Jatengkita.id – Semarang ternyata pernah melahirkan salah satu pengusaha terbesar di Asia pada masanya, yaitu Oei Tiong Ham. Namanya begitu terkenal hingga dijuluki sebagai “Raja Gula Asia”.
Kesuksesannya dalam bisnis gula membuat dirinya dikenal luas, tidak hanya di Indonesia tetapi hingga mancanegara.
Oei Tiong Ham lahir di Semarang pada akhir abad ke-19 dan merupakan putra dari Oei Tjie Sien, seorang pedagang sukses keturunan Tionghoa.
Setelah melanjutkan usaha keluarganya, Oei Tiong Ham berhasil mengembangkan bisnis gula menjadi kerajaan dagang besar yang menguasai perdagangan di Hindia Belanda pada masa itu.
Kesuksesannya membuat Semarang pada masa lampau menjadi salah satu pusat perdagangan penting di Pulau Jawa. Banyak aset dan bangunan peninggalan Oei Tiong Ham yang masih dapat ditemukan di Kota Lama Semarang hingga sekarang.
-
Awal Mula Julukan “Raja Gula”
Julukan “Raja Gula” muncul karena besarnya pengaruh bisnis gula milik Oei Tiong Ham. Ia mengembangkan perusahaan keluarga bernama Kian Gwan menjadi konglomerasi besar yang bergerak di berbagai bidang, terutama industri gula.
Pada masa kejayaannya, bisnis tersebut menguasai ekspor gula dalam jumlah besar ke berbagai negara di Asia dan Eropa.
Tidak hanya bisnis gula, Oei Tiong Ham juga mengembangkan usaha di bidang perkapalan, properti, perbankan, hingga perdagangan internasional. Kekayaannya membuat dirinya menjadi salah satu orang terkaya di Asia Tenggara pada masa kolonial Belanda.
Kesuksesan tersebut membuat nama Semarang ikut dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan besar pada masa itu. Banyak aktivitas bisnis penting berlangsung di kawasan Kota Lama.
:quality(100)/photo/2022/05/14/oei-tiong-hamjpg-20220514070515.jpg)
-
Jejak Bangunan Peninggalan Raja Gula di Semarang
Hingga sekarang, jejak kejayaan Oei Tiong Ham masih dapat ditemukan di beberapa sudut Kota Semarang, terutama di kawasan Kota Lama.
Salah satu bangunan yang terkenal adalah gedung bekas kantor NV Kian Gwan yang kini digunakan sebagai restoran di kawasan Kota Lama. Dahulu, bangunan tersebut menjadi pusat aktivitas bisnis sang Raja Gula.
Selain itu, terdapat pula bangunan tua bernama Sarang Garuda atau Eagle Nest yang menjadi salah satu peninggalan keluarga Oei Tiong Ham. Bangunan tersebut dahulu digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus bagian dari aktivitas bisnis keluarga.
Beberapa peninggalan lain seperti brankas kuno, gedung kolonial, hingga rumah mewah peninggalan keluarga Oei Tiong Ham masih menjadi bagian dari sejarah Kota Semarang hingga sekarang.
Banyak wisatawan datang untuk melihat langsung jejak kejayaan sang Raja Gula yang pernah menguasai bisnis besar di Asia.
-
Menjadi Bagian Sejarah Kota Semarang
Nama Oei Tiong Ham kini tidak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga bagian penting dari sejarah perkembangan Kota Semarang. Jejak bisnis dan bangunan peninggalannya menjadi bukti bahwa Semarang pernah menjadi pusat perdagangan besar pada masa kolonial.
Kisah hidup Raja Gula dari Semarang tersebut juga sering menjadi inspirasi karena menunjukkan bagaimana seorang pengusaha lokal mampu membangun kerajaan bisnis hingga dikenal di tingkat internasional.
Hingga kini, cerita tentang kejayaan Oei Tiong Ham masih terus dikenang sebagai bagian dari sejarah besar Kota Semarang.

