Cablaka dan Blakasuta Banyumas, Cerminan Karakter Diri yang Apa Adanya

cablaka dan blakasuta menjadi bagian dari identitas budaya Penginyongan yang menempatkan keakraban dan ketulusan sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial
(Gambar: Pinterest)

Jatengkita.id – Cablaka dan Blakasuta merupakan dua istilah yang erat dengan karakter masyarakat Banyumas. Keduanya menggambarkan pribadi yang jujur, terbuka, terus terang, lugas, dan berani menunjukkan diri apa adanya.

Karakter ini menjadi salah satu ciri khas masyarakat Banyumas dalam membangun hubungan dengan orang lain.

Cablaka menunjukkan kecenderungan seseorang untuk tidak menyembunyikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaannya.

Ia berani mengungkapkan pendapat secara spontan tanpa terlalu banyak mempertimbangkan pencitraan atau basa-basi. Karena itu, pribadi cablaka sering terlihat ceplas-ceplos, sederhana, dan apa adanya.

Baca juga: Tokoh Wayang Bawor dan Nilai-Nilai Masyarakat Banyumas

Sementara itu, blakasuta lebih menekankan pada sikap keterbukaan dan kejujuran. Seseorang yang blakasuta tidak segan mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan yang ia ketahui.

Ia tidak berusaha memperlihatkan dirinya lebih baik daripada keadaan sebenarnya ataupun menyembunyikan maksud di balik kata-kata yang berbelit.

(Gambar: Pinterest)

Dalam konteks karakter diri, cablaka dan blakasuta tidak berarti seseorang boleh berbicara sesuka hati. Justru, nilai utama yang terkandung di dalamnya adalah ketulusan untuk menjadi diri sendiri.

Seseorang tidak harus menggunakan kepura-puraan agar diterima oleh lingkungan. Ia dapat menyampaikan pendapat, menunjukkan perasaan, dan bersikap secara wajar selama tetap menghargai orang lain.

Karakter tersebut juga berkaitan dengan sifat egaliter. Pribadi Banyumas cenderung tidak terlalu menonjolkan perbedaan status dalam pergaulan. Hubungan antarmanusia dapat berlangsung secara lebih cair dan akrab.

Baca juga: Koleksi Warisan Museum Wayang Banyumas, Lengkap dan Edukatif

Humor, celetukan, dan candaan menjadi bagian dari cara membangun kedekatan sekaligus menciptakan suasana yang tidak kaku.

Karena sifatnya yang lugas, karakter cablaka terkadang dapat dianggap terlalu blak-blakan oleh orang yang tidak terbiasa. Namun, di balik keterusterangan tersebut terdapat nilai kejujuran, keberanian, kesederhanaan, dan ketulusan.

Cablaka bukan semata-mata tentang cara berbicara, melainkan tentang keberanian untuk hadir sebagai diri sendiri tanpa banyak kepura-puraan.

Dengan demikian, cablaka dan blakasuta menjadi bagian dari identitas budaya Penginyongan yang menempatkan keakraban dan ketulusan sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial.

Join saluran WhatsApp Jateng Kita untuk informasi menarik seputar Jawa Tengah

Exit mobile version