mati 

  1. Soto Jepara

Soto jepara merupakan salah satu makanan khas di Jepara. Soto ini mungkin kelihatan seperti soto ayam umumnya, namun soto ini menawarkan citarasa gurih yang tidak dapat dijumpai pada soto ayam lainnya. Perbedaan utama antara soto Jepara dan soto ayam biasa terletak pada kuahnya.

Perbedaan soto ayam Jepara dengan soto ayam Kudus atau soto ayam Semarang terletak pada penambahan kucai dalam hidangan tersebut. Soto Jepara dapat dinikmati di berbagai warung yang berada di Kabupaten Jepara, khususnya di daerah Kecamatan Tahunan, Kecamatan Mayong, dan Kota Jepara.

  1. Turuk Bintol

Turuk bintol merupakan salah satu jajanan khas jepara. Turuk bintol dibuat dari campuran bahan ketan dan kacang tol, kemudian dikukus.

Turuk Bintul, Kudapan Jadul Khas Jawa Ini Bisa Dijumpai di Rumah Makan Ini  Lho - Khazanahgrobogan.com

Secara umum, makanan ringan ini memiliki bentuk bulat berwarna putih, dan diberi taburan kacang tolo, sehingga menghasilkan tampilan yang seperti bentol-bentol atau bintik-bintik.

Rasanya tak kalah lezat dengan jajanan tradisional atau makanan cepat saji lainnya. Untuk menikmatinya, biasanya orang akan menyantapnya bersama segelas teh hangat untuk menambah kenikmatan.

Jajanan ini umumnya dijual di pasar tradisional di Jepara dengan harga sekitar Rp2000 per bungkus. Rasanya unik dengan kombinasi asin dan gurih, namun keunikan rasa tersebut semakin terasa jika ada parutan kelapa. Turuk bintol juga biasanya masih tersedia saat ada acara hajatan.

  1. Bongko Mento

Bongko mento adalah camilan khas Jepara yang umumnya disajikan ketika ada tamu atau pada acara yang berskala kecil. Isinya, yang hampir serupa dengan lumpia, melibatkan suwiran ayam.

Bongko Mento, Kudapan Tradisional Khas Jepara Halaman all - Kompas.com

Penggunaan santan dalam bongko mento memberikan sentuhan gurih pada rasanya. Selain itu, campuran rempah-rempah yang digunakan juga menambah kelezatan cita rasanya.

Keistimewaan dari hidangan khas Jepara ini terletak pada teknik pembungkusannya. Bongko mento dikenal dibungkus dengan daun pisang yang Isinya terdiri dari telur dadar isi dada ayam suwir tumis yang dicampur jamur tiram, bihun, dan santan.

  1. Lontong Krubyuk Jepara

Lontong Krubyuk merupakan hidangan tradisional yang terdiri dari lontong sebagai bahan pokok, disajikan dengan kuah kaldu dan berbagai pelengkap. Di Jepara, masyarakat sering menyantap lontong krubyuk sebagai hidangan makan siang.

Kuliner Khas Jepara, Lontong Krubyuk Makin Nikmat dengan Kerupuk - Sonora.id

Nama “lontong krubyuk” berasal dari bahasa Jawa, di mana “krubyuk” atau “ngrubyuk” artinya berjalan di air atau genangan air. Nama ini merujuk pada tampilan hidangan yang kaya akan kuah.

Berbeda dengan lontong biasa yang umumnya menjadi menu sarapan, lontong krubyuk lebih populer sebagai hidangan makan siang karena kuahnya yang segar.

Satu porsi lontong krubyuk disajikan dengan tauge setengah matang, irisan daun seledri, suwiran ayam semur, dan disiram dengan kuah kaldu bakso.

Paduan rasa manis-gurih dari ayam semur dipadukan dengan gurih-asin kuah kaldu sapi. Hidangan ini paling nikmat dinikmati ketika kuahnya masih hangat, memberikan sensasi seperti menikmati bakso dengan pelengkap lontong.

  1. Adon-Adon Coro

Adon-Adon Coro merupakan minuman tradisional khas Jepara yang terbuat dari bahan-bahan seperti jahe, gula merah, santan, potongan kecil daging kelapa muda yang dibakar, dan berbagai rempah-rempah.

Proses pembuatannya melibatkan merebus jahe, gula merah, santan, serta potongan daging kelapa muda dengan air hingga mendidih. Sementara itu, campuran rempah-rempah sebagai jamu penolak masuk angin diracik secara khusus.

Adon-Adon Coro disajikan dalam mangkuk, lalu disiram dengan wedang jahe, dan diminum selagi masih panas atau hangat. Minuman ini sangat sesuai untuk dinikmati pada musim hujan.

  1. Moto Belong

Moto Belong, atau yang dikenal juga sebagai Moto Belong, merupakan salah satu jajanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Nama “Moto Belong” diberikan karena bentuk makanannya menyerupai mata yang melotot, dan kadang-kadang disebut juga sebagai “boto blong.”

Bahan dasar untuk membuat jajanan khas Jepara ini melibatkan singkong, garam, gula pasir, kelapa parut, pisang, vanili, dan pewarna makanan.

Proses pembuatannya dimulai dengan mengupas singkong, yang kemudian dilapisi dengan singkong yang telah dicampur pewarna dan bumbu. Pisang yang telah dilapisi dengan singkong tersebut kemudian dikukus hingga matang.

Penyajiannya sangat sederhana. Setelah matang, adonan tersebut dipotong tipis-tipis sehingga membentuk tampilan yang menyerupai mata.

Potongan atau irisan Moto Belong tersebut kemudian dicampur dengan kelapa parut dan diberi sedikit gula serta garam untuk menambah cita rasa gurih.

Selain kelezatan rasa manis dan gurihnya, Moto Belong juga menawarkan tampilan yang menarik dan menggoda, membuat setiap orang ingin mencicipinya. Warna-warni dari Moto Belong bervariasi, mencakup hijau, merah, hingga kuning.

Perpaduan warna pisang yang menggoda dan kelapa parut yang putih sangat mengundang selera para penikmat. Moto Belong sering disajikan dalam beberapa acara penting dan dijadikan sebagai camilan andalan.

  1. Opor Panggang

Opor Panggang Jepara, atau lebih dikenal sebagai Opor Panggang, merupakan hidangan khas pagi yang populer di kalangan penduduk Kabupaten Jepara, khususnya di Desa Mayong.

Hidangan Opor Panggang Jepara ini menggunakan teknik memasak paso. Paso adalah wadah berbentuk bak yang terbuat dari tanah liat dan berfungsi sebagai oven.

Asal usul nama “Opor Panggang” merujuk pada proses awalnya, yaitu hidangan tersebut dipanggang sebelum dimasak dalam opor. Untuk meyakinkan pembeli bahwa Opor Panggang yang dijual adalah asli, banyak warung mengubah nama menjadi “Opor Panggang Jepara” untuk menunjukkan bahwa hidangan ini memang berasal dari Kabupaten Jepara.

Selain itu, dalam pembuatan opor panggang, daging yang sering digunakan adalah daging ayam kampung, yang kemudian diberi bumbu seperti bawang, santan, dan daun jeruk.

Hidangan ini disajikan dalam mangkuk, biasanya disertai dengan karbohidrat berupa lontong atau ketupat. Untuk menikmati hidangan lezat ini, Anda bisa mendapatkannya dengan harga Rp15.000 per porsi.

  1. Singit

Ragam kuliner nusantara yang melibatkan daging sapi menampilkan keanekaragaman dan keunikannya yang mencerminkan karakteristik setiap daerah. Salah satunya adalah hidangan bernama singit, yang merupakan olahan daging sapi khas Jepara, Jawa Tengah.

Singit dibuat dari daging sapi bagian sengkel, direbus dengan santan hingga mengental, dan ditambahkan kecap manis, cabai merah, garam, gula merah, bawang merah, dan bawang putih.

Meskipun tampilannya mirip dengan rendang, singit memiliki citarasa manis dan gurih, serta tekstur bumbu yang lebih cair dibandingkan rendang. Hidangan yang menggugah selera ini umumnya disajikan bersama nasi dan sambal.

Rasa singit dapat diibaratkan seperti semur kecap, tetapi dengan sentuhan pedas dari cabai merah. Paduan daging sapi yang dipadu dengan aroma merica putih memberikan keistimewaan pada hidangan ini.

Singit biasanya disajikan dengan kuah kental hasil rebusan yang telah meresap bumbu selama lebih dari dua jam. Proses memasak dan melunakkan daging menciptakan kuah singit yang kaya, dan bumbunya menyatu sempurna dengan cita rasa daging sapi.

  1. Blenyik

Ketika mengunjungi kota Jepara, pencinta kuliner pasti tidak boleh melewatkan kesempatan untuk mencicipi “Tempong” atau “Blenyik.”

Meskipun namanya terdengar agak asing tanpa mengetahui bentuk sebenarnya, Blenyik sebenarnya adalah makanan yang terbuat dari ikan teri yang masih segar.

Ikan teri ini kemudian diberi bumbu penyedap seperti garam, dan dibentuk bulat menjadi bola-bola kecil sebelum dijemur di bawah sinar matahari.

Setelah mengering, ikan teri yang telah diolah tersebut digoreng dengan minyak panas. Selain digoreng, Blenyik juga dapat dimasak dengan cara dikukus dan dihidangkan sebagai lauk pauk.

Sejak zaman kolonial, masyarakat kelas bawah di Jepara sering menumis Blenyik hingga kering.

Makanan ini kemudian disimpan dalam toples untuk dijadikan lauk yang dapat disantap dalam waktu berminggu-minggu.

Blenyik khas Jepara ini memiliki rasa gurih yang cocok sebagai lauk makan bersama nasi atau sebagai camilan ketika hujan, karena para nelayan mudah mendapatkannya saat musim hujan.

Saat ini, Blenyik dapat ditemukan dengan mudah di pasar tradisional atau kios nelayan di Jepara. Harganya terjangkau, dengan satu bungkus Blenyik hanya dijual seharga Rp 10.000.

Inilah beberapa pilihan hidangan khas Jepara. Dari sekian opsi kuliner tersebut, sudahkah Anda mencoba salah satunya?

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *