Jatengkita.id – Selama bertahun-tahun, Kota Semarang dikenal sebagai pusat perdagangan sekaligus gerbang ekonomi Jawa Tengah. Namun, kini kota yang dijuluki Kota Atlas tersebut mulai mendapatkan pengakuan baru sebagai salah satu kota paling berkelanjutan di Indonesia.
Berdasarkan hasil UI GreenCityMetric 2025, Semarang berhasil masuk dalam jajaran kota dengan pembangunan berkelanjutan terbaik di Indonesia.
Prestasi ini bukan diperoleh dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang yang menggabungkan pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, inovasi digital, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Di tengah tantangan perubahan iklim, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, Semarang justru menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.
Apa Itu Kota Berkelanjutan?
Konsep kota berkelanjutan atau sustainable city mengacu pada pembangunan perkotaan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang.
Penilaiannya tidak hanya melihat kemajuan ekonomi. Tetapi juga mempertimbangkan kualitas lingkungan, efisiensi energi, sistem transportasi, pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, hingga tata kelola pemerintahan yang transparan.
Melalui indikator tersebut, Semarang dinilai berhasil melakukan transformasi menuju kota yang lebih ramah lingkungan sekaligus nyaman untuk ditinggali.
Transportasi Ramah Lingkungan Jadi Kunci
Salah satu faktor terbesar yang mengantarkan Semarang menjadi kota berkelanjutan adalah pengembangan sistem transportasi publik.
Pemerintah Kota Semarang terus memperluas layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Transportasi tersebut kini menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat.
Keberadaan Trans Semarang tidak hanya membantu mengurangi kemacetan. Armada ini juga mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum yang lebih efisien dan rendah emisi.
Pengembangan jalur pedestrian yang lebih nyaman serta revitalisasi kawasan bersejarah Kota Lama juga mendukung mobilitas pejalan kaki dan aktivitas wisata berkelanjutan.
Kombinasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Semarang Terus Beradaptasi dengan Perubahan Iklim
Sebagai kota pesisir, Semarang menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sebut saja banjir rob, penurunan muka tanah, hingga dampak perubahan iklim.
Namun, kondisi tersebut justru mendorong pemerintah untuk melakukan berbagai langkah adaptasi.
Program restorasi daerah aliran sungai (DAS), normalisasi drainase, dan pembangunan kolam retensi. Selain itu, penambahan ruang terbuka hijau terus dilakukan untuk meningkatkan ketahanan lingkungan kota.
Selain berfungsi sebagai kawasan resapan air, ruang terbuka hijau juga membantu menurunkan suhu udara dan meningkatkan kualitas udara. Kemudian, juga menyediakan ruang rekreasi yang sehat bagi masyarakat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. Pembangunan juga memperhatikan keseimbangan ekosistem.

Smart City yang Mempermudah Pelayanan Publik
Transformasi digital menjadi salah satu keunggulan lain yang dimiliki Kota Semarang. Melalui konsep Smart City, berbagai layanan pemerintahan kini semakin mudah diakses masyarakat secara digital.
Mulai dari layanan perizinan, administrasi kependudukan, pengaduan masyarakat, hingga digitalisasi arsip dilakukan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi.
Pemanfaatan teknologi ini bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Hal tersebut juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel.
Efisiensi pelayanan publik tersebut turut menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kota berkelanjutan.
Investasi Hijau Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan. Semarang berhasil menunjukkan bahwa investasi dapat berkembang tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
Salah satu contohnya adalah pengembangan Kawasan Industri Wijayakusuma. Kawasan tersebut menerapkan sistem pengelolaan air bersih, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah secara lebih modern.
Konsep industri hijau seperti ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investor. Selain itu juga menjaga kualitas lingkungan di sekitar kawasan industri.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa memberikan dampak negatif yang besar terhadap lingkungan.
Dipilih sebagai Kota Percontohan Nasional (Pilot)
Komitmen Semarang terhadap pembangunan berkelanjutan mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.
Kota ini dipercaya menjadi salah satu pilot project National Urban Development Project (NUDP). Ini adalah program nasional yang bertujuan menciptakan pembangunan perkotaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Sebagai kota percontohan, Semarang berperan dalam menyusun strategi pembangunan lintas sektor. Mulai dari infrastruktur, lingkungan hidup, transportasi, hingga pelayanan publik.
Melalui proyek ini, pemerintah kota juga memperoleh dukungan untuk meningkatkan kapasitas perencanaan investasi, pembiayaan pembangunan, dan penganggaran yang lebih efektif.
Status sebagai kota pilot menunjukkan bahwa berbagai inovasi yang diterapkan di Semarang dinilai layak menjadi referensi bagi daerah lain di Indonesia.
Pembangunan Berbasis Kolaborasi
Keberhasilan Semarang tidak hanya berasal dari pemerintah daerah. Transformasi kota juga melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, sektor swasta, komunitas, hingga masyarakat.
Universitas Diponegoro, misalnya, aktif mengembangkan berbagai kajian mengenai sustainable living, pengelolaan lingkungan, dan pembangunan kota tangguh yang menjadi referensi bagi kebijakan pemerintah daerah.
Di sisi lain, dunia usaha turut berkontribusi melalui investasi ramah lingkungan serta penerapan prinsip pembangunan rendah emisi.
Kolaborasi inilah yang membuat pembangunan di Semarang berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Menjadi Inspirasi Kota Masa Depan Indonesia
Masuknya Semarang dalam daftar kota paling berkelanjutan membuktikan bahwa transformasi perkotaan membutuhkan visi jangka panjang, bukan sekadar pembangunan fisik.
Keberhasilan ini lahir dari kombinasi transportasi publik yang semakin baik. Kemudian digitalisasi layanan pemerintahan, penguatan ruang terbuka hijau, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan kolaborasi lintas sektor.
Di tengah tantangan urbanisasi yang semakin kompleks, Semarang menunjukkan bahwa kota modern tidak harus mengorbankan lingkungan demi pertumbuhan ekonomi.
Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan melalui kebijakan yang tepat dan inovasi yang berkelanjutan. Tak ketinggalan, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Kota ini tidak hanya membangun gedung dan jalan. Tetapi juga membangun sistem yang lebih hijau, tangguh, inklusif, dan siap menghadapi tantangan perkotaan di masa mendatang.



