Waspada! Kenali Cara Penyebaran dan Pencegahan Rabies

Penyebaran Penyakit rabies
FOTO : Alodokter

Jatengkita.id – Juni lalu terdapat berita viral di media sosial tentang seseorang yang terkena rabies setelah terkena gigitan anjing, dan beberapa diantaya berakhir meninggal. Sebenarnya bagaimana penyebaran dan pencegahan rabies?

Rabies atau  dikenal dengan penyakit anjing gila yang merupakan salah satu penyakit yang mematikan disebabkan oleh virus yang dapat menular melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.

Penyakit ini memiliki dampak serius pada kesehatan manusia maupun hewan. Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami lebih jauh mengenai penyakit rabies ini, termasuk penyebaran, gejala, dan upaya pencegahannya.

Penyebaran

Rabies merupakan penyakit menular, bersifat zoonosis dan sulit diberantas pada hewan maupun manusia dan selalu diakhiri dengan kematian.

Penyakit ini menimbulkan kekuatiran, rasa takut dan keresahan bagi masyarakat. Rabies dapat menular melalui cakaran atau gigitan dari hewan yang terinfeksi, terutama anjing, kucing, dan hewan liar lainnya.

Virus rabies ditemukan di air liur hewan yang terinfeksi dan dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka pada kulit dan virus tersebut melewati urat syaraf dan masuk dalam sum-sum tulang belakang dan otak.

Gejala

Setelah terinfeksi virus rabies, gejala awal biasanya muncul dalam waktu 1-3 bulan, tetapi dapat bervariasi tergantung padatempat gigitan dan tingkat keparahan infeksi.

Gejala awal rabies meliputi lesu, tidak nafsu makan, lemas, susah tidur, demam, muntah, sakit kepala, sakit tenggorokan. Selanjutnya terdapat stadium rangsangan meliputi rassa tidak nyaman dilokasi gigitan, reaksi berlebihan ketika terkena rangsangan seperti cahaya, air,  gerakan, ataupun gerakan.

Penyakit ini kemudian berkembang menjadi stadium parah yang melibatkan masalah neurologis, seperti kejang, kelemahan otot, dan gangguan mental. Stadium akhir penyakit rabies biasanya berujung pada kematian.

Pencegahan

Setelah mengenali cara penyebaran, selanjutnya yakni mengetahui cara pencegahan penyakit rabies.

Langkah-langkah penting yang harus diambil oleh masyarakat dan pemilik hewan peliharaan. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan dengan,

  1. Memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya rabies serta cara-cara penanggulangannya, memasang poster, baliho, menyebarkan brosur mengenai rabies sehingga masyarakat lebih mengetahuinya dan ikut berpartisipasi
  2. Vaksinasi

Vaksinasi hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, sangat penting dalam mencegah penyebaran rabies.

Apa Itu Rabies? Berikut Pengertian, Cara Penularan, Gejala dan Pertolongan  Pertama - Bisnis Liputan6.com
FOTO : Liputan6.com

Pastikan hewan peliharaan Anda mendapatkan vaksin rabies secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter hewan.

  1. Hindari kontak dengan hewan liar

Menghindari kontak langsung dengan hewan liar seperti rakun, rubah, dan kelelawar dapat membantu mengurangi risiko paparan terhadap virus rabies.

  1. Cermati tanda-tanda aneh pada hewan

Jika ada anjing atau kucing liar yang terlihat sakit, agresif, atau menunjukkan perubahan perilaku yang mencurigakan, segera hubungi pihak berwenang atau dinas kesehatan setempat.

  1. Perawatan medis setelah tergigit

Pastikan hewan peliharaan Anda mendapatkan vaksin rabies secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter hewan.

itulah cara penyebaran dan pencegahan penyakit rabies. Semoga bermanfaat.

Baca Juga Dokter Minta Waspadai Flu Unta, Seberapa Berbahaya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *