Warga Semarang Kutuk Tragedi Kemanusiaan di Aleppo

by
Masyarakat Semarang Peduli Suriah (MSPS) saat menggelar aksi kepedulian untuk Aleppo di Semarang, Jumat (23/12/2016).
Gravatar Image
Ikuti Saya

Dwi Purnawan

Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.
Gravatar Image
Ikuti Saya

SEMARANG, Jatengkita.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Masyarakat Semarang Peduli Suriah (MSPS) menggelar aksi kepedulian penggalangan dana atas tragedi mengerikan menimpa masyarakat di Suriah (Syria), Jumat (23/12/2016) di Kompleks Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Koordinator MSPS, Imron Hamzah dalam keterangannya di Semarang mengatakan, warga Aleppo, Suriah, hingga saat kini masih dalam ketercekaman yang dibayang-bayangi kematian yang bisa terjadi kapan saja. Bahkan ratusan nyawa telah menjadi korban kebiadaban dari sebuah otoritarianisme rezim represif.

“Perlu aksi nyata untuk turut menghentikan krisis berkepanjangan ini sehingga mengecam saja tidak cukup. Hati kita hancur menyaksikan ratusan nyawa tak berdosa lenyap bertumbangan, rasa kemanusiaan kita benar-benar dicabik-cabik,” katanya.

Imron menyebutkan, hingga bulan Dember 2016, rezim Suriah yang dikendalikan oleh Basyar Al-Asad didukung oleh Iran dan Rusia, telah melakukan lebih dari 270 serangan udara, 110 artileri, 18 peluru kendali, 68 bom, membantai lebih dari 200 warga, serta melukai ratusan warga lainnya.

“Sebagai elemen muslim Indonesia, kita harus terus menunjukkan bahwa kerelawanan global senantiasa melekat dalam jatidiri anak-anak bangsa Indonesia. Ini penting terus disuarakan karena bangsa ini menolak penjajahan dan kekerasan yang memerikan rasa kemanusiaan,” jelasnya.

Dengan alasan tersebut, imbuh Imron, MSPS sebagai bagian entitas komunal bangsa Indonesia yang inheren dengan identitasnya sebagai penjaga perdamaian dan anti-penjajahan, ingin turut serta mengambil peran dalam mengatasi krisis Suriah.

Imron mengakui bahwa upaya pihaknya ini masihlah sangat minimal yang tak lekas mengubah situasi menjadi lebih baik. Tapi setidaknya, lanjut dia, penggalangan dana untuk masyarakat Suriah ini menjadi wujud kepedulian dan spirit keswadayaan bangsa Indonesia untuk dunia tidak pernah berhenti.

“Semangat kerelawanan harus terus ditumbuhkan, melalui aksi ini kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan figur luhur yang terus beramal bakti untuk umat dan kemanusiaan secara universal,” kata Imron.

Dalam aksi ini, kata Imron, digelar berbagai agenda, diantaranya orasi dari para tokoh Islam Semarang dan diakhiri dengan Shalat Ghaib.“Tadi ada beberapa tokoh yang menyampaikan orasinya seputar dukungan penuh untuk rakyat Aleppo yang terjajah, diantaranya Ustadz Jumali dari Pemuda Muhammadiyah Semarang, ustadz Zuber Safawi dari IKADI Semarang dan beberapa tokoh Islam lainnya, setelah itu kami menggelar Shalat Ghaib yang kami khususkan doa kita untuk masyarakat Aleppo yang sedang terjajah oleh pemerintahan rezim Ashad,”imbuhnya lagi.

Selain agenda tersebut, Imron menyampaikan bahwa dalam aksi damai ini juga dilakukan penggalangan dana untuk membantu korban tragedi kemanusiaan masyarakat Aleppo di Suriah. “Semua sumbangan yang diperoleh dari aksi ini kita sumbangkan melalui lembaga resmi yang akan menyalurkan langsung untuk masyarakat Aleppo,”pungkasnya.

Dalam aksinya di Semarang, MSPS terdiri dari berbagai unsur kelompok ummat Islam, diantaranya adalah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, Majelis Wisata Hati, Aksi Cepat Tanggap (ACT) For Humanity, Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kota Semarang, Forum Ummat Islam (Formis) Semarang, Forum Zakat (FOZ), Relawan Indonesia (Relindo).

Kemudian juga Persaudaraan Muslimah (Salimah), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Semarang Raya, Komunitas One Day One Juz (ODOJ), Masyarakat Relawan Indonesia dan Lembaga Kemanusian Berbagi Indonesia (BBI).

About Author: Dwi Purnawan

Gravatar Image
Menulis adalah cara hilangkan penat, selain yang utama adalah mengingat kebesaran Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *