Wah Sisa Kulit Buah & Sayur Bisa Disulap Jadi Sabun!

image source: berkeluarga.id

JatengKita.id- Kamu masih sering membuang kulit buah dan sayur begitu saja? Wah sayang banget loh! Bagaimana tidak, sampah organik tersebut bisa diolah menjadi beragam produk kebersihan dan kesehatan yang aman bagi manusia dan lingkungan.

Baru-baru ini, teknik pengolahan eco-enzym sedang tren dan ramai dibicarakan oleh kalangan pemerhati lingkungan. Eco Enzym sendiri adalah cairan multi manfaat hasil fermentasi kulit buah ataupun sayur, gula, serta air selama tiga bulan.

Dikutip dari Youtube Tutorial Eco Enzym oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama Eco Enzyme Nusantara, cairan fermentasi sampah organik tersebut memiliki banyak manfaat. Terdapat tiga kategori manfaat yakni kebersihan, kesehatan, dan lingkungan.

Manfaat

Pada bidang kesehatan, cairan ajaib eco enzym bisa dimanfaatkan untuk cairan kumur mulut dan face mist. Di bidang kebersihan, cairan tersebut bisa digunakan sebagai sabun cair, sabun pencuci piring, hingga pembersih lantai. Sementara di bidang lingkungan, cairan eco enzym bisa disulap menjadi desinfektan pembersih udara.

Kamu mungkin kurang yakin saat membayangkannya cairan ini terbuat dari sisa bahan organik yang difermentasi. Namun serangkaian prosesnya justru memurnikan dan memaksimalkan kandungan baik di dalamnya, hingga akhirnya layak menjadi beragam produk kebersihan dan kesehatan. Daripada makin penasaran, simak langkah pembuatan eco-enzym berikut.

Cara Membuat

Pembuatan cairan eco-enzym cukup sederhana. Kamu hanya perlu memperhatikan perbandingan takaran antar bahannya dengan tepat,

  1. Cuci bersih kulit buah ataupun sayur yang akan kamu gunakan
  2. Campurkan kulit buah ataupun sayur dengan air dan gula dengan perbandingan 1:3:10, satu bagian untuk gula, tiga bagian untuk kulit bahn organik, dan sepuluh bagian air
  3. Simpan di wadah tertutup dalam kondisi kering dan sejuk
  4. Buka penutup wadah setiap hari pada minggu pertama (proses buka tutup ini bertujuan untuk menghilangkan gas hasil fermentasi)
  5. Buka penutup wadah dua hari sekali pada minggu kedua
  6. Tutup terus wadah dari minggu ketiga sampai tiga bulan
  7. Larutan eco-enzym siap dipanen

Tips

1. Gula yang dimaksud adalah molase atau gula merah dengan kualitas terbaik, karena jenis gula dapat memengaruhi kualitas produk eco-enzyme yang dihasilkan.

2. Aroma eco-enzym tergantung dari bahan utama pembuatnya, umumnya berbau cuka. Jika kamu menyukai aroma segar, maka pilihlah kulit dari jenis buah yang beraroma segar seperti jeruk dan lemon.

3. Campurkan satu bagian buah lerak kering tanpa biji saat proses awal pembuatan eco-enzym untuk memproduksi sabun cair.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *