Dukung Swasembada Pangan, Amir Masduki Serahkan Cultivator untuk Petani Purworejo

Purworejo — Modernisasi pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut bagaimana petani dapat bekerja lebih efisien dengan dukungan teknologi. Hal itu menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Komisi B Fraksi PKS, Amir Masduki, S.Pd.I., saat menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa cultivator kepada Kelompok Tani Tani Makmur 1 di Desa Wironatan, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Selasa (6/10/2026).

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani mempercepat proses pengolahan lahan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di tingkat desa. Bagi wilayah seperti Purworejo yang memiliki basis pertanian cukup besar, dukungan terhadap sarana produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menunjukkan, pada 2025 Kabupaten Purworejo memiliki luas panen padi mencapai 55.815 hektare, dengan produksi sekitar 310.539 ton gabah kering giling (GKG). Produktivitasnya tercatat sebesar 55,64 kuintal per hektare. Angka tersebut menempatkan Purworejo sebagai salah satu daerah penghasil padi penting di Jawa Tengah.

Pada tingkat provinsi, produksi padi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 9,30 juta ton GKG dari luas panen 1,67 juta hektare. Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksinya mencapai sekitar 5,35 juta ton.

Karena itu, penguatan mekanisasi di tingkat kelompok tani memiliki kaitan langsung dengan upaya mempertahankan kapasitas produksi pangan. Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa alsintan prapanen, termasuk cultivator, digunakan untuk membantu mempercepat pengolahan tanah. Pemerintah juga menempatkan alsintan sebagai salah satu instrumen untuk menghadapi keterbatasan tenaga kerja pertanian dan mempercepat kegiatan budidaya.

Dalam sambutannya, Amir Masduki menekankan pentingnya modernisasi sektor pertanian untuk menyokong program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah nasional. Menurutnya, percepatan pengolahan lahan melalui alsintan dapat meningkatkan produktivitas serta efisiensi biaya produksi para petani lokal.

“Modernisasi pertanian bukan sekadar penyediaan alat, melainkan fondasi utama agar daerah mampu berkontribusi nyata pada program swasembada pangan Presiden RI. Melalui bantuan cultivator ini, kita ingin memastikan para petani di Desa Wironatan dapat mengolah tanah lebih cepat dan hasil panen makin optimal,” ujar Amir.

Cultivator sendiri merupakan alsintan yang digunakan untuk pengolahan tanah, terutama pada tahap pengolahan sekunder. Kajian yang dipublikasikan melalui repositori Kementerian Pertanian menyebutkan penggunaan alsintan dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha tani, memperluas kapasitas garapan, serta mempercepat pekerjaan pengolahan lahan.

Bagi petani, manfaat mekanisasi tidak hanya diukur dari tersedianya mesin, tetapi juga dari seberapa sering alat tersebut dapat digunakan dan dikelola secara bersama. Karena itu, keberadaan cultivator di kelompok tani perlu diikuti dengan pengaturan pemanfaatan, perawatan, serta kemampuan operator agar bantuan tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.

Kepala Desa Wironatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh perwakilan dewan provinsi terhadap kelompok tani di wilayahnya. Kehadiran bantuan alsintan ini dinilai sangat membantu percepatan masa tanam warga desa.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Tani Makmur 1, Bapak Wahab. Ia mengungkapkan bahwa unit cultivator yang diterima akan sangat mempermudah pengerjaan lahan anggota kelompok.

“Bantuan ini sudah lama dinantikan oleh anggota kami. Dengan adanya cultivator, pengolahan tanah jadi jauh lebih ringan dan efisien. Kami siap mendukung terwujudnya kedaulatan dan swasembada pangan dari Desa Wironatan,” tutur Bapak Wahab.

Penyerahan bantuan tersebut juga memperlihatkan bahwa dukungan terhadap sektor pertanian membutuhkan keterhubungan antara kebijakan anggaran, kebutuhan petani dan pemanfaatan teknologi di lapangan. Bantuan alat tidak cukup hanya sampai pada tahap distribusi, tetapi perlu dipastikan benar-benar digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan menekan beban kerja petani.

Bagi Jawa Tengah, agenda tersebut memiliki arti penting karena provinsi ini merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional. BPS mencatat produksi padi Jawa Tengah pada 2025 meningkat 4,64 persen dibandingkan 2024, sementara luas panennya tumbuh 7,73 persen.

Melalui penyerahan Alsintan ini, Komisi B DPRD Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberpihakan anggaran daerah pada sektor pertanian modern demi kesejahteraan petani di Purworejo dan sekitarnya.

Exit mobile version