Jatengkita.id – Berhasil menjadi pemenang dalam ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) season 12, Mukmin memiliki latar belakang yang cukup menarik untuk dikulik. Komika bernama asli Chairul Mukmin ini ternyata alumni pesantren Darusy Syahadah Boyolali, Jawa Tengah.
Meskipun berasal dari Ternate, Mukmin sudah memilih pendidikan lanjutan SMP di Pulau Jawa. Lulus dari Darusy Syahadah, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Di sinilah ia belajar stand up comedy melalui komunitas.
Sesuai namanya, sosoknya dikenal religius lantaran penampilannya yang berjenggot tipis, berkaca mata, dan kalem. Label religius terus melekat berkat dukungan karirnya sebagai seorang guru agama honorer di sebuah sekolah dasar di Yogyakarta.
Selama penampilannya, Mukmin mempertahankan ciri khasnya yang berlatar belakang anak pesantren dan guru agama. Ia banyak menggunakan diksi berbahasa Arab fasih dan sejauh ini tidak ada yang mendiskriminasinya.
Humor Tepi Jurang
Daya tarik Mukmin di stand up comedy terletak pada ciri khasnya menyampaikan materi yang sering dicerminkan pada realitas sosial. Gaya yang ia bawakan pun banyak dinikmati penonton, yaitu menggunakan pendekatan satir.
Dengan konsep yang ia bawa itulah, beberapa shownya akhirnya mendapat banyak sensor. Contohnya, saat babak semifinal di mana ia harus membawakan materi tentang kuliner.
Alih-alih menyebutkan program pemerintah, Mukmin memilih mengganti diksi dengan “Program Kuliner Indonesia” untuk menghindari sensor stasiun televisi. Caranya berhasil mengundang gelak tawa penonton dan menarik perhatian para juri.
Karena pembawaannya itulah, Mukmin kerap disebut musuh editor Kompas, yang notabene merupakan stasiun televisi produksi dan penyiaran acara Stand Up Comedy Indonesia.
Kampanye Keresahan Guru Honorer
Selama tampil di SUCI 12, Mukmin mengaku mendapatkan banyak titipan materi dari para guru. Mereka mendorong dan mendoakannya agar tidak segera close mix. Alasannya, agar Mukmin terus bisa menyampaikan keresahan para guru.
Mukmin pun kerap memasukkan kisah guru honorer dalam materinya dan sukses memikat hati penonton.
Di babak grand final, ia berhasil menjadi pemenang dari lawannya, Ejja Saputra dan Ratanca. Mukmin tampil dengan konsep guru yang sedang mengabsen muridnya.
Meskipun sederhana dan dinilai miss dalam konsep yang hendak dibawa, namun Mukmin juga mendapat apresiasi atas inovasi dan humornya.
Ke depan, Mukmin direncanakan menggelar show bertajuk, “Sumpah Bukan Saya” sekitar bulan Agustus mendatang. Show tersebut baru akan digelar di Jakarta dan Yogyakarta.
